
"Pa temenin mama kebawah yuk, siapa yah tamunya kan rumah syabil ini hanya orang-orang terdekat saja yang mengetahuinya" ucap mama wilna
"Ayok ma" balas pak sanjaya sambil merangkul mama wilna dengan mesra.
Setelah menuruni tangga dan membuka pintu rumah betapa terkejutnya ia melihat sosok tamu itu yang ternyata adalah mantan anak sulungnya. Siapa lagi kalau bukan si Vero.
"Kamuu....!!!" kaget mama wilna dengan bercampur amarah hingga membuat dadanya menjadi sesak dan seketika ia pingsan.
★★★
Mendengar kegaduhan yang ada di bawah sontak syabil dan kanzha pun penasaran dan memutuskan untuk melihat kebawah, tak lupa syabil menuntun kanzha dengan penuh pengertian, karena ia tak mau mengambil resiko jika istrinya kenapa kenapa lagi. Dan ketika mereka berdua berdua turun dari tangga masih dalam posisi syabil memeluk pinggang kanzha erat dan memegangi tangan kanzha tak luput dari pengawasan si Vero. Ada rasa penyesalan dan juga rasa tak terima jika syabil memperlakukan perempuan lain dengan sangat mesra meski itu dengan istrinya sendiri, Yah Vero selama ini menyuruh seseorang untuk menggali informasi tentang syabil dan ia mengetahui bahwa syabil telah menikah maka dari itu ia memutuskan untuk kembali.
Kanzha dan syabil kaget melihat mama wilna pingsan.
"Ya ampun mama ...!!" teriak kanzha khawatir dan seketika melepeskan pelukannya syabil dan langsung berlari menghampiri mama wilna dan pada anak tangga terakhir kanzha hampir saja terjatuh namun ia langsung memegang pinggiran anak tangga dan akhirnya ia bisa menyeimbangkan badannya lagi.
"Khanzha hati-hati !!" teriak syabil tegas dan ketika melihat istri cerobohnya itu hampir jatuh serasa jantungnya mau copot.
Namun kanzha tidak memperdulikan syabil dan mendekati mama wilna yang sudah terbaring di sofa.
"Pa..mama kenapa??" tanya kanzha khawatir dan ia langsung memegang tangan mama wilna
"Mungkin mama kamu lagi syok sayang!" balas pak sanjaya tak kalah khawatir
"Bi.... tolong ambilkan minyak kayu putih sekarang juga cepat!!"
"Baik nyonya muda" jawab salah satu pembatunya
Setelah kanzha menerima minyak kayu putih ia langsung mendekatkannya ke hidung mama kanzha dan memberikan sedikit olesan minyak kayu putih di kedua pelipis mama wilna dan memijatnya pelan.
"Ma.... kenapa mama tiba-tiba pingsan?? tadi masih baik-baik saja, jangan buat kita semua khawatir ma!" ucapnya sambil meneteskan air mata
__ADS_1
"Maaf ini semua salahku. Jika aku tidak kesini maka Tante wilna tidak akan pingsan!" tutur vero sambil menampilkan ekspresi yang dibuat sesedih mungkin.
"Kenapa kamu kesini vee ? dan dari mana kamu tahu mansionku ?? apa kamu diam-diam menyelidikiku ?" ucap syabil dingin dengan ekspresi yang menatapnya dengan tajam.
"Ma maafkan aku sayang... aku tidak bermaksud apa-apa. Aku hanya ingin mengetahui saja bagaimana keadaan mu sekarang!"
"Lancang sekali kamu vee!!! lebih baik kamu sekarang pergi dari sini!" usir syabil dengan tegas
"A..apa ?? kamu mengusirku??" Ucapnya tak percaya
"Kamu sudah berubah sayang,... dimana syabil yang dulu yang selalu mencintaiku dan selalu menyayangiku dengan seganap hatinya?" ucapnya lagi sambil menangis tersedu-sedu karena ia tidak terima bahwa syabil mengusir nya begitu saja
"Asal kamu tahu yah vee... Syabil yang dulu selalu mencintaimu dan rela berdebat dengan mama papaku demi membelamu itu sudah tidak ada lagi di dunia ini semenjak kamu telah menghilang dari sisiku dan meninggalkan rasa kecewa mendalam terhadapmu dan pasti kamu sekarang sudah tahu bahwa aku sudah mempunyai istri dan akan selalu mencintai istriku dengan segenap jiwa dan ragaku dan juga tidak mengizinkan wanita lain untuk mendekati ku!" terang syabil ke vero dengan tegas
"A..apa?? nggak mungkin kamu semudah itu ngelupain aku sayang... aku masih mencintaimu dan akan tetap mencintaimu. aku akui bahwa aku telah bertindak bodoh meninggalkanmu dan aku sangat menyesal, tolong maafkan aku!" tutur vero sambil menangis berharap syabil akan luluh dengan air matanya
Mendengar itu syabil langsung menghela nafas dan berucap ."Iya aku sudah memaafkanmu!"
Seketika vero serasa mendapatkan angin segar dan ia berfikir bahwa syabil akan setuju kembali lgi dengannya namun nyatanya tidak sesuai dengan dugaannya...
Dan boomm .... jantung vero seakan meledak mendengar perkataan dari syabil dan hanya bisa menunduk lemas.
"Dan tolong untuk sekali lagi kamu tinggalkan rumah ini!" titah syabil tanpa menatap vero sambil memunggunginya
"Baiklah...aku akan menerima keputusan kamu. Suatu saat kamu akan menyesal dengan keputusan kamu saat ini karena telah memilih dia bukan aku!" cecar vero sambil menatap sinis ke kanzha
"Sudah cukupp !!! jangan sekali-kali kamu berani membanding-bandingkan menantuku apalagi dengan kamu !! Diamku bukan berarti hanya mendengar ocehanmu tidak bergunamu itu !! jika kamu tidak segera pergi maka esok hari jangan harap perusahaan papamu itu akan berdiri kokoh melainkan akan aku ratakan dengan tanah!! ucap pak sanjaya dengan wajah garangnya
Syabil yang melihat ekspresi papanya sampai bergidik sendiri pasalnya ekspresi yang sekarang jauh berbeda dengan ketika papa nya itu berada di samping mamanya.
"Wahh ibunda ratu memang the best bisa menaklukkan papa!" ucap syabil sambil melihat mamanya yang masih berbaring di sofa.
__ADS_1
Vero langsung pergi dari mansion syabil karena ia tahu sendiri dengan watak seorang pak sanjaya bahwa dari setiap kata-katanya tidak pernah main-main.
Sedangkan kanzha sedari tadi hanya mendengarkan saja dan terus fokus memijat pelan pelipis mama wilna berharap mama mertuanya itu segera siuman. Tidak dipungkiri bahwa ia sangat bahagia mendengar bahwa syabil telah memilihnya dan tidak ingin kembali lagi dengan mantannya itu. "Apakah syabil sudah mencintaiku??" tanya kanzha dalam hati
...***Bersambung***...
Hai para readers... Author berpesan jadilah para readers yang Budiman yah😉. Kalian boleh komentar apapun asalkan jangan membuat komentar yang membuat mood para Author down ketika membaca komentar kalian. Kalian boleh memberi saran terhadap setiap cerita yang telah kalian baca, namun harap itu saran dengan kata2 yang membangun yah, jangan dengan kata² nyinyiran 😌. Apalagi dengan kata² untuk tidak melanjutkan lagi ceritanya padahal cerita ini belum selesai. Jika tidak suka dengan ceritanya yah tidak usah dibaca dari pada tuh jempolnya tidak bisa dikondisikan untuk berkomentar yang tidak² dan akan mendapat dosa. Lebih baik gunakan jempol kalian dengan sebijak mungkin yah para readers😚. Anda bisa berkomentar yang kayak gitu di setiap cerita yang anda baca yang tidak sesuai dengan pemikiran anda . Apakah anda tidak memikir para author yang mebaca komentar anda pasti akan tersinggung.
Author juga manusia....
punya rasa punya hati...
jangan samakan dengan pisau belati....
Eh kog malah nyanyi 😂😂🤣.
Jika Anda bisa berkomentar begitu pada setiap tulisan para author yang telah anda baca namun anda sama sekali belum membuat sebuah karya tulisan maka itu sama saja dengan
"TONG KOSONG NYARING BUNYINYA"
Dan bunyinya itu bikin auto adem panas bikin pingin nyemplungin aja ke laut😅
💃💃💃
Memang di setiap karya itu pasti ada kelebihan dan kekurangan masing-masing, Jangan jadikan kelemahan itu sebagai senjata untuk menghancurkan karya itu namun jika anda sesosok manusia yang Budiman maka jadikanlah kelemahan karya tersebut menjadi sebuah pendobrak agar para Author bisa menjadi lebih baik lagi dalam menulis sebuah cerita dan itu tentunya tidak akan membuat kecewa para readers juga dungs..😉 kalau bisa sesama manusia itu harus menerapkan simbiosis mutualisme dong jangan yang parasitisme aja yang diterapkan nanti suatu saat anda sendiri yang pastinya akan dirugikan 🙃
#Terraikaka
Semangat untuk menjadi para readers yang budiman, jangan jadi yang kayak kekurangan iman yah🤗
Ini ekspresi nya si kanzha yang menghadapi netijen yang lagi nyinyir. Tetep stay cool
__ADS_1
dan cuek aja wkwkwk