
"Baik nyonya, dan mari para tuan muda sekalian aku akan mengantar kalian ke kamar untuk segera istirahat" ajak steven ke aren X dan Y
Kemudian mereka bertiga keluar dari ruangan nyonya aiden dan pergi menuju ke tempat yang ditujukan oleh steven yaitu kamar tamu.
★★★
"Ayo sayang bunda antarkan kamu ke kamar," ajak nyonya aiden ke kanzha
"Ayo bunda,"
"Mommy aku ikutt!!!" rajuk ara
"Iya kamu juga boleh ikut sayang" jawab nyonya Aiden
Kemudian mereka bertiga menuju ke suatu ruangan yang selama ini tidak boleh dimasuki siapapun termasuk ara dan yang lainnya. Hanya ia yang boleh masuk ke kamar tersebut.
"Loh mom, kita menuju ke ruangan ini?? apa ara sudah boleh masuk??" tanya ara bahagia karena selama ini ia kepo sekali untuk apa sebenarnya kamar itu, pernah sekali ia nekat untuk masuk ke kamar tersebut namun ketahuan oleh mommy nya dan langsung ia kena omel mommy nya selama seminggu dan itu sangat menyiksa dirinya. Sejak saat itulah ara sudah tidak berani untuk masuk ke ruangan tersebut.
"Iya sayang, sebenarnya mommy menyiapkan ruangan ini untuk kakak kamu," jawab nyonya aiden
"Whatt!! Are you serious mom!!" kesal ara ke mommy nya
"Sudah sudah ayo kita masuk," disaat ia membuka pintu ruangan tersebut kanzha dan ara dibuat takjub dengan isi ruangan tersebut. Ruangan tersebut seperti kamar yang sangat mewah. Desain interior nya berwarna putih dan pastel dan itu adalah kesukaan kanzha.
"Apa kamu menyukainya sayang, kamar ini adalah kamar kamu khusus bunda sendiri yang mendesainnya untuk mencurahkan kerinduan bunda selama ini ke kamu sayang, karena selama ini bunda juga takut untuk mencarimu anzha, karena musuh bunda di luar sana sangat banyak dan bunda takut jika mereka menyakitimu," ucap nyonya wilna sedih
"Trimakasih bunda,.. bunda dengan sepenuh hati menyiapkan kamar ini untuk anzha meski belum tentu anzha dapat ke sini. Tapi bunda kamar ini terlalu berlebihan buat anzha bunda" jawab kanzha terharu
"Tidak papa sayang, kamar ini sangat cocok untukmu,"
"Ishh mommy pilih kasih sama ara.. mommy lebih sayang dia dari pada ara. Apa karena papa ara sudah meninggal maka dari itu mommy sudah tak sayang lagi ke ara dan berniat untuk membuang ara dan bisa berduaan saja sama dia !!" sambil menunjuk kanzha dengan penuh amarah
__ADS_1
"Aurora !!! apa yang kamu bicarakan. Mommy sayang ke semua anak-anak mommy termasuk kamu dan kakak kamu. Semuanya penting untuk mommy. Jangan tanamkan di otak kamu pemikiran seperti itu !! karena mommy tidak suka itu.!! " tegas nyonya aiden ke ara
"Mommy bohong, buktinya sekarang mommy tega membentak ara demi dia. Padahal ara juga anak mommy yang mommy asuh dari kecil sampai sekarang. Dan tiba-tiba ia datang mommy tidak sayang lagi ke ara !! ara benci sama dia, dan jangan harap ara akan mau mengakui dia sebagai kakak ara. Karena ara tidak sudii!!!" bentak ara dengan berlinang air mata karena hati nya merasa sakit habis dibentak oleh mommy nya kemudian ia langsung pergi dari sana.
"Araa !!! Araaa !!! kamu tidak boleh berbicara seperti itu ke kakak kamu!!" ucap nyonya aiden dengan emosi yang ingin meledak namun ia tahan itu.
Namun ara tidak memperdulikan mommy nya dan meneruskan untuk pergi dari sana.
"Maaf bunda.. gara-gara keberadaan anzha bunda jadi bertengkar sama ara," tutur kanzha dengan sedih
"Kamu bicara apa sih sayang,... nanti biar bunda bicara dari hati ke hati sama adik kamu itu, nanti juga dia pasti luluh sama bunda karena ia tidak bisa marah-marah lama sama bunda hehehe,.." ucap nyonya aiden ke kanzha
"Baiklah bunda, tapi bunda tempat anzha memang bukan disini karena anzha sudah mempunyai sua..."
"Nyonya Aiden!!" ucap aren yang sengaja ingin menghentikan perkataan kanzha selanjutnya
"Iya ada apa tuan aren ??" tanya nyonya aiden
"Saya ingin membahas perjanjian kita sebelumnya karena saya juga tidak bisa berlama-lama disini,"
"Yahh bun bunda... anzha kan belum selesai ngomongnya" sambil mengehela nafas melihat kepergian bundanya
"Dasar si gula aren itu merusak pembicaraan saja sih, awas aja nanti kalau ketemu akan aku kerjai kamu," sambil menendang nendang udara disekitarnya untuk melampiaskan rasa kesalnya.
~
Di ruangan nyonya Aiden
"Ada apa tuan aren?" tanya nyonya aiden ke aren
"Baik nyonya saya akan langusng ke intinya saja, sesuai dengan perjanjian kemarin yang telah kita sepakati bahwa jika gadis itu adalah putri anda, maka anda akan mengabulkan dua permintaan saya kecuali menyerahkan tahta kepemimpinan Khawirdzone. Jadi saya akan menyebutkan permintaan pertama saya yaitu bahwa saya ingin menikahi putri anda itu, saya sudah dibuat jatuh cinta kepadanya. Maka dari itu segera kabulkan permintaan saya ini," jelas aren
Mendengar permintaan dsri aren nyonya aiden sedikit terkejut karena orang yang ada di depannya ini mau menikahi putrinya. Padahal pemimpin sub A geng black rose ini sangat antipati terhadal wanita dan sekarang ia berniat untuk menikahi putrinya??
__ADS_1
"Memangnya apa alasan anda sebenarnya untuk menikahi putriku? jangan harap setelah anda meinakhi putriku maka anda akan dapat menguasai Khawirdzone dengan sesuka hati anda. Dana saya tidak mau jika putri saya dijadikan sebagai alat atau batu loncatan untuk mensukseskan rencana anda yang telah anda susun !!"
Mendengar perkataan nyonya aiden, aren hanya tersenyum sinis bahwa rencana yang ia fikir ternyata bisa ditebak juga oleh wanita yang ada di hadapannya ini, namun bukan aren jika tidak bisa menaklukkan sebuah perjanjian yang telah ia inginkan meskipun dengan cara yang licik sekalipun.
"Nyonya aiden saya berniat untuk menikahi putri anda itu murni karena saya mencintai putri anda bukan untuk sesuatu yang lain. Anda berfikir terlalu jauh nyonya aiden. Apa anda tidak mengerti saya?? saya ini orang yang tidak pernah sekalipun berinteraksi dengan seorang wanita, namun dengan kedatangan kanzha saat itu di rumah suasana di rumah itu terasa begitu hidup dan dengan perlahan ia sudah masuk ke hati saya. Saya tidak bisa jauh darinya dan tolong penuhi keinginan saya untuk menikahi putri anda itu, dan saya berjanji akan melindungi dan membahagiakan putri anda." ucap aren sungguh-sungguh agar nyonya aiden dapat percaya dengan apa yang telah ia ucapkan.
"Apa anda bersungguh-sungguh?" tanya nyonya aideng yang melihat kesungguhan di perkataan aren
"Iya nyonya,"
"Terud bagaiman dengan perasaan putri saya terhadap anda?"
"Meskipun kanzha belum mencintai saya untuk saat ini, namun saya yakin dengan seiringnya waktu ia dapat mencintai saya dengan tulus seperti saya mencintai dia,"
"Baiklah kalau begitu tuan aren, karena perkataan anda sangat tulis dan bersungguh-sungguh, maka saya menyetujui permintaan anda untuk menikah dengan putri saya,"
"Trimakasih nyonya aiden, tapi saya ingin lusa juga menikahi putri anda" ucap aren dengan bahagia karena rencana awalnya sudah tercapai
"Apa ?? lusa??" syok nyonya aren
"Iya nyonya lusa. Saya yakin anda bisa mengabulkan permintaan saya, karena lebih cepat lebih baik, namun saya ingin memberi kejutan kepada kanzha mengenai pernikahan ini jadi lebih baik anda merahasiakannya kepada kanzha dan saya harap nyonya aiden tidak memberitahukan mengenai perjanjian ini kepada kanzha juga" ucap aren dengan senyumannya.
"Baiklah tuan aren, akan saya siapkan untuk besok lusa, Namun jika anda sedikit saya melukai anak saya maka saya tidak akan sungkan-sungkan lagi terhadap anda dan saya akan musnahkan black rose detik itu juga !!! ini adalah peringatan sebagai seorang ibu dan sebagai ketua Khawirdzone, anda harus camkan itu baik-baik!!"
"Baik nyonya, saya akan mengingat selalu perkataan nyonya aiden, Baiklah saya undur diri terlebih dahulu dan maaf jika mengganggu waktu anda," ucap aren dengan hormat
Nyonya aiden hanya menganggukkan kepala saja dan kemudian aren meninggalkan ruangan nyonya aiden dengan perasaan yang puas.
...***Bersambung***...
Hai hai haii readers jangan lupa tekan like coment and share sebanyak banyaknya yahh...tetap dukung ceritanya author yahh meskipun alurnya sedikit agar receh sihh😁😁🙏🏻. Semoga kalian tetap suka dengan ceritanya author. Stay selft and healthy
#Terraikaka
__ADS_1
Ini visualnya Nyonya Aiden yah readers moga kalian suka yah heheh 😊