
"Kalian terus awasi gadis itu dan jangan biarkan dia melakukan sesuatu yang konyol apalagi sampai kabur. Jika tidak kalian akan tahu sendiri apa akibatnya jika tidak menepati perintahku !!" titah aren
"Siap laksanakan bos!" jawab anak buah aren.
"Jangan panggil aku kanzha shakira pratiwi jika tidak bisa lolos dari tempat terkutuk ini dasar gula arenn lakn*t!!" gumamnya dalam hati sambil terus berfikir.
★★★
Ketika tengah malam kanzha terbangun dari tidurnya karena ia sudah mempunyai suatu rencana yaitu untuk melarikan diri. Kanzha pernah melihat di film film action bahwa sebuah japit rambut bisa membuka sebuah pintu yang terkunci. Kemudian kanzha ingin mencoba itu namun ia harus mengerti suasana diluar dulu, lalu kanzha menempelkan telinganya dipintu beharap agar bisa mendengar sesuatu dari luar. Dan benar dugaannya bahwa kidua penjaga pintu ini sedang memberikan laporan kepada boss mereka yaitu aren.
"Gilaa si gula aren ngapain tengah malam gini gak tidur-tidur malah di depan pintu kamar ini !!! Jadinya rencanaku gagal deh untuk melarikan diri. Dasar manusia nyebelin." kesal kanzha
"Haa sepertinya dia mau kesini. Haduh gawat sebaiknya aku tidur saja di kasur." sambil berlari menuju kasur untuk berpura-pura tidur.
"Cklekk" pintu pun terbuka dan yah yang sedang membuka pintu itu adalah aren, lalu langkah kaki aren mengiringnya menuju ke tempat tidur kanzha. Aren mengamati wajah saat tidur dengan lekat dan tanpa sadar tangannya ingin memegang wajah cantik nan ayu itu namun sesegera mungkin ia tahan.
"Hmm ternyata manis juga kalau sedang tidur. Beda sekali ketika ia sadar dan selalu menatapku dengan galak seperti kudanil kecil" ucapnya sambil tersenyum memandangi wajah kanzha
"Tunggulah sebentar lagi kamu dan aku akan menjadi pimpinan geng black rose dan Khawirdzone. Aku yakin denganmu yang ada di sisiku maka aku bisa menguasai Khawirdzone dengan mudah. Karena anaknya sedang ada bersamaku. Aku yakin jiwa seorang ibu akan menyerahkan apapun demi anaknya !" monolog aren sendiri dan tanpa disadari kanzha mendengar semua pembicaraannya.
"Kamu tidurlah kudanil kecilku, karena besok aku akan segera mempertemukanmu dengan ibu mu." seru aren sambil mengelus kepala kanzha lalu meninggalkannya.
Setelah kanzha yakin bahwa si gula aren telah pergi ia kemudian langsung membuka matanya dan ia sedang berfikir keras mengenai ucapan aren tadi.
"Apa benar dia mengetahui siapa ibuku. Dan apa hubungannya dengan Khawirdzone ?? sepertinya aku pernah mendengar nama itu, tapi dimana yah ...?? Haduh kanzha kenapa otakmu mendadak lemot gini sihh. Hp juga sudah di buang pula sama si gula aren itu!" sambil memukul kepalanya dan ia termenung sesaat.
"Oh may gat kanzha kamu ini pelupa banget sih aku kan punya GPS di antingku tinggal aku tekan dan pasti cici dan dafi akan tahu posisiku dimana.!" Namun ketika kanzha memegang telinganya antingnya sudah tidak ada.
"Haaa kemana anting merah delimaku. Perasaan tadi ada deh. Apa jangan-jangan ini ulah si gula aren yang mengambil antingku tadi !!! Haishh tuh orang hobi bener bikin orang naik darah... Awas aja jika sampai ia menghilangkan anting itu. Akan ku bakar seluruh isi mansion ini. Itu kan anting pemberian bunda satu-satunya. Oke aku juga tidak sabar untuk menunggu besok, apakah benar aku akan bertemu dengan bunda," ada perasaan haru dan bahagia walau hanya sangat kecil kemungkinannya, tapi kanzha tidak akan patah semangat jika ada sangkut pautnya mengenai bundanya itu. Oke dan kanzha seketika melupakan rencana pelarian dirinya dan memilih untuk melanjutkan tidur kembali.
Keesokan paginya beberapa pelayan di mansion aren membawakan gaun putih lengkap dengan aksesoris nya ke kamar kanzha.
"Nona waktunya bangun dan segeralah untuk bersiap" ujar pelayan itu
"Haa bersiap mau kemana ??" tanya kanzha sambil mengumpulkan nyawanya yang masih mengantuk itu.
"Nanti nona akan tahu sendiri dari tuan aren nona. Kita hanya ditugaskan untuk membatu nona bersiap"
"Haa... baiklah" balas kanzha sambil menuju ke kamar mandi.
Beberapa menit kemudian setelah kanzha selesai mandi ia melihat baju serta perhiasan yang dibawakan pelayanan itu terlalu berlebihan menurutnya.
"Oh ya bi.. apa tidak ada baju yang lebih sederhana gitu. Ini terlalu berlebihan !"
"Baju ini yang membelikan adalah tuan aren nona, jadi mohon untuk dipakai atau kita semua yang ada di sini akan terkena hukuman dari tuan karena tidak bisa melaksanakan tugas dengan baik," ucap pelayan sambil memohon ke kanzha
__ADS_1
"Huftt ya sudalah bi,.. sini aku pakai sendiri saja yah,"
"Tidak tidak nona, lebih baik kami yang membantu nona memakaikannya"
"Bibi... aku ini sudah sebesar ini masa hanya memakai pakaian harus di bantuin sih, Lebih baik bibi dan lainnya istirahat saja di kamar ini, kanzha mau memakai pakaian ini dulu yah" ucapnya dengan ramah lalu pergi ke kamar mandi untuk mengganti pakaiannya
"Dihh si gula aren seleranya gini amat sihh... tealu mewah banget, memangnya ngapain juga pakek pakaian kayak gini emang mau ketemu presiden apa !!" gerutu kanzha sambil memakai pakaian dan perhiasan secukupnya saja.
Ketika kanzha keluar dari kamar mandi semua pelayan di kamar itu dibuat takjub akan kecantikannya kanzha.
"Wah nona cantik sekali," puji pelayanan yang lebih muda sendiri
"Iya iya nona benar-benar cantik, pasti tuan aren sangat puas dengan penampilan nona" sahut pelayanan yang lainnya
"Kanzha dandan kayak begini bukan demi tuan kalian tapi demi kalian semua, agar kalian semua tidak dapat hukuman dari tuan kalian jika ada sesuatu yang salah mengenai diriku" terang kanzha ke semua pelayan itu.
"Trimakasih nona kanzha" jawab semua pelayan serentak sambil membungkukkan badannya.
"Sudah sudah kalian jangan terlalu hormat kepadaku, anggap saja aku teman kalian sendiri selama aku masih disini hehehe"
"Baik nona, Mari kita antar nona kanzha ke tuan aren"
"hmm" sambil mengikuti pelayan dari belakang
"Hmm baiklah, kamu pergilah dan persilahkan dia duduk" titah aren ke pelayanan tersebut
"Baik tuan"
"Nona kanzha silahkan duduk"
"hmm baiklah trimakasih" sambil tersenyum ke pelayanan tersebut namun ketika ia memandang ke arah aren ia memperlihatkan wajah juteknya kembali
Aren yang memperhatikan penampilan kanzha hari ini menurutnya lumayan cantik dan itu sukses menyita perhatian aren.
"Ngapain lihat-lihat !!" jutek kanzha
"Ternyata kamu cocok juga dengan baju yang kubelikan lumayan lah dari oada baju dekilmu kemarin"
"Apa kamu bilang !! dasar itu mulut kalau nyinyir mirip banget kayak emak-emak komplek" sinis kanzha.
"Oh ya mana anting aku !! Sini kembalikan."
"Oh anting merah delima itu yah? sudah aku loakkan!" jawab aren cuek sambil meneruskan makannya
__ADS_1
"Dasar gula aren tidak tahu diri,.. barang orang seenaknya saja di loakkan !!! Otak kamu kamu taruh di dengkul apa yah atau jangan-jangan otak kamu kamu tinggal di galaksi bima sakti !! Aku gak mau tahuu mana anting merah delimakuu sekarangg jugaaa !!!" sambil menggebrak meja makan
Pelayan atau penjaga yang mendengar cacian yang dilontarkan oleh kanzha semuanya ingin tertawa terbahak-bahak namun mereka harus menahannya kuat-kuat agar kepala mereka masih menyatu dengan badannya, karena baru kali ini boos mafia sub A black rose ada yang memanggilnya dengan sebutan gula aren 🤣.
"Diam kalian semua, atau detik ini juga kepala kalian akan aku kasihkan ke makanan anjing !!" sentak aren yang melihat pelayan atau penjaganya ingin menertawakannya
"Hee gula arenn... ini tuh kepala orang mana mau anjing makan kepalanya orang!! kalau bicara itu yang rasional dikit dong!!" sahut kanzha tak kalah nyolotnya
"Heee sebaiknya kamu berdoa saja semoga saja kamu itu anaknya ketua geng Khawirdzone jika tidakkk.... maka kepalamu duluan yang akan aku kasih ke anjing !!" sentak aren ke kanzha
"Glekk" mendengar perkataan dari aren yang tidak main-main kanzha hanya bisa menelan ludahnya sambil pasrah saja dengan keadaan.
"Mampus akuu... tamat sudah riwatku nanti hiks hiks... syabillll aku merindukanmu tolong jemput aku dari tempat terkutuk ini hiks hiks, ini juga mana anting merah delimaku. itu adalah jalan satu-satunya agar aku bisa minta pertolongan!!" gumam kanzha dalam hati sambil melamun
"Kalian panggil X dan Y sekarang juga! dan siapkan mobil karena kita akan ke markas Khawirdzone sekarang juga!!" titah aren dengan suara yang menggelegar
"Busyett dehh tuhh mulut dah kayak toa masjid saja,.. emang pita suaranya nggak putus apa yah. Mendingan tuh pita suara segera putus saja deh biar kicep luhh sekalian" geram kanzha dalam hati
Tak lama kemudian X dan Y sudah sampai di hadapan aren.
"Apa kita akan berangkat sekarang ?" tanya X ke aren
"Hmm agar lebih cepat aku menyingkirkan gadis itu jika ia bukan anak dari Khawirdzone!!" tegas aren
Mendengar omongan dari aren kanzha hanya mendelik kesal saja.
"Wooo santay dong boss bro, kan sangat disayangkan jika tidak dinikmati dulu" ucap X
Sontak kanzha langsung menyilangkan tangannya di depan dadanya sambil menatap garang ke X.
"Sebaiknya kita segera berangkat ren" ujar Y yang cenderung lebih pendiam dari padi si X
"Oke lets go. Dan kamu kudanil kecil jika sampai kamu berbuat hal yang aneh-aneh di markas Khawirdzone maka aku tidak akan segan-segan untuk memberikanmu ke mereka sebagai bahan uji coba senjata mereka, Apa kamu pahamm !!! dan ini antingmu!" sambil melemparkan kotak kecil ke kanzha dan menatap kanzha dengan tajam
Kanzha mendengar ancaman dari aren hanya mengangguk saja dan menangkap kotak kecil itu lalu membukanya dan ternyata isinya adalah antingnya. Sontak ada binar bahagia di wajah kanzha.
"Akhirnya aku ada harapan untuk minta pertolongan" gumam kanzha dalam hati sambil menggenggam erat kotak anting tersebut.
Kemudian mereka berempat pergi menuju markas Khawirdzone yang letaknya cukup jauh dari mansion aren.
...***Bersambung***...
Hai hai hai para readers tetap dukung author dengan cara like coment and share sebanyak-banyaknya yahh ..love you all~
__ADS_1
@Terraikaka