
"Yeee kak syabil dari kemarin ngusirin kita terus, kita kan juga pingin jagain kak kanzha... Bilang aja kak syabil mau berduaan saja kan sama kak kanzha" goda mikha ke syabil
"Tuh kamu tahu"ucap syabil sambil menahan malunya dan semua orang yang ada di situ tertawa dibuatnya.
"Yasudah lebih baik kita semua pulang dulu, biar syabil yang menjaga istrinya disini" ucap papa syabil
Mereka semua akhirnya berpamitan ke kanzha untuk pulang dan besuk akan kembali lagi.
"Ayo baringkan tubuhmu dan cepatlah istirahat" tutur syabil ke kanzha
"Hmm, kamu juga istirahat lah"
kemudian syabil menaiki sisi ranjang yang kosong.
"Loh kamu kog tidur disini? bukanya kamu tidur di sofa yah?"
"Enak saja, masak suami mu kamu suruh tidur di sofa,.. kamu itu istri yang baik sekali yah" sambil menatap tajam ke kanzha
"Nanti kalau kena lukaku gimana dong bil ?"
"Tidak akan, lagian tidur kamu itu yang kayak gasing nggak bisa diem!" kemudian membaringkan tubuhnya sambil memeluk kanzha dan menjadikan tangannya sebagai bantalan kanzha
Dag dig dug dag dig dug, jantung kanzha serasa berdisko di dalamnya yang tidak bisa diam jika berdekatan dengan syabil.
"Mmm syabil,... aku boleh tanya sesuatu??" sambil menatap ke netra hitam gelap yang sangat mempesona itu menurut kanzha
"Iya apa"
__ADS_1
"Kamu kan tadi bilang kalau sudah memberikan pelajaran ke susan, kalau boleh tahu memangnya kamu apain dia?" tanya kanzha
"Ngapain kamu bahas Mak Lampir itu lagi ganggu suasana saja ,... yang pasti aku memberikan dia sebuah pelajaran yang tidak akan terlupakan!"
"Aku ingin bisa berdamai dengannya, tapi itu kayaknya mustahil"
Melihat wajah murung istrinya itu seakan hati syabil merasa sedih dan ia mendongakkan wajah cantik itu dan Cupp... ia mencium bibir yang sekarang menjadi candunya itu.
"Sudah kamu jangan khawatirkan apapun selama masih ada aku, sekarang kamu fokuslah dulu untuk kesembuhan kamu"ucapnya sambil membenamkan kepala kanzha ke dada bidangnya itu dan terlelap bersama.
***
Sinar matahari pagi pun menyinari kedua insan yang masih tidur dengan berpelukan itu, namun syabil langsung membuka matanya dan ia melihat awal harinya itu dengan wajah tidur istrinya seperti bayi yang menggemaskan, ia teringat ketika saat kanzha memejamkan mata karena kehilangan kesadaran. Itu adalah pertama kalinya syabil tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa memohon padanya.
"Jangan pernah membuat aku tak berdaya lagi rubah kecil.." ucapnya sambil mengelus lembut pipi kanzha
"Good Morning my wife" dengan suara berat syabil sehabis bangun tidur sambil mencium dahi kanzha
"Morning too" balasnya sambil mengeratkan pelukannya ke syabil
"Mmm apa kamu tidak mau bangun dan hanya diranjang terus ?? sebentar lagi cici dan mikha akan kesini rubah kecil, apa kami ingin mereka melihat kita sedang bermesraan seperti ini. Aku yakin mereka akan sangat iri" godanya ke kanzha
Kanzha langsung melepaskan pelukannya dan memalingkan wajahnya, demi sponsbob si busa kuning ia sangat malu sekali.
"Jangan sekali-kali kamu memalingkan wajahmu jika bersama denganku kanzha sakhira pratiwi karena aku tidak suka itu!!" ucapnya tegas sambil memegang dagu kanzha untuk mengahadapnya kembali
__ADS_1
"I Iya" jawab kanzha dengan gugup
"Yasudah aku siap-siap dulu karena hari ini adalah hari aku akan mendepak para penghianat itu!"
"Mmm apa aku boleh ikut... aku juga ingin hadir di rapat itu " mohon kanzha ke syabil
Mendengar permintaan kanzha itu membuat syabil marah.
"Lebih baik kamu disini saja jangan coba-coba membantahku Karena nanti kamu akan menerima hukuman dariku, dan hukumannya adalah aku akan meminta hakku sebagai suamimu!" ucap syabil dengan tegas
Kanzha yang mendengar penuturan dari syabil hanya bisa menunduk dan menurut saja karena jujur ia masih belum siap untuk memberikan apa yang syabil mau.
"Baiklah, aku akan disini saja" jawab kanzha sambil menghembuskan nafasnya lemah
Mendengar jawaban kanzha ada sedikit rasa kecewa dihatinya karena istrinya itu masih belum siap untuk melaksanan kewajibannya itu, namun saybil menampik rasa itu jauh-jauh dan berfikir mungkin ia ingin fokus dulu dengan kelulusannya
"Yasudah aku pergi dulu, cici dan mikha sudah sampai di bawah" sambil mengusap lembut kepala kanzha
"Hati-hati dan cepatlah pulang, aku menunggumu"
...***Bersambung***...
Hayo sebentar lagi waktunya berbuka nihh...siapa yang sudah gak sabar menunggu adzan Maghrib berkumandang untuk berbuka..😁
Jangan lupa tetap selalu dukung cerita INH dengan cara like sebanyak-banyaknya dsn coment yah 😊
#Terraikaka💗
__ADS_1