
"Wahh ibunda ratu memang the best bisa menaklukkan papa!" ucap syabil sambil melihat mamanya yang masih berbaring di sofa.
Vero langsung pergi dari mansion syabil karena ia tahu sendiri dengan watak seorang pak sanjaya bahwa dari setiap kata-katanya tidak pernah main-main.
Sedangkan kanzha sedari tadi hanya mendengarkan saja dan terus fokus memijat pelan pelipis mama wilna berharap mama mertuanya itu segera siuman. Tidak dipungkiri bahwa ia sangat bahagia mendengar bahwa syabil telah memilihnya dan tidak ingin kembali lagi dengan mantannya itu. "Apakah syabil sudah mencintaiku??" tanya kanzha dalam hati.
★★★
Dan beberapa saat kemudian mama wilna sudah siuman dan ia langsung menatap kearah anak sulungnya itu dengan tatapan yang serasa ingin mengulitinya hidup-hidup, dan syabil yang ditatap seperti itu sampai bergidik sendiri dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Jelaskan ke mama sekarang juga !! atau kanzha bawa mama pulang ke mansion utama!!" tegas mama wilna ke syabil
"Yahh mamaa...masak istri syabil dibawa sihh... kalau kanzha dibawa mama terus syabil sama siapa dong ma ??"
"Sama kucing garong saja sana!!"
"Yaelah mama kejem banget sih sama anak sendiri" ucap syabil sambil memeluk tangan mamanya itu
"Cepet jelaskan ke mama!!"
"Iya iya maa... gak sabaran banget sihh....inget ma orang sabar itu di sayang tuhan hehee"
"SYABIL SANJAYA PUTRAA!!!!."
"Siap ibunda ratu" sambil memberi hormat ke mamanya kemudian menjelaskan kejadian awal mula ia ketemu vero di rumah sakit tadi siang
"Terus bagaimana keputusan kamu ??" tanya mama wilna ke syabil
"Mama tenang saja, syabil tidak akan mengulangi kesalahan syabil untuk kedua kalinya ma. Dan syabil akan menjaga istri syabil dengan sebaik mungkin!"tegas syabil ke mamanya
"Baiklah kalau begitu hal yang mama takutkan selama ini ternyata tidak terjadi."
"Iya mamaku sayang!!" sambil mendusel dusel ke mamanya
"Heee enak saja kamu, mama itu punya papa yah !! sana kamu sama istri kamu sendiri saja ." ucap pak sanjaya sambil menarik syabil dari istrinya
"Yaelah pa,... sama anak sendiri pelit amat sih !! lagian syabil juga sudah punya sendiri kog!" lalu kemudian berganti mendusel dusel ke kanzha sedangkan pak sanjaya juga melakukan hal yang serupa ke mama wilna. Kanzha dan mama wilna hanya tertawa gemas melihat tingkah ayah dan ini yang sangat manja.
Tak terasa hari sudah mulai malam dan mama wilna beserta pak sanjaya pun berpamitan ke syabil dan kanzha untuk pulang ke mansion utama.
Setelah mengantarkan kepergian mama wilna dan pak sanjaya pulang, syabil langsung mendekap kanzha dari belakang dan langsung menenggelamkan kepalanya ke ceruk leher kanzha dan menciuminya.
"Hahaha aduh syabil geli tauu ! kamu ini apa-apaan sihh"
"Sekarang panggil aku seperti di depan mama tadi!" ucap syabil sambil terus menciumi tengkuk leher kanzha
"Hahah haaa apaa ?" tanya kanzha di sela kegeliannya itu
__ADS_1
"Cepat ! atau aku tidak akan berhenti"
"Ahh baik baik. M...Mas syabil.."
"Good girl, sekarang panggil aku seperti itu seterusnya dengan atau tanpa ada mama atau papa sekalipun." ucap syabil tanpa menerima bantahan
"Baiklah" jawab kanzha disela tawanya
Kemudian syabil langsung menggendong kanzha menuju kamar mereka.
"Mas turunin aku,.. aku bisa jalan sendiri! dari tadi digendong mulu sih...aku kan bukan anak kecil tau!"! protes kanzha
"Iya kamu bukan anak kecil tapi kamu adalah istri kecilku. Dan seharusnya itu dimana-mana kalau wanita digendong oleh suaminya itu malah senang ehh kamu malah selalu protes saja!"
"Kan itu suami istri pada umumnya sedangkan situasi kita berbeda mas."
"Apanya yang berbeda?" tanya syabil heran
"Kan suami istri itu pada umumnya menikah karena saling mencintai dan ingin menghabiskan mass tua kita dengan orang yang kita cintai sedangkan kita menikah hanya karena sebuah kontrak kan mas." jelas kanzha
Mendengar masalah kontrak itu membuat wajah syabil seketika mendung dan ia langsung membawa kanzha ke ruang kerjanya dan mendudukkannya di sofa.
"Kamu duduk diam disini dulu!"
"Haa memangnya mas mau ngapain? kalau mas mau menyelesaikan kerjaan mendingan aku ke kamar saja yah takut mengganggu konsentrasinya mas nanti !" sambik berdiri dan ingin melangkahkan kaki namun langsung berhenti mendengar kata-kata dari syabil
"Aku bilang duduk yah duduk saja! dan aku tidak menerima bantahan kanzha !" tekan syabil
Kemudian syabil membawa kontrak pernikahan mereka berdua dan langsung membakarnya, seketika kontrak itupun menjadi abu.
"Mas apa yang kamu lakukan ? kog kontraknya dibakar ?" tanya kanzha kaget
"Sekarang kontrak ini telah hangus dan tidak berlaku lagi"
"Haa A..Apa ??" ucap kanzha sambil bersedih dan hatinya serasa diremuk² "Apakah syabil sudah tidak mau bersamaku? Namun kenapa ia juga menolak untuk kembali lagi dengan si vero itu??" tanyanya dalam hati
Syabil yang melihat istrinya sangat bersedih segera menghampirinya.
"Hei kamu kenapa?" ucapnya sambil mengusap air mata kanzha.
"A..Apakah kamu sudah tidak ingin bekerja sama lagi denganku hiks hiks"
Tukk
"Auww..."
"Kenapa kamu berfikir seperti itu ?" tanya syabil dengan gemas
__ADS_1
"Lalu ??"
"Dengarkan aku baik² Kanzha Syakira Pratiwi.... aku ingin kita memulai semua dari awal seperti suami istri pada umumnya dan melupakan akan adanya kontrak itu !" tutur syabil dengan menatap intens wajah istrinya itu.
"Serius?" tanya kanzha
"Apa aku sekarang sedang dalam mode bercanda?" sambil menatap kanzha intens
"Tidak... ku kira kamu sudah tidak ingin melihatku lagi" ucap kanzha sambil tentunduk
"Mana mungkin aku tidak ingin melihat istri cantikku ini?" sambil memegang dagu kanzha dan menatap kedua iris mata yang membuatnya terpesona itu
Kanzha yang mendengar itupun langsung dibuat tersipu malu dan itu malah membuat syabil gemas.
"Dia kalau sedang tersipu sangat membuatku gemas sekali dan ingin kuterkam saja, sabar syabil tunggu seminggu lagi waktu dia sudah wisuda" monolog syabil dalam hati.
"Aku ingin kita saling belajar untuk mencintai, dan ingat aku paling benci dengan penghianatan sayang" ucap syabil dengan suara serak sambil memeluk kanzha dan menelusupkan kepalanya ke ceruk leher kanzha dan itu adalah posisi favoritnya dengan istrinya itu.
Kanzha yang mendengar itu entah kenapa hatinya sangat bahagia serasa ada rubuan kupu-kupu yang terbang di hatinya. "Ya baiklah aku akan belajar menjadi seorang istri yang baik buatmu dan aku berjanji untuk tidak menghianatimu mas" sambil tersenyum bahagia dan mengelus lengan syabil yang sudah bertengger di pinggangnya.
"Aku tidak suka kamu tersenyum ke laki-laki lain, dan ingat senyum manis istriku ini hanya untukku saja" rajuk syabil
"hahahaha iya iya,.. mulai sekarang aku akan menjaga sikapku dan batasanku ke laki-laki lain, kecuali dengan saudara sendiri" jawab kanzha
Mendengar jawaban dari istrinya itu membuat syabil tersenyum sangat bahagia.
"Kamu harus mengingat kata-kata yang kamu ucapkan saat ini, jika kamu melanggarnya maka kamu akan mendapatkan hukumannya sayang"
"Memang apa hukumannya??"
"Hukumannya aku akan membuat kamu mendesah keras di bawahku" sambil menaik turunkan kedua alisnya itu.
"Dasar mesmumm!" kesal kanzha
"Hahahaha tapi kan kamu akan ketagihan nantinya" sekali lagi syabil membuat kesal istrinya itu dan rasanya bahagia sekali menjahili istrinya sendiri
"Ishh sudah jangan diteruskan lagi..!!!" kesal kanzha sambil memukul syabil dengan bantak sofa yang ada di sampingnya
"Aduh aduh sayang ternyata kamu agresif sekali yah hahahhaa tapi aku suka itu dan aku berharap kamu juga akan seagresif ini ketika berada di ranjang"
"Ishh mulutnya kalau ngomong itu yah difilter dulu kanapa sihh!" dan terus memukuli Syabil
"Hahaha iya iya sudah, lebih baik kamu segera istirahat karena sudah malam"
Mendengar hal itu kanzha langsung nyelonong pergi saja meninggalkan suaminya yang menyebalkan itu.
Sedangkan syabil yang melihat tingkah istrinya yang pergi begitu saja sambil memasang wajah cemberut membuatnya terkekeh pelan dan kemudian menyusulnya.
__ADS_1
...***Bersambung***...
Maafkan author yang kemarin tidak update cerita yah readers 🙏🏻 dikarenakan neneknya author sudah dipanggil oleh sang Kholiq. Jadi mohon pengertiannya jika selama seminggu ini author akan tidak teratur update ceritanya 🙏🏻