
"Yasudah ini sudah malam . sebaiknya kita pulang" ajak syabil
"Iya tuan"
"Kamu jangan panggil aku dengan sebutan tuan lagi,.. kita ini mau menikah masak kamu manggil aku seperti atasan dan bawahan saja sih!" dengus syabil
"Ta...tapi tuan"
"Tidak ada tapi tapian pokonya kamu akan mendapatkan hukuman jika memanggilku dengan sebutan itu"
"Itu tidak mungkin"
Cup syabil mencium bibir kanzha
"Tu..tuan"
cupp
"kamu ini anaknya tidak mau nurut juga yah,... apa kamu senang aku cium terus😏"goda syabil dengan memeluk kanzha
"Haah ti tidak sa,, saya.." belum sempat kanzha menyelesaikan perkataannya namun syabil sudah membungkam mulut kanzha dengan ciumannya yg sangat memabukkan itu.
Syabil segera melepaskan ciumannya "Huftt hampir saja kebablasan.. sabar syabil cuma tinggal 2 hari lagi dia akan menjadi istrimu" gumam syabil dalam hati.
Jantung kanzha serasa berdetak kencang, dan pipinya menjadi memerah.
__ADS_1
haduh jantung kamu ini kenapa lagi sihh .. yang tenang sedikit dong.... jangan sampai tuan syabil tahu. bisa malu aku..
Sedangkan syabil melihat tingkah kanzha yang malu² dan melihat rona merah di pipi kanzha merasa ia sangat gemas sekali wanita di pelukannya ini.
"Mmm trus saya harus memanggil anda apa ?"
"Sayang"
"Haaa,... itu tidak mungkin"
"kenapa tidak mungkin?" ucap syabil dengan raut wajah yg sudah jengkel
"Ehh tidak..tidak ..baiklah sayang" ucap kanzha dengan sangat lirih dan menunduk kebawah karena ia tidak berani menatap mata syabil itu karena ia merasa sangat malu.
"Apa... kamu ngomong apa barusan, aku tidak mendengarnya" goda syabil
"Sayang sayang sayanggggggg...... puas!!" ucap kanzha sebal dan langsung menuju ke mobil
tanpa sadar syabil tertawa akibat tingkah lucu kanzha ."Wanita itu sangat membuatku gemas sekali akan tingkahnya"
kanzha dan syabil pulang menuju kerumah besar keluarga sanjaya.
Sesampainya di rumah langsung disambut oleh wilna mama syabil.
"Kebetulan sayang kamu sudah pulang. Apa kalian sudah makan?" tanya wilna
__ADS_1
"mmm belum ma,.."jawab kanzha
"Nak,..pipi kamu kenapa kog merah?" sambil mendekat ke kanzha dan memeriksa pipinya
"Eh tidak papa ma!" sambil menutupi pipinya dengan rambutnya
"Sudah jangan ditutupi ! sini mama mau lihat" tutur wilna karena sangat khawatir
dan ternyata pipi kanzha memerah karena bekas tamparan, itu sudah sangat jelas. wilna serasa tidak terima dan sangat marah. berani beraninya ada yg menampar calon mantu dari keluarga sanjaya.
"Siapa yg melakukan ini nak,... apa ini ulah ibu tiri mu lagi" tanya wilna dengan nada lembut, tpi sebenarnya dia sangat geram sekali dengan ibu tirinya kanzha ... serasa ingin ia lenyapkan saja dari muka bumi ini.
" Sudah lah ma jangan dipikirkan lagi. sekarang kanzha laper nih pingin makan masakannya mama" ucapnya dengan tulus
"Kamu juga syabil masak gk bisa jagain calon istri sendiri sihh, mama jadi sebel deh!!"
"Ih mama pilih kasih banget sih,... sama kanzha aja ngomongnya lembut banget kalau sama syabil aja bawaannya pingin nyembur aja!"
"Syabilllll.....!"
"Iya mamaku cantik,... ayok sekarang kita makan. kasihan tuh calon mantu mama sudah kelaparan" sambil memeluk mamanya
"Kamu ini yah dasar anak nakal!"
"Iya anak nakal ini anaknya mama wilna, heheheh...."
__ADS_1
kanzha sangat terhibur melihat kelakuan ibu dan anak ini 😄