Aku Bukan Dia! I'Am Not Him

Aku Bukan Dia! I'Am Not Him
Kekagtean Cici


__ADS_3

Susan yg mengetahui eksistensi kanzha semakin mempererat pelukannya kepada yoshi dan menyenggol bahu kanzha hingga jatuh dan tanpa sengaja telapak tangannya tergores batu yg tajam.


"Oupss kamu nggk punya mata yahh , makanya kalau jalan itu pakek mata" nyinyir susan


yoshi yg sedang melihat kanzha terjatuh dan terluka ingin segera menolongnya tapi tangannya di tahan oleh susan.


"Sayang kamu mau ngapain sihh....jangan sentuh dia nanti tanganmu bisa kotor tau" ucap susan ke yoshi


"Susan jaga sikapmu, dia itu kakakmu" balas yoshi


"Ih...kamu kog belain dia sih !! dasar nyebelin. dan ini semua gara² kamu cewek murahan !!"hardik susan ke kanzha


susan kemudian meninggalkan kanzha dan disusul oleh yoshi.


Kanzha yg hanya diam dan tidak peduli dengan omongannya susan, karena sekarang yg kanzha fikirkan adalah tangannya yg terluka cukup dalam.


"Duh si susan ini.. tadi dorongnya pakek kekuatan badak apa yahh .... sampek kek gini tanganku...mana aku gk ada persiapan lagi" ucap kanzha dan hanya menatap telapak tangannya yg berdarah


Cici menghampiri kanzha dan ingin bergandengan tangan sama kanzha..


"Aaww ...sakit ci"


cici yg kaget melihat telapak tangannya ada darah kanzha.


"Kanzha,.. kamu ini tangan kamu kenapa " ucap cici khawatir

__ADS_1


"Biasa dia lagi berulah lagi"


cici tahu yg dimaksud oleh kanzha ,..bahwa si dia itu adalah si susan adik tiri kanzha


"Gila bar² amat sih tu cewek!!"


"Udah ayok antarin aku ke UKS yah,.. soalnya kurang 15 menit lagi nih kelas dosen killer mau di mulai"


"yaudah ayok za" ucap cici sambil membantu kanzha


setelah selesai ke UKS kanzha mengikuti matkul ekonomi bisnis dengan khidmat meskipun dia sangat kesusahan untuk mencatat materi yg penting.


bel sudah menandakan bahwa jam matkul sudah selesai dan kanzha berbicara ke cici.


"Ci habis ini ikut aku ke cafe tempat kita nongkrong yahh,... ada yg mau aku bicarakan ke kamu" ucap kanzha


"Sudah tidak papa ci"


***


setelah sampai di cafe, cici memesankan minuman dan beberapa cemilan untuk mereka berdua.


"Zha,.. kamu mau membicarakan soal apa ??"


" Mmm ci,... sebenarnya lusa aku akan menikah"

__ADS_1


"Haaa.... seriusan lohh za !! kamu mau lagi ngeprank gue yahhh"


"ngeprank pale luu.... gue seriusan lahh"


"haaa serius...?? trus lo nikahnya sama orang kan zha"


"Bukan tapi sama kucing garong tuh di jalan!! yayalah gue mau nikah sama orang. luu kira gue nggk normal apa haa !!"


"Bukan gitu maksud aku zha.. kamu bilang nikahnya itu kayak mau bilang beli permen aja.. gampang bener dah"


"yah sudah takdir kali ci"


"Trus sama siapa kamu nikahnya??"


"Sama tuan syabil yg tempo lali kita ketemu di depan danau itu loh"


"Wahh beneran kmu akan menikah sama tuan syabil sanjaya calon CEO Sanjaya Groups??" ucap cici dengan syok


"Yah biasa aja kali ci ,..gak usah tuh mata mau copot ajah"


"Wahh nasib kamu mujur banget zha...dapet calon suami seorang pebisnis muda yg tajir melintir,.. ganteng lagi"


"Biasa aja kali"


"wah berarti gue punya sahabat yg tajir dong sekarang,....hahaha" ucap cici bahagia

__ADS_1


"Apaan sih ci, gak juga kali"


__ADS_2