
Kanzha yang duduk termenung tidak menyadari kalau hari sudah malam, dan perutnya pun meronta ronta ingin diisi.
"Haahh....sudah malam dan perutku sekarang lapar sekali, baiklah aku cari makan dulu saja habis itu langsung pulang" gumam kanzha
Kanzha yang hendak pergi dari taman tiba² melihat seorang ibu² yang sedang memunguti barang belanjaannya yang terjatuh lalu membantunya
"Mari bu saya bantu membawakan barang belanjaannya ibu, karena saya lihat ibu sedang kerepotan yah membawanya"tawar kanzha
"Tidak usah nak,... nanti menyusahkan kamu. Ibu bisa membawanya sendiri" balas ibu itu
"Tidak papa bu, ini tidak merepotkan sama sekali" balas kanzha sambil tersenyum
"Kamu ini anak yang cantik dan baik hati pula. Pasti ibu kamu sangat beruntung mempunyai anak seperti kamu nak" ucap ibu itu tulus
Kanzha yang mendengar itu langsung sedih karena ia sangat merindukan ibunya.
"Kenapa nak kamu kog terlihat sedih"ucap ibu itu sambil membelai kepala kanzha
Tanpa bisa menahan rasa yang ada dihatinya ia langsung meneteskan air mata
"Loh nak kenapa kog kamu malah menangis,.. apakah ibu salah bicara yah. Maaf yah apabila ada perkataan ibu yang menyinggung perasaan kamu" sesal ibu itu
"Tidak bu hiks hiks, anzha hanya rindu kepada bunda nya anzha hiks hiks" balas kanzha sambil sesenggukan
Ibu itu langsung memeluk kanzha dengan penuh kasih sayang
"Sabar yah nak... Anggap saja ibu ini adalah ibumu sendiri, kalau boleh tau memangnya kemana ibu kamu?" ucapnya sambil tersenyum
__ADS_1
Kanzha menceritakan semua kisah hidupnya kepada ibu tersebut termasuk dengan masalah pernikahannya, dan ia merasa sangat nyaman diperlakukan dengan tulus oleh ibu tersebut.
"Sabar yah nak... suatu saat hidup kamu akan bahagia asalkan kamu harus bersabar dan terus berusaha untuk mencari ibu kamu, ibu yakin itu! dan ibu yakin kelak hidupmu akan bahagia karena kamu adalah anak yg baik sekaligus anak yang tegar" tutur ibu tersebut
"Terimakasih bu, oh ya bu sampai lupa , perkenalkan nama saya kanzha" sambil mengulurkan tangan
"Nama yang cantik sekali seperti orangnya. Oh ya nama ibu adalah bu yuli" sambi menerima uluran tangan kanzha dan seketika itu kanzha mencium tangan bu yuli
" Sungguh mulia hatimu nak... ibu yakin kelak suatu saat hidupmu akan bahagia dengan suamimu asalkan kalian harus saling mengerti dan saling memahami. Karena pernikahan itu sejatinya tidak ada namanya pernikahan kontrak nak, melainkan pernikahan itu menyatukan 2 insan yang berbeda untuk saling melengkapi satu sama lainnya. Kamu harus belajar menerima dan mencintai suamimu dan kelak suatu saat suamimu akan bisa membuka hatinya untukmu " tutur bu yuli
" Baik bu,.. nanti anzha akan menuruti nasehatnya bu yuli"
"Panggil ibu saja nak... anggaplah ibu ini sebagai ibu kamu. Kamu boleh menceritakan semuanya masalah kamu ke ibu, karena kamu sudah ibu anggap sebagai anak ibu sendiri"
"Trimakasih bu" ucap kanzha sambil memeluk bu yuli
"Kita sudah sampai dirumahnya ibu nak"
"Wahh rumah ibu asri sekali banyak tumbuhan dan bunga2nya" kagum kanzha
"Ini semua ulah dari suaminya ibu nak, beliau suka sekali merawat tanaman hehehe"
"Oh ya ayok masuk nak, ibu siapkan makan malam untuk kamu"
" Maaf bu, bukannya anzha ingin menolak.. tapi bisakah diganti lain hari saja soalnya ini sudah malam, kanzha takut nanti suami kanzha mencari kanzha bu" tolak kanzha halus
"Oh iya nak kalau gitu kamu hati² yah pulangnya"
__ADS_1
"Iya bu,.. sama nanti sekalian salam buat suaminya ibu maaf belum bisa mampir"
"Gak papa nak besuk² ibu kenalkan kamu ke suaminya ibu yah, sekarang kamu pulang dulu saja yah takut suami kamu nanti khawatir"
"Iya bu, trimakasih yah sudah mau mendengarkan curahan hati nya anzha hehe"
"Iya nak. kamu juga jangan sungkan² lagi yah sama ibu. kalau ada apa apa kamu cerita sama ibu saja yah, sapa tahu ibu bisa membantu untuk mencarikan solusinya"
"Baik bu ...anzha pamit dulu yah" sambil mencium tangannya bu yuli
"Iya nak hati hati dijalan yah"
***
Sesampainya dirumah, kanzha terkejut sudah ada syabil yang berjalan mendekati nya dengan ekspresi yg sulit ditebak.
"Aduhh apa syabil akan memarahiku lagi, aku takut" ucap hati kanzha tanpa berani menatap syabil sambil menunduk
Tanpa disangka syabil langsung memeluk kanzha dengan sangat erat dan "Maaf"
kanzha yang mendengar syabil meninta maaf bagaikan disambar petir disiang bolong. baru pertama kali seorang syabil sanjaya putra meminta maaf selain kepada keluarganya dan itu ditujukan kepada dirinya .
****
Hai para reades jangan lupa like comen and share yah ... biar author semngat trus up nya. bocoran dikit di next capter itu syabil lagi kelagapan mencari kanzha yang tak kunjung pulang...
Wahai kanzhaa dikau betah syekaleee keluarnya tanpa disadari membuat babang syabil sampek kebakaran jenggot mencari dikauu 🤣.
__ADS_1