Aku Bukan Dia! I'Am Not Him

Aku Bukan Dia! I'Am Not Him
Kesepakatan


__ADS_3

"Eh bukan tante,... saya hanya sekretaris dari pak syabil" ucap kanzha membenarkannya


"Haaa apa benar itu nak?,.. anak Tante tidak pernah membawa seorang wanita ke rumah selama ini,.. hanya kamu saja yg baru pertama kali diajak syabil ke rumah ini" tutur wilna


"Perkenalkan dia adalah calon mantu mama namanya kanzha shakira pratiwi"ucap syabil


Kanzha mendengar perkataan syabil serasa disambar petir di pagi hari. Dia masih belum bisa mencerna perkataan syabil dan hanya mampu menatapnya dengan tatapan bingung.


"Wahh ternyata benar kan nak kamu calon mantu mama" ucap wilna sambil memeluk kanzha


"Mmm tante bisa saya bicara berdua dulu dengan pak syabil?? jawab kanzha sambil menundukkan pandangannya


"Nak kamu tidak usah memanggil tante,.. kamu juga harus memanggil mama seperti anak² mama karena kamu nanti juga akan menjadi bagian dari keluarga ini" tutur wilna sambil mengelus rambut kanzha


Kanzha sangat terenyuh karena baru pertama kali setelah sekian lama dia merasakan kasih sayang seorang ibu, tak terasa air matanya tumpah dengan sendirinya.


"Nak, kamu kenapa menangis?? Apa ada ucapan mama yang menyakiti perasaanmu??" sambil mengusap air mata kanzha

__ADS_1


"Tidak tante,... ketika tante mengelus kepala kanzha, kanzha seakan teringat oleh ibu kanzha"


"Nak sudah mama bilang jangan memanggil tante langi" ucap wilna sambil mengerucutkan bibirnya


"Ehh baik tan,.. maksud kanzha mama". ucapnya dengan senyum bahagianya.


"Yasudah kalian bicara berdua dulu, mama tinggal untuk menyiapkan sarapan dulu yah" sambil berlalu meninggalkan syabil dan kanzha


"Tuan, apa maksud anda berbicara kalau saya adalah calon menantu dari keluarga ini?"


"Bagaimana kalau kita membuat kesepakatan" ucap syabil


"Aku akan membantumu keluar dari lingkup keluarga handoko dan membantu kamu mencari ibu kamu" Tawar syabil


"Lalu apa yang saya harus lakukan tuan?" balas kanzha


"Kita berdua menikah dan berpura-pura saling mencintai" Ucap syabil

__ADS_1


"Apaa,... saya tidak mau bercanda dengan namanya pernikahan tuan syabil !!, dan saya mau menikah dengan orang yang saya cintai serta mencintai saya" jelas kanzha


"Ingat !! cinta itu ada karena terbiasa, jadi aku yakin suatu saat kita saling mencintai. Karena kurang seminggu lagi mama ulang tahun dan aku harus sudah menemukan calon istriku. Kalau tidak segera menemukannya bisa² aku dijodohin sama anknya teman mama, mana aku mau. Iya kalau itu cocok sama aku!!" nyerocos syabil panjang lebar


Kanzha mendengarkannya sambil melongo, krena baru pertama kali ini laki² menyebalkan dihadapannya sekarang bicara panjang lebar. Itu sungguh hal yang luar biasa menurut kanzha.


"Heiiii kamu gimana mau apa tidak menerima tawaranku !, malah melongo lagi. kalau orang bicara itu didengarkan" seru syabil


"Ihhh kog jadi nyolot sih tuan,... ini juga lagi mikir. Tapi kalau ketahuan sama tante gimana?" tanya kanzha


"Yah maka dari itu jangan sampai ketahuan lahh bodoh" jawab sybil


"Ih kog dikatain bodoh sihh tuan. Apa masih belum cukup saya membuktikan kemampuan saya" ucap kanzha tidak terima


"Iya iya maaf kamu cewek yang cerdas das dass banget sayang agak sedikit lola, tapi gpp cocok lah buat jadi calon istri aku" ucapnya sambil tersenyum


"Yaelah,.. baiklah aku terima tawarannya tuan. tapi tuan harus menepati janji tuan untuk membantu saya menemukan ibu saya"

__ADS_1


"Oke,... Deal !" jawabnya


__ADS_2