Aku Bukan Dia! I'Am Not Him

Aku Bukan Dia! I'Am Not Him
Perdebatan di depan lift


__ADS_3

Mendengar perkataan calon menantunya wilna juga ikut bersedih. Ia tahu kalau kanzha adalah seorang anak dari pengusaha sukses dan ternyata kehidupannya tidak begitu bahagia.


"Nak,.. kamu tenang saja. Mama tidak mencari memantu yang kaya raya . Tapi mama mencari mantu yg bisa menjadi istri yang baik dengan anak mama. Kamu bisa berjanji kan sama mama, jangan membuat mama kecewa "ucap wilna sambil mengelus kepala kanzha


suasana di ruang makan pun jadi sangat mengharukan. Syabil melihat adegan antara mamanya dengan kanzha merasa senang.


"Iya tante, kanzha akan mengusahakannya"


"Nak ...jangan memanggil tante. panggil lah mama, kamu sudah mama anggap anak mama sendiri"


"Ba baik ma." jawab kanzha.


"Tapi kanzha minta satu syarat yah ma" mohon kanzha


"Mmm kanzha kan masih ingin meneruskan kuliah kanzha, kanzha harap pernikahan ini dirahasiakan saja dari publik sampai kanzha lulus kuliah. Karena kanzha tidak ingin mengganggu belajar kanzha ma, apa boleh??" tanya kanzha sambil menundukkan kepalanya


"Iya nak mama setuju kalau begitu" jawab wilna.


***

__ADS_1


Setelah acara sarapan pagi selesai syabil dan kanzha pamit pergi ke kantor dulu karena kanzha ingin acara magangnya dipercepat, dan itu disetujui dari pihak kampus dengan bantuan syabil.


saat sedang berdua di mobil kanzha membuka pembicaraan untuk mencairkan suasana yg cukup membosankan menurutnya.


"Oh ya tuan syabil nanti tugas pertama saya apa ?" tanya syabil


"Tugasmu sudah ada di meja kerjamu" jawabnya


"Oh baiklah"


"Ingat kalau dikantor aku harap kita tidak saling mengenal agar tidak tercipta gosip² miring" ucap syabil


"Baiklah tuan"


"Tuan,... apa ada yg aneh dari saya?" tanya kanzha


"Maksudnya..?"


"Yah habis dari tadi kog orang² ngeliatin ke aku trus sih...emang aku ini badut apa yah ?" gerutu kanzha

__ADS_1


Syabil menahan senyumannya mendengar ocehan dari kanzha.


"Kamu itu yang ke GR-an. Semua orang itu melihat kearah ku karena jarang² direkturnya mau naik lift khusus karyawan" sanggah syabil dan sebenarnya syabil sudah tau semua karyawan di perusahaannya menatap kanzha apalagi yg pria menatapnya tanpa berkedip. Ada rasa kesal melihat situasi sekarang ini, maka dari itu syabil langsung menghampiri kanzha.


"Trus kenapa anda menaiki lift karyawan bukannya sudah ada lift khusus buat direktur sendiri, dan katanya anda bilang tadi kita berpura pura tidak saling mengenal


Kenapa malah sekarang mendekat ke saya?" sambil menunjuk dirinya sendiri


"Ini kantor milik siapa?"


"Milik keluarga tuan"


"Jadi apa ada larangan bahwa seorang direktur naik lift khusus karyawan?"


"Tidak juga sih,.. kan saya hanya bertanya"


"Dan pertanyaanmu tidak bermutu sama sekali" jawab syabil


Duh nii orang mulai kumat lagi versi menyebalkannya. Kenapa sikap dia dirumah dan di kantor sangat berbeda sih.. serasa ingin ku tendang ke laut aja nii makhluk tuhan paling menjengkelkan sejagad raya. gerutu kanzha dalam hati.

__ADS_1


" Yah terserah anda saja yah tuan,... mau anda naik lift khusus direktur, naik lift khusus karyawan ataupun naik becak keliling² taman Ancol itu bukan urusan saya" ucap kanzha sewot


Syabil mendengar perkataan kanzha ingin tertawa. Dan yah ekspresi kanzha saat ini sangat menggemaskan menurutsyabil.


__ADS_2