Aku Bukan Dia! I'Am Not Him

Aku Bukan Dia! I'Am Not Him
Who is she?


__ADS_3

"Saudara tapi tidak sedarah !!"


Kemudian tanpa banyak bicara rigas langsung memeluk ara dan tersenyum dengan bahagia sedarah membisikkan sesuatu ke telinga ara. Dan itu semua tidak lepas dari pantauannya reza yang membuat hatinya serasa panas sekali.


"Sial apa yang dibisikkan rigas ke ara!" protesnya dalam hati dan kemudian ia langsung pergi dari tempat itu agar tidak melihat adegan yang tidak disukainya itu.


Sebenarnya reza belum menyadari kenapa ia tidak suka bahwa ara dekat dengan laki-laki lain.


β˜…β˜…β˜…


"Tuh anak kenapa ?? lagi PMS kali yah? biasanya jadi patung eh sekarang marah-marah gak jelas" gerutu rigas


Kemudian ara hanya menatap punggung tegap pria itu dengan sendu.


***


Dikamar Kanzha


"Euhh..." erang kanzha yang sudah mulai bangun dari pingsannya tadi


"Sayang bagaimana perasaanmu saat ini?" tanya syabil khawatir


"Haa hmmm aku sudah tidak papa kog mas," jawab kanzha


"Syukurlah kamu sudah baikan nak, kamu harus jaga kesehatan kamu dan kesehatan debay yang ada di kandungan kamu sekarang yah,," ucap mama wilna


"Apa ma..?? anzha sekarang hamil??" tanya kanzha kaget sekaligus bercampur bahagia


"Iya anak bunda yang cantik, kamu sekarang sudah menjadi seorang ibu. Jadi kami harus bijak yah dalam menjaga kesehatanmu karena mdi tubuh kamu saat ini ada sebuah janin kecil yang sangat rentan jadi harus extra berhati-hati apalagi di trisemester pertama" terang nyonya aiden


"Baik ma bunda" balas kanzha bahagia


"Trimakasih yah sayang," ucap syabil sambil mencium kening kanzha


"Iya sama-sama mas, itu sudah menjadi kewajiban aku untuk mengandung anak dari suamiku tersayang ini," sambil mencubit kedua pipi syabil gemas


"Ulu-uluu so sweet nya, yuk ai kita keluar aja dari pada jadi nyamuk kita disini🀣" goda mama wilna


"Hehehe iya nih wil, ayok kita ke taman dapur aja buatin bumil makanan, biar cucu kita sehat-sehat di


dalam perut bundanya" timpal nyonya aiden


"Siap laksanakan nyonya besar hehehe" dan syabil serta kanzha dibuat tertawa oleh tingkah laku kocak kedua wanita hebat itu

__ADS_1


Setelah Mama wilna dan nyonya aiden keluar dari kamar kanzha langsung saja rigas and the gank perusuh masuk ke kamar tersebut tak lupa juga dengan ara yang sangat berantusias sekali bertemu dengan kakaknya itu.


"Kakak... mana keponakanku ??" teriak ara sambil langsung mendekat ke kanzha dan menggeser posisi syabil bahkan hampir saja terjengkang hingga membuat semua laki-laki disana tertawa sedangkan syabil hanya menggelengkan kepala saja melihat tingkah laku ajaib adik iparnya itu.


"Kakak mana keponakanku??" tanya ara lagi ke kanzha


"haaa yah masih di dalam perut kaka lah ara"


langsung saja ara mendekat ke perut kanza dan seakan berbicara kepada bayi yang ada di dalam kandungan kanzha


"Hallo keponakan aunty yang masih imut-imut, kamu sehat-sehat yah di dalam perutnya mommy kamu, dan kamu jangan nakal nanti kasian mommy kamu deh. Pokoknya besok kalau kamu sudah lahir nanti aunty ajak kamu ke rumahnya oma, disana enak dan banyak sekali hewannya dan bla bla bla" sekana ara sedang memberikan dongeng kepada bayi yang masih dalam kandungan kanzha dengan senyum bahagianya hingga membuat reza sedikit tertegun melihat senyum manis itu.


Namun tiba-tiba si daffa langsung menarik kera baju ara untuk menjauh dari kanzha


"Ihh apa-apa sih kamu itu!!" kesal ara


"Sudah kamu jangan ngoceh mulu kasian debaynya yang ada di dalem pasti telinganya udah kepanasan dengerin omongan kamu yang tiada ujungnya,!" sahut daffa


"Ishh dasar pengacara gadungan!!" kesal ara yang selalu saja di ejek oleh daffa


"Eh diem loh daf, ganggu suasana aja deh,"


"Apee luu ikut-ikut segala, kayak kabel aja main nyambung omongan orang!"


"Sudah diam kalau kalain pada ribut mendingan ribut di lapangan sekalian saja deh!" omel syabil


"Ada apa gas?" tanya syabil


"Ini kak cici sudah siuman, dan masalah disini sudah teratasi, aku pamit ke pulang saja yah kak dan ke rumh sakit mau njenguk cici," ucap rigas bahagia


"Bagaimana dengn keadaan Cici dan dafi gas?" tanya kanzha khawatir dengan keadaan kedua sahabatnya itu


"Kalau dafi sudah siuman kak, namun tangan nya harus di gif karena tulang nya retak sedangkan kalau cici matanya mengalami cedera kak, jadi harus mengalmi pemulihan bebera waktu hingga ia bisa melihat normal kembali" terang rigas yang langsung membuat kanzha ingin sekali menjenguk kedua sahabatnya itu


"Mass..." bujuk kanzha ke syabil bahwa ia ingin pergi ikut dengan rigas


"Tidak sayang!!"


"Ya tapi aku pingin tahu kondisi cici sama dafi mas,"


"Sudah ada mikha dan rigas yang akan menjaga mereka berdua, kamu disini saja untuk sementara waktu untuk memulihkan kondisi tubuhmu saat ini sayangku"


"Iya kak, lebih baik kakak istirahat saja terlebih dahulu, kakak juga harus menjaga kesehatan calon keponakan ku loh kak," timpal ara

__ADS_1


"Huftt baiklah... tapi rigas kamu harus hubungin kak kanzha yah bila terjadi sesuatu apapun itu!!" mohon kanzha ke rigas


"Siap kak",


"Aku ikut kamu pulang yah gas, aku gk bisa juga ninggalin tim lama-lama" ucap mark


"Oke mark" balas rigas


"Reza kamu ikut aku sebentar, ada yang aku omongin dengan kamu. Dan ara tolong kamu gantikan kakak sebentatmr yah untuk menjaga kakak kamu, kak syabil ada perlu sebentar dengan reza,"


"Baik kak, ara akan menjaga kak anzha dengan sebaik mungkin,"


"Oke thanks, ayo za kamu ikut aku" dengan mengajak reza untuk keluar dari kamarnya.


"Baik" jawab reza singkat dan segera mengikuti syabil


***


Di Taman


"Za, bagaimana urusan dengan black rose itu?" tanya syabil dengan serius


"Sudah di bereskan bil, tenang saja! geng mereka sudah dibawah kekuasaan kita," jawab reza


"Good, aku tidak mau ada seseorang yang mengancam keselamatan istri dan anakku untuk kedepannya lagi. Perketat semua keamanan rumah dan ruamah sakit. Sama carikan aku seorang pengawal wanita yang nantinya akan menjaga istriku sewaktu aku tidak disampingnya." titah syabil tak terbantahkan


"Oke kamu tenang saja bro, kejadian ini aku yakin tidak akan terulang kembali," sambil menepuk pundak syabil


"Trimakasih za, apa Sekarang kamu masih menunggu dia?"


"Entalah bil, aku juga tidak tahu dan aku masih menemukan jawabannya!" jawab reza sambil menatap kosong kedepan


"Aku hanya berpesan kepadamu za, jangan menyia-nyiakan orang yang sayang sama kita demi sesuatu yang tidak pasti, sebelum terlambat dan kamu pasti akan menyesalinya," tutur syabil


"Aku yakin dalam waktu dekat ini aku akan menemukan jawabannya,"


"Oke semoga beruntung, dan semoga pilihanmu tidak salah,"


***Bersambung***


Helloww semuanya author balik lagi nihπŸ˜… jangan lupa klik tanda jempolnya πŸ‘πŸ» koment and share sebanyak-banyaknya πŸ€—


Happy readings sahabat IKAKA πŸ’—πŸ€—

__ADS_1


#Ara



__ADS_2