Aku Bukan Dia! I'Am Not Him

Aku Bukan Dia! I'Am Not Him
Are You Ready?


__ADS_3

Para dokter pun datang dan segera memeriksa keadaan kanzha.


"Bagaimana keadaan istri saya sekarang dok?" tanya syabil


"Ya ternyata tubuh nyonya muda sangat memberi respon positif terhadap pengobatan kami dan itu membuat kondisi tubuhnya semakin membaik namun masih perlu banyak-banyak beristirahat agar masa pemulihan nyonya mudah akan cepat" jelas dokter itu


"Baik trimakasih dok" jawab syabil sambil tak henti-hentinya tersenyum bahagia.


Kemudian syabil mendekati kanzha ke ranjangnya dan menatapnya lekat-lekat dan kanzha pun sampai gugup dibuatnya.


"A..ada apa?" tanya kanzha ke syabil


"Kenapa kamu bertindak bodoh ? Kenapa kamu rela mempertaruhkan nyawamu ? Apa kamu tega membuat aku menjadi duda di usia yang masih muda?" sungut syabil ke kanzha sambil memberengutkan wajahnya


Khanza yang mendengar berbagai pertanyaan dari syabil hanya bisa melongo mendengarnya.


"Aku sekarang tidak papa kog!" sahut khanza


Kemudian syabil menyentil dahi khanza


"Tukk..."


"Aawww.... sakit tahuu!"


"Baru tahu kamu kalau sakit, makanya jangan sok-sok an mau mengecoh penguntit sendirian!" omel syabil


"Iya iya besok aku akan berhati-hati lagi!"


"Siapa bilang ada besok besok, jangan harap ya!"

__ADS_1


"Iya iya bawel amat sih,.. nanti aku gak sembuh-sembuh kalau kamu omeli terus!"


"Yasudah kamu istirahat saja !" titah syabil kemudian mengambil laptopnya dan mengerjakan sisa pekerjaan yang ada di Perusahaan Milan dan mencueki kanzha


Sedangkan kanzha yang dicueki syabil seakan merasa kebosanan diruangan itu, ia yakin sekarang syabil masih marah kepadanya, tapi bukan kanzha kalau tidak bisa membuat syabil peduli lagi kepadanya.


Kanzha berusaha untuk turun dari ranjangnya


"Jika kaki kamu menyentuh lantai akan aku rantai kaki kamu di ranjang biar bisa diam dan istirahat saja "ucap syabil sambil masih fokus ke laptopnya


"Haish aku bosan tahuu ... kemana mikha dan cici ?"


"Kenapa?"


"Setidaknya ada yang mengajakku berbincang dan tidak mati kebosanan disini!!" cemberut kanzha


Syabil kemudian mendekati istri kecilnya itu yang sedang merajuk,


Berbeda dengan kanzha yang sekarang debaran jantungnya berdegub kencang yang membuat dirinya jadi salah tingkah sendiri.


"A...aku ingin keluar jalan-jalan biar tidak bosan di kamar terus!" ucap kanzha dengan gugup


"Oke, aku akan menuruti kemauannya istriku yang cantik ini !"


Sontak mata kanzha langsung berbinar karena terselamatkan dari rasa kebosanan "Benarkah??"


"Hmm,... tapi ada syaratnya"


"Apa syaratnya?"

__ADS_1


"Kiss me" ucap syabil dengan senyum jahilnya


Kanzha yang mendengar syarat dari suaminya itu langsung memelototkan matanya


"Apaa...! Ish dasar kamu itu, aku ini sekarang seorang pasien tahu bisa-bisanya kamu meminta hal itu padaku, dasar suami yang suka memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan disaat istrinya sedang tak berdaya !" cemberut kanzha


"Oh jadi istriku ini tidak mau yah, yasudah kalau begitu aku saja!"


"Ka.. kam.,,,," belum sempat kanzha membalas perkataan syabil namun bibirnya sudah terlebih dahulu dibungkam oleh syabil dengan ciumannya


Kanzha merasa sangat merindukan ciuman yang lembut ini dan sama sekali tidak menuntut dan itu membuatnya seketika langsung terbuai dan mencoba untuk membalasnya dan mengalungkan tangannya di leher syabil. Syabil yang merasa sangat senang karena istrinya itu membalas ciumannya seakan ia ingin lebih dari sekedar ciuman tapi ia tahan hasrat itu kuat-kuat karena ia sadar akan kondisi istrinya saat ini.


Syabil melepaskan ciuman yang sangat memabukkan itu dan menatap wajah istrinya yang merah merona alami dan itu sangat cantik dan menggemaskan baginya. Kemudian ia mengangkat tubuh istrinya dengan hati-hati dan mendudukannya di atas kursi roda.


"Are you ready my little wife?" tanya syabil ke kanzha


"Yes I'am ready my husband" balas kanzha penuh semangat


Syabil mendengar itu sangat senang sekali karena tanpa disuruh istrinya itu memanggilnya husband


Syabil mendorong kursi roda kanzha untuk mengelilingi taman rumah sakit yang begitu rindang dan sangat sejuk udaranya sambil membalas semua celotehan istrinya dari yang tidak jelas sampai yang paling absurd sendiri dan itu membuat mereka tertawa bahagia dan sejenak melupakan masalah yang mereka hadapi saat ini.


...***Bersambung***...


Trimakasih yang masih tetep stay di cerita INH yah yeorobunn~~


Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan @Terraikaka


__ADS_1



__ADS_2