Aku Bukan Dia! I'Am Not Him

Aku Bukan Dia! I'Am Not Him
Mission


__ADS_3

"Akhirnya aku ada harapan untuk minta pertolongan" gumam kanzha dalam hati sambil menggenggam erat kotak anting tersebut.


Kemudian mereka berempat pergi menuju markas Khawirdzone yang letaknya cukup jauh dari mansion aren.


★★★


Kanzha kemudian memakai antingnya dan ia mulai mengaktifkan GPS yang ada di anting tersebut.


"Semoga saja dafi dan cici segera mengetahui notif gps ku" gumam kanzha dalam hati sambil terus menatap kosong keluar jendela mobil.


Di rumah sakit keluarga sanjaya dafi dan cici diletakkan dalam satu ruangan, sekarang keadaan mereka berdua sudah mulai membaik pasca operasi. Untungnya mata cici masih bisa di selamatkan dan tidak mengalami kebutaan namun untuk sementara ini ia harus menggunakan penutup mata karena matanya masih sensitif pasca operasi begitupun dengan kaki dafi yang tertimpa oleh spanduk yang mengakibatkan faktur tibia dan fibula pada kakinya dimana ketika kondisi tulang di tungkai bawah, yaitu tibia (tulang kering) dan fibula (tulang betis) mengalami patah. kedua tulang tersebut mengalami patah secara bersamaan dan diharuskan untuk memasang pen di tulang kaki dafi.


Sekarang kondisi Dafi dan cici sedang dalam masa pemulihan dan selalu dijaga oleh rigas dan mikha dan juga mama wilna. Sedangkan untuk papa sanjaya syabil reza dan mark sedang fokus mencari keberadaan kanzha sekarang.


"Sayang sebaiknya kalian berdua istirahat, biar mama yang menggantikan untuk menjaganya" seru mama wilna kepada kudua anaknya.


"Tidak ma, rigas mau menjaga cici saja. Kenapa ia belum sadar juga" ucap rigas dengan tampang kusut di wajahnya karena ia tidak tidur semalam dan selalu menjaga cici dengan baik.


"Iya ma mikha juga, gara-gara mikha kaki kak dafi patah. Mikha merasa bersalah dengan kak dafi ma, selama ini sikap mikha ke kak dafi kurang baik ma namun kak dafi masih mau nolongin mikha." ucap mikha sambil matanya berkaca-kaca.


"Iya mama tahu tentang musibah yang terjadi pada keluarga kita sekarang, namun jangan terlalu memaksakan kondisi tubuh kita nak. Karena kita juga harus menjaga kesehatan agar dapat merawat mereka dan menemukan kakak ipar kalian. Jika kalian sakit siapa yang akan menjaga mereka ?" bujuk mama wilna kepada kedua anaknya.


"Sekarang kamu istirahat dulu mikha, biar mama dan kakak kamu rigas yang jaga. Nanti setelah itu kita bergantian jaganya." ucap mama wilna lagi ke mikha


"Baiklah kalau begitu ma. Tapi jika kak dafi sudah sadar mama harus bangunin mikha yah" ujar mikha ke mama wilna


"Baiklah sayang, sekarang kamu istirahat dulu gih,"


"Iya ma".


Ketika mikha sedang ingin beranjak tiba-tiba "Tring...!!! Search me search me." Notif dari hp cici dan dafi dan itu adalah suara dari kanzha. Sontak mikha dan rigas menatap hp cici dan dafi dan langusng memeriksanya yang isinya adalah letak lokasi kanzha sekarang.


Rigas dan mikha kemudian mendekatkan hp cici dan dafi yang ternyata mendapat pesan notif yang sama. Dan kemudian rigas dan mikha saling bertatap dan langsung menghubungi kakak dan papa mereka agar segera ke rumah sakit sekarang juga karena telah menemukan keberadaan kakak ipar mereka.


Kemudian syabil papa sanjaya reza dan mark segera pergi ke rumah sakit.

__ADS_1


"Rigas mikha dimana keberadaan istriku!!" ucap syabil sambil ngos-ngosan karena ia berlari untuk menuju keruangan ini untuk segera mengetahui keberadaan istri tercinta nya kemudian disusul dengan reza mark dan papa sanjaya.


"Kak syabil lihat ini." seru mikha sambil menunjukkan notif di hp Dafi


Syabil langsung mengambil hp nya dafi dan membuka notif itu namun sayangnya akses menuju link tersebut terkunci dan tidak bisa dibuka. Namun syabil terus berusaha mongatak atik hp dafi itu namun tetap saja tidak bisa dibuka.


"Aku juga berusaha dari tadi kak namun tetap saja tidak bisa dibuka!" tutur rigas ke syabil


"Sini coba aku lihat bil" tawar mark dan mengambil ahli hp tersebut dari tangan syabil.


Lalu mark berusaha untuk membuka akses kunci tersebut. Ketika mark fikir kurang selangakah lagi ia bisa membuka kunci akses tersebut namun nyatanya ia tidak berhasil.


" Huft...Siapa sebenarnya yang membuat kunci akses ini kenapa ia cerdik sekali. Tidak ada cara lagi aku harus meretas hp ini" ucap mark


Syabil rigas dan mikha sudah tahu pasti yang membuat aplikasi akses kunci ini adalah kanzha.


Setelah beberapa lama akhirnya mark bisa juga membuka akses kunci tersebut dan mengetahui keberadaan kanzha sekarang.


"Akhirnya aku mendapatkannya!" seru mark dengan bahagia


Sontak syabil dan lainnya langsung mendekati mark.


"Sebentar aku akan memeriksa kemana ia akan pergi" balas Mark


"Capatlah!" sambung syabil tidak sabar


Kemudian mark pun terheran sekaligus terkejut mengetahui kemana arah gps itu akan pergi.


"Ada apa mark??" tanya syabil khawatir


"Syabil, seperti nya arah gps ini akan menuju ke wilayah Khawirdzone!" jelas mark


"Apaa !! kenapa bisa??" kaget syabil kemudian mengambil laptop mark dan melihat dengan jeli dan benar gps itu mengarah ke wilayah geng Mafia no 1 di dunia bawah yaitu Khawirdzone.


"Ini tidak bisa dibiarkan son, kita harus segera menyelamatkan menantu papa. Kamu tenang saja papa akan mencari bantuan dari relasi papa agar kita tahu bagaimana caranya bisa masuk ke wilayah itu." tutur papa sanjaya ke syabil

__ADS_1


"Kebetulan rekan kerja papa ada yang masih berhubungan dengan Khawirdzone" ucap papa sanjaya lagi


"Aku akan menyusul istriku sekarang juga" ucap syabil dengan tekad yang bulat.


"Syabil sebaiknya kamu jangan gegabah, namun kita harus memikirkan strategi dengan matang agar tidak terjadi pertumpahan darah disana!" cegah reza sambil menghadang syabil


"Tapi za... aku sudah tidak ada waktu untuk berbelit-belit dan aku tidak ingin jika terjadi sesuatu yang buruk ke istriku!!" sentak syabil


"Benar apa kata kakak. Kita harus segera menyelamatkan kak kanzha sebelum terlambat, dan aku akan ikut untuk menyelamatkan kak kanzha" ucap rigas


"Baiklah kalau itu yang kamu mau bil, namun kita harus mempersiapkan rencana cadangan jika terjadi sesuatu yang kurang mengenakkan" jelas reza


"Baiklah za, kamu atur saja . Aku akan mempercayaimu," jawab syabil


"Oke sebaiknya kita segera berangkat" ajak mark


"Papa di rumah sakit saja temenin mama sama mikha aku akan ikut dengan kak syabil, dan aku nitip cici yah ma pa mikh" ucap rigas


"Baiklah nak. Kalian semua hati-hati yah, kalian semua harus kembali dengan selamat dan harus bisa membawa menantu mama kembali" ucap mama wilna dengan deru air mata karena ibu mana yang tidak khawatir jika anak-anak mereka pergi ke area yang berbahaya.


"Oke ma.." ucap rigas san dan syabil bersamaan sambil memeluk mama mereka kemudian pamit juga ke papa mereka.


"Kami berangkat dulu yah ma, doakan kita agar bisa berhasil membawa menantu mama kembali" tutur syabil ke mama wilna


"Tentu nak, mama akan selalu mendoakan kalian agar berhasil dan kembali dengan selamat,"


"Kami pamit ma pa mikh " pamit rigas ke mama papa dan Mikha


"Hati-hati kak" jawab mikha dengan mata yang berkaca-kaca


Akhirnya syabil rigas reza dan mark menuju ke markas Khawirdzone untuk misi menyelamatkan kanzha dan membawa pulang menantu kesayangan mama wilna. Entah bahaya apa yang akan menyambut mereka yang pasti dengan keteguhan hati mereka akan melewati semua bahaya yang ada demi membawa kanzha kembali dengan selamat. Meski nyawa syabil taruhannya, karena syabil tidak bisa melihat jika istri kecilnya dalam bahaya.



...***Bersambung***...

__ADS_1


Haii readers jangan lupa klik ikon jempolnya yahh😊🙏🏻 dan tetap tunggu kelanjutan cerita selanjutnya. Semoga tetap syuka💗


#Terrraikaka


__ADS_2