Aku Bukan Dia! I'Am Not Him

Aku Bukan Dia! I'Am Not Him
Menikah


__ADS_3

Kesepakatan Pun terjalin antara kanzha dan syabil. karena mereka berdua fikir saling menguntungkan.


"Yasudah kamu mandi dulu habis itu langsung ke meja makan" tutur syabil ke kanzha


"Baiklah"


***


Syabil keluar dari kamar dan langsung diserbu berbagai pertanyaan dari makhluk tuhan yang paling disayangi yaitu mamanya dan adiknya.


"Wah sebentar lagi aku punya kakak ipar... jadi enak dung ada yg nemenin aku ketika aku bosan" Ucap mikha berseri seri


"Wahh bentar lagi mama punya calon mantu nihh.... asyiikk bakalan ada yang nemenin mama bereksperimen buat resep baru" ucap wilna bahagia


"Kuharap calon mantu papa cukup cerdas dalam dunia bisnis juga" pikir papa syabil


"Apaan sih pa, nanti kalau sudah menikah... calon mantu mama harus dirumah terus nemenin mama" protes wilna


"Setuju ma,... bisa juga tuh kakak ipar bantu ngerjain tugas² mikha hehehe..."

__ADS_1


Sementara syabil ditengah-tengah perdebatan mereka berdua merasa sangat pusing.


"Sudahlah mamaku yang cantik, adikku yg manis, dan papaku yang super keren,.... waktunya sarapan jangan bahas itu dulu" protes syabil


Sementara kanzha yang sudah selesai dari tadi merasa sangat gugup bertemu dengan keluarga syabil. Dia takut ketika ditanyai macam² dan tidak bisa menjawabnya, otomatis akan ketahuan kalau mereka sedang sandiwara di depan keluarga syabil. Dengan mengumpulkan keberanian akhirnya dia berani untuk keluar kamar. ketika kanzha sudah sampai di meja makan, semua orang memandanginya dengan takjub. bahkan syabil pun tidak berkedip dibuatnya.


"Wah wah wahh ternyata calon menantu mama sangat cantik yahh,.. bukankah begitu pa...bahkan anak kita sampai tidak berkedip melihatnya" goda wilna dan otomatis semua mata mengarah ke syabil.


"Emm sudah cepat duduk sini" ucap syabil sambil menunjuk kursi kosong disebelahnya.


"Oh ya nak...waktu mama ulang tahun mama tidak mau pesta. Mama mau kalian bertunangan saja"


"Ini minumlah dulu,.. sambil menepuk lembut punggung kanzha"


"Trimakasih" balas kanzha


"Ma,..apa ini tidak terlalu cepat! " bujuk syabil


"Tidak !!! kamu juga tidak baik terlalu lama pacaran, lebih baik segera halalkan saja. Tidak usah tunangan langsung nikah saja bagaimana??" ucap wilna

__ADS_1


kanzha dan syabil sangat kaget sampai melebarkan matanya.


"Mama ini apaan sih ma. katanya disuruh tunangan dulu eh sekarang malah disuruh nikah" gerutu syabil


"Nak kanzha,.. apakah mau menikah dengan anak mama yang menyebalkan ini tapi mama sangat menyayanginya. Meskipun sekarang dia sangat menyebalkan sebenarnya dia dulu orangnya memiliki sifat penyayang. Karena ada suatu hal yang mengubah sifat anak mama tidak seperti dulu lagi"mohon wilna sambil memegangi tangan kanzha.


Kanzha tidak tega menolak permintaan wilna karena ada sebuah kesedihan dimatanya.


"Ehmm,.. baiklah tante. Kanzha mau!" jawab kanzha


wilna yang mendengar jawaban kanzha merasa sangat senang dan segera memeluk kanzha sambil berderai air mata.


"Trimakasih nak,... mama tahu kamu itu anak yang baik!" sambil mencium dahi kanzha.


Kanzha yang mendapatkan perlakuan yang sangat lembut dari seorang ibu merasa sangat terharu dan meneteskan air matanya.


"Tapi apakah tante mau menerima kanzha. karena kanzha bukan lagi dari keluarga kaya raya. ibu kandung kanzha meninggalkan kanzha sejak kecil dan sekarang kanzha sudah diusir papa dari rumah" ucap kanzha sambil menundukkan kepalanya.


?¿?

__ADS_1


jangan lupa like,&komen


__ADS_2