
Beberapa bulan kemudian toko yang si mulai Al mulai membuahkan hasil, ini semua tidak luput dari bantuan dan dukungan keluarganya apalagi sang mama yang selalu memberinya resep kue yang baru. Semua tidak mudah beberapa kali dia harus mengalami kegagalan dan hampir menyerah namun tidak ada yang tidak mungkin jika di lakukan dengan sepenuh hasil. Toko kue yang dia beri nama Al bakery.
“ Biar mama aja yang kasih Viona makan kak” suara mama Diana sambil mendekat ke arah Alexsa sedang sibuk membuatkan bubur untuk sang buah hatinya.
“ Mama tau aja kakak lagi buru-buru, “ ucap Alexsa tersenyum lega.
“ Ia kak, mama nanti susul ke toko” tambah mama Diana.
“ Makasih ya ma, ini buburnya uda kakak siapin” ucap Alexsa memberikan pada sang mama untuk di berikan pada Viona.
“ Viona sama omah dulu ya nak, mami mau ke toko dulu” ucap Alexsa dengan lembut dan mencium Viona yang ada di strollernya.
“ Hati-hati kak “ kata mama Diana sambil mengambil bubur Viona.
“ Iya mama, kakak pamit ya ma” ucap Alexsa mencium pipi mama Diana dan berjalan keluar.
***
Mobil hitam terparkir di depan ruko Alexsa langsung keluar.
“ Makasih bapak” ucapnya pada supir yang setia mengantarnya.
“ Baik non saya pamit pulang” ucapnya dan menutup kaca memutar mobil meninggalkan toko.
Tap… tap
Langkah kaki Alexsa memasuki toko dengan beberapa plastik yang semalam dia beli untuk bahan kue. Alexsa membukakan pintu kaca dengan tangan satunya. Sarah tetangganya yang dulu membantu dia memulai usaha sudah mulai menata kue.
“ Pagi kak,,” sapanya meletakkan plastik di atas meja.
“ Pagi bu bos,,” jawabnya dengan senyumnya yang tidak pernah luntur.
“ Apaan sih kak?” ucap Alexsa yang tidak suka dengan sebutan bu bos dangan wajahnya yang manyun.
“ Kan kamu bos kita “ godanya sambil melirik Rere.
“ Iya kak” jawab Rere setuju sambil mengangkat alisnya sebelah.
“ Pesanan hari ini uda di siapin semua?” tanya Alexsa sambil mengambil menggunakan celemek yang berlogo nama toko.
“ Uda kita siapin semua kak, tapi kurir yang biasa ngantar kue lagi sakit kak” kata Rere mengambil handphone dari atas meja yang tidak jauh.
__ADS_1
“ Tadi dia sempat WA aku kak” ucapnya menyodorkan handphonenya pada Alexsa.
From : Mas Wahyu kurir
“ Re… hari ini saya ga bisa antar kue ya… dari semalam saya meriang. Saya uda coba hubungan bu Al tapi belum ada balasannya. Tolong sampaikan minta maaf saya sama bu Al ya”
Isi pesan dari Wahyu pemuda yang biasa mengantar kue pesanan ke pembeli.
“ Handphone kamu kemana dek?” tanya Sarah tetap melanjutkan pekerjaannya.
“ Oh iya habis batere kak, semalam aku lupa ngecasnya” jawab Alexsa mengambil handpone tak lupa dengan kabel putih dan mencari stop kontak.
“ Gimana dong pesanan pelanggan kita?” tanya Rere.
“ Kamu aja yang antar” saran Sarah menutup kaca usai semua kue selesai di susun.
“ Aku ga bisa bawa motor kak” jawab Alexsa sambil mengusap tangannya.
“ Beneran ga bisa bawa motor kamu?” tanya Sarah kurang yakin.
“ Iya kak,,, aku pernah jatuh jadi trauma” jawab Rere.
“ Yaudah biar aku aja yang antar pesanan, kamu sama bu bos jaga toko” kata Sarah berjalan kearah kasir untuk mengambil pesanan.
“ Tapi Al “ kata Sarah tidak enak hati.
“ Ga ada tapi tapian kak, aku ga mau Kesehatan keponakanku terganggu hanya karena kaka kantar pesanan ini” kata Alexsa menyakinkan.
“ Maaf ya kak, mulai nanti aku bakal belajar bawa motor lagi” ucap Rere yang ikut merasa bersalah.
“ Ga papa,,, yasudah Re bantu bawain kuenya ke motor ya. Jangan lupa alamatnya juga “ kata Alexsa sambil membuka celemek yang masih baru dia gunakan.
“ Siap bos” jawab Rere mengangkat tangan seolah menghormat.
“ Ada ada aja kamu” ucapnya tersenyum melihat tingkah Rere.
Semua pesanan yang sudah di siapkan di masukkan ke dalam box yang ada di motor khusus untuk mengantar pesanan.
“ Hati-hati bos,” ucap Rere memberikan list alamat para pemesan.
“ Sekali lagi kamu manggil begitu dapat kulkas 8 pintu… seriusss” kata Alexsa dengan nada mengancam.
__ADS_1
“ Hati-hati kakak cantik” ucap Rere kemudian menahan tawa geli melihat bosnya melotot.
“ Ini jangan lupa” kata Sarah menyodorkan handpone khusus kurir untuk menghubungi para pemesan.
“ Hampir aja lupa” kata Alexsa sambil mengambil handpone memasukkan ke dalam tas kecil.
“ Kamu hati-hati ya dek, maaf ga seharusnya kamu yang antar pesanan “ ucap Sarah.
“ Ga papa kak, uda ya aku mau berangkat dari tadi minta maaf mulu. Pelanggan uda pada nungguin pasti” ucapnya sambil menggunakan helm bersiap-siap berangkat.
Tak lama Alexsa mulai melajukan motor mengantar pesanan dengan bawaan yang cukup banyak.
“ Laki-laki yang ninggalin kamu akan menyesal Al uda ninggalin Wanita kuat dan setulus kamu” batin Sarah menatap Alexsa yang semakin menjauh meninggalkan toko.
“ Kak aku masuk duluan ya ada pembeli itu” ucap Rere melihat sebuah mobil berhenti di depan toko. Sarah hanya mengangguk dan ikut berjalan memasuki toko dengan hati-hati mengingat usia kandungannya sudah ke 7 bulan.
Alexsa melaju motor dengan kecepatan sedang karena jalanan pagi ini cukup ramai. Setiap pesanan di pastikan untuk sampai di tangan pemesan dalam keadaan bagus dan tidak ada kekurangan. Satu persatu kue yang tadi memenuhi kotak berkurang.
“ Sisa satu pesanan lagi” ucap Alexsa menatap tulisan kertas kecil yang tadi Rere berikan.
“ Capek juga antar pesanan” keluhnya dalam hati sambil mengendarai motornya keluar dari gang yang tidak begitu besar.
Setelah beberapa kali bingung dan bertanya beberapa orang akhirnya Alexsa sampai di rumah pemesan terakhir. Handpone yang dia bawa kehabisan batere, Alexsa kesusahan untuk menghubungi pelanggannya.
“ Ini deh rumahnya” katanya sambil melirik rumah besar dengan desain rumah glamor.
Alexsa menghentikan motor tepat di depan pagar hitam.
“ Benar ga ini rumahnya?” katanya lagi dengan sedikit ragu dan Kembali mengecek alamat di kertas.
“ Permisi …..“ ucap Alexsa sambil membuka helm dengan memegangnya di sebelah kiri.
Tak lama seorang bapak berpakaian hitam datang menghampiri Alexsa dan membukakan pintu.
“ Ada apa mbak?” tanya bapak berpakaian hitam itu dengan suara berat khas laki-laki berotot.
“ Saya mau antar pesanan kue pak atas nama Bu Mirna” kata Alexsa menyodorkan kertas ke arahnya.
“ Oh benar silahkan masuk mbak” ucapnya mempersilahkan Alexsa masuk dengan suara yang jauh lebih lembut dari sebelumnya.
“ Terimakasih pak” kata Alexsa sambil mengambil pesanan kue yang cukup banyak.
__ADS_1
“ Mari saya bantu bawa mbak” ucapnya sambil mendekat.
“ Terimakasih pak” kata Alexsa sambil berjalan mundur.