
Keesokan harinya sesampainya Alexsa di perusahaan Ken, waktu sudah menunjukkan angkat 9 dia mempercepat langkah menuju lantai 15 menggunakan lift.
Lift terbuka karyawan lainnya ikut keluar termasuk Alexsa langsung menuju meja kerjanya masing-masing. Di depan meja kerja Alexsa tampak Rama sedang berdiri sambil membolak-balik kertas.
“ Selamat pagi pak Rama” sapa Alexsa setelah dekat beberapa meter.
“ Akhirnya kamu datang juga, saya mau minta tolong hari ini kamu temani pak Ken rapat ke puncak kebetulan di sana ada beberapa proyek yang harus di cek” ucap Rama sambil memberi map pada Alexsa.
“ Hari ini saya akan mengantar data pak Broto, jadi saya minta tolong kamu yang mendampingi pak Ken” ucap Rama menjelaskan.
“ Baik pak saya akan menemani pak Ken kesana” jawab Alexsa pasrah.
Lagi-lagi ini adalah perintah Ken yang ingin menghabiskan waktu bersama Alexsa.
“ Pak Ken sudah ada di ruangannya, kamu bisa menunggu sebentar lagi” ucap Rama dan pergi meninggalkan Alexsa.
Alexsa menarik nafas dan menghembuskan nafas kasar.
Lalu Alexsa hendak mengetuk pintu untuk menanyakan keberangkatan mereka ke puncak. Setelah Ken memperbolehkan masuk, dia membuka pintu dan masuk.
“ Selamat pagi pak Ken, apa bapak sudah siap berangkat ke Puncak?” tanya Alexsa pelan.
“ Yah,,, sebentar lagi kita berangkat saya mau menyelesaikan pekerjaan saya terlebih dahulu “ jawab Ken dingin tidak seperti biasa yang akan menatap mata Alexsa pujaan hatinya.
“ Baik pak saya pamit “ ucap Alexsa sidikit mengerutkan kening dengan sikap dingin Ken tidak seperti biasanya.
Alexsa keluar dari ruangan Ken dengan penuh tanya dengan perubahan sikap Ken.
20 menit kemudian Ken keluar dari ruangannya masih dengan sikap dinginnya.
“ Kita berangkat sekarang pak?” tanya Alexsa berdiri dari bangku yang sudah menunggu Ken.
“ Iya…” jawab Ken dan berjalan dengan tangan di saku.
“ Ada apa dengan pak Ken? Apa dia sakit?” Alexsa bertanya-tanya dalam hati.
Mereka melangkah menuju lift tanpa ada satu kata pun yang keluar dari mulut masing-masing.
Lift terbuka Ken masuk dan di susul Alexsa di sebelahnya.
“ Apa dia marah karena aku menolak ajakan makan malam itu” Alexsa masih berpikir keras dengan sikap Ken acuh tak acuh padanya.
“ Atau dia baru putus dengan kekasihnya” batinnya lagi sesekali melirik Ken yang tampan dengan rambut yang di sisir rapi.
Mereka sudah ada di lantai dasar dan mobil juga siap mereka segera berangkat, kali ini supir yang biasa mengantar Ken lagi-lagi tidak ikut atas perintah Ken. Ken dan Alexsa segera masuk dan duduk bersebelahan. Mobil segera melaju memecah jalanan ibu kota yang cukup ramai dengan pengemudi lain.
“ Saya boleh bertanya pak? Apa bapak sakit?” tanya Alexsa pelan tapi sangat jelas di dengar Ken.
“ Saya baik-baik saja” jawab Ken tanpa melirik Alexsa sedikit pun.
__ADS_1
Melihat Ken yang tampaknya enggan berbicara dengannya, dia memilih diam dan melihat ke luar kaca.
1 jam lebih mereka akhirnya sampai di proyek, Ken memilih menggunakan jalan tol yang jauh lebih cepat. Dia juga mengemudi dengan baik sampai-sampai Alexsa bisa tertidur. Ken melihat wajah Alexsa yang tidur lelap membuat matanya tidak ingin melewatkan pemandangan ini. Ken memandang wajah Alexsa lekat dan tanpa sadar menyentuh rambutnya yang terurai. Ken Kembali mengambil pose Alexsaa tidur lelap.
Alexsa menggeliat membuka matanya perlahan, Ken sontak langsung buru-buru menyimpan handpone ke sakunya.
“ Kita uda sampai pak?” ucap Alexsa sambil menguap.
“ Iya baru saja, kamu enak sekali tidur” kata Ken membuka sabuk pengaman.
“ Maaf pak” ucap Alexsa mengucek matanya pelan.
“ Itu ilernya di bersihin dulu” kata Ken tersenyum.
Sontak Alexsa memutar badan membelakangi Ken.
“ Becanda “ kata Ken tertawa dan keluar dari mobil.
Alexsa molotot melihat atasannya itu yang tidak bisa di tebak, tadi sangat dingin sekarang Kembali jail dengan malu dan rasa kesal Alexsa keluar dari mobil.
Cuaca siang itu cukup terik, Alexsa mengambil masker dari tas hitam yang sudah dia siapkan sebelum bepergian kemana-mana. Tidak lupa Alexsa juga mengambil masker untuk Ken.
Di depan mereka terdapat bangunan yang sudah selesai hampir 50 %.
“ Bapak ini saya bawakan masker” ucap Alexsa setelah di dekat Ken berdiri.
“ Kamu tunggu di sini saja di dalam banyak peralatan berat,” kata Ken sambil membuka jasnya.
“ Di sini sangat panas, kamu pakai dulu jas saya” ucap Ken lagi sambil memberikan jas berwarna navy pada Alexsa
“ Baik pak” sahut Alexsa mengambil jas itu dari tangan Ken dan duduk di bawah tenda.
Sebelum memasuki area bangunan Ken juga menggunakan helm bangunan yang sudah di siapkan sebelumnya.
“ Hati-hati pak” kata Alexsa tersenyum.
Ken menjawab dengan senyuman.
...***...
Alexsa membuka handphone bermain sosial media untuk menghilangkan rasa bosan tiba-tiba terdengar suara ribut-ribut dari dalam.
Alexsa kemudian berdiri melihat ke arah bangunan.
Beberapa orang laki-laki tampak berbondong-bondong mengangkat seseorang.
sesaat kemudian Alexsa menyadari itu adalah Ken bosnya.
Alexsa langsung berlari mendekat.
__ADS_1
" Apa yang terjadi pada pak Ken?" tanya Alexsa menatap Ken.
" Tadi terkena balok bu" jawab seorang laki-laki.
Mereka membawa Ken menuju tenda tempat Alexsa tadi menunggu Ken.
Mereka menurunkan Ken di atas matras.
" Pak Ken bangun,,," ucap Alexsa menggoyangkan badan Ken.
" Tolong panggil dokter" ucap Alexsa memberikan perintah sambil menggoyangkan badan Ken terus.
Seseorang berlari dan menaiki motor dan berlari.
Meskipun Ken tidak terluka tapi Alexsa sangat panik Ken belum juga sadar.
Semua para kuli bangunan ikut khawatir melihat Ken belum juga sadar.
Laki-laki yang tadi pergi sudah kembali.
" Dokter sedang pergi lebih baik kita bawa ke puskesmas dulu" sarannya.
Alexsa hanya mau Ken segera sadar.
" Tolong bantu bawa ke mobil pak " ucapnya sedikit berteriak.
Alexsa langsung segera membuka pintu mobil dan para kuli saling membantu mengangkat Ken ke mobil.
Ken berbaring di paha Alexsa, dia mengusap wajah Ken pelan berdoa semua akan baik-baik saja.
Akhirnya mereka sampai Ken kembali di angkat dan bawa ke ruangan.
" Semoga pak Ken baik-baik saja" kata Alexsa panik.
Alexsa berjalan kesana kemari memikirkan Ken.
Pintu di buka Alexsa buru-buru membalikkan badan meminta penjelasan dari perawat.
" Suami ibu tidak apa-apa dia hanya pingsan" katanya membuat Alexsa sedikit lega.
Dia tidak begitu pusing di buat dengan kata-kata perawatan yang mengatakan dirinya istri Ken.
" Saya bisa masuk mbak?" tanya Alexsa.
" Silahkan Bu" ucap perawat itu sambil berjalan hendak ke ruangan lainnya.
" Makasih" ucap Alexsa sambil berlari kecil memasuki ruangan Ken.
Alexsa melihat Ken masih terbaring lemah dan disambungkan selang infus.
__ADS_1