AKU BUKAN JANDA 2

AKU BUKAN JANDA 2
Kantor Lama 2


__ADS_3

Alexsa melihat sekitar kantor yang dulu sempat jadi kantornya. Meskipun penyesalan itu tidak di pungkiri tapi Alexsa mendapatkan banyak pelajaran berharga dari semua itu. Akan ada hal indah yang akan membayar semua penderitaan Alexsa selama ini.


Alexsa duduk di ruangan yang dulu biasa di gunakan karyawan makan atau bersantai. Tak lama Nabila datang sedikit tergesa-gesa.


“ Al pak Arnol mau ketemu sama kamu” ucapnya dengan napas terpenggal-penggal.


“ Ha… mau ngapain?” tanya Alexsa tak percaya.


“ Katanya mau makasih langsung gitu” jawab Nabila menarik tangan Alexsa.


“ Aduh… pakaianku ngasal gini lagi” protes Alexsa tak lupa mengambil handphone yang terletak di atas meja.


“ Apaan sih Al. kamu pake daster aja bagus kok” kata Nabila tersenyum sambil menarik tangan Alexsa menuju lantai atas dengan lift.


“ Oh iya Al ingat gak Rama yang dulu pernah dekatin aku” kata Nabila sambil menunggu lift terbuka.


“ Rama yang mana?” tanya Alexsa tidak ingat dengan Rama yang di maksud sahabatnya.


“ Ih kamu aku pernah cerita juga, yang pernah anterin ke rumah kamu pas kamu masih hamil Viona” kata Nabila menjelaskan.


“ Oh iya ingat yang mobil hitam” kata Alexsa mengingatnya.


“ Kenapa dia?” tanya Alexsa lagi.


“ Dia ikut disini Al, tadi aku ga sengaja liat dia” jawab Nabila yang menggambarkan bahagianya bisa bertemu Rama. Laki-laki yang sampat dekat dengannya.


“ Masih suka sama yang itu?” tanya Alexsa menyentuh lengan Nabila.


“ Uda… yuk masuk” ucap Nabila menarik tangan Alexsa masuk ke dalam.


Bersama-sama mereka masuk ke dalam lift yang cukup ramai dan hampir semua adalah tamu undangan.


Tidak lama lift berhenti di lantai atas semua keluar bersamaan.


“ Aku malu Bil, nanti teman-teman ada yang ngenalin aku lagi” kata Alexsa tak ingin ikut.


“ Ga papa Al, aku disini kok” jawab Nabila menyakinkan.


Alexsa hanya bisa pasrah dan mengikuti Langkah Nabila, acara inti sudah selesai dan sekarang hanya acara hiburan dan makan.


“ Oh itu pak Arnol” ucap Nabila tak sedikitpun melepas genggamannya pada Alexsa.


“ Malam Pak Arnol” kata Alexsa sambil tersenyum kaku sedikit membungkuk.


Sesaat mata Alexsa tertuju pada Ken yang duduk di sebelah pak Arnol“ Malam Alexsa… kue buatan kamu sangat enak. Semua menyukainya” ucap pak Arnol memuji.


“ Makasih pak, saya senang kue buatan saya bisa jadi pilihan di hari special ini” kata Alexsa.


“ Sama-sama Alexsa” ucap pak Arnol.

__ADS_1


“ Kalau begitu saya permisi pak” tambah Alexsa.


“ Silahkan-silahkan” kata pak Arnol kemudian.


Pov Kenziee Mahanta


Hari ini aku di undang oleh rekan bisnisku Arnol dan orangtua kami juga sudah berteman baik sejak dulu. Aku sudah menganggapnya seperti saudara sendiri. Acara ini untuk perayaan proyek besarnya yang sukses, sebagai rekan bisnis yang sewaktu-waktu akan saling membutuhkan aku memenuhi undangan itu.


Sesampainya di perusahaan Arnol aku bertemu rekan-rekan dari perusahaan lain yang juga ikut di undang. Acara di mulai dengan lancer dan sampailah di acara hiburan dan makan malam.


Seorang pelayan berpakaian hitam putih datang membawakan kue dan minuman juga beberapa cemilan. Saat melihat kue yang tidak asing lagi, aku Kembali mengingat Alexsa.


Karena penasaran aku mengambil satu kue dan memakannya.


“ Ini buatan Alexsa” kataku dengan yakin.


“ Bro,,, kuenya enak ya” pujiku mulai mempersiapkan kata-kata dan melahapnya lagi.


“ Ini kue buatan mantan sekertaris gue dulu” jawab Arnol membuatku semakin penasaran.


“ Dia sempat kerja di perusahaan ini?” kataku dengan penasaran.


“ Iya bro, dia adalah sekertaris terbaik selama gue kerja. Dulu gue mau jadiin dia bibi keburu keluar” jawab Arnol tanpa rasa curiga.


“ Perempuan yang dulu lo bicarain itu yang ini” kataku memastikan.


“ Iya bro,,, gue juga ga tau kenapa tiba-tiba dia keluar. Tapi gue dengar-dengar dari karyawan gue dia hamil luar nikah” tambah Arnol lagi.


“ Hati-hati makanya” ucap Arnol tertawa.


“ Dia memang sangat cantik,” puji Arnol membuatku sedikit cemburu.


“ Dimana dia?” kataku sambil membersihkan sisa minuman di sisi mulutku.


Arnol tampak mencari seseorang dan akhirnya memanggil karyawan yang lewat.


“ Dinda..” ucapnya pelan.


Tak begitu lama Wanita berpakaian tertutup itu datang.


“ Ada apa pak?” tanya Wanita berjilbab.


“ Tolong kamu panggilkan Nabila sekarang juga” kata Arnol dengan gampang.


Sedangkan aku masih belum bisa mencerna ucapan Arnol barusan, itu artinya Alexsa belum menikah.


Beberapa saat seorang Wanita pendek rambut datang mendekati meja kami.


“ Ada apa pak? Ada yang bisa saya bantu?” ucap Wanita itu.

__ADS_1


Eh,,,, sebentar aku seperti mengenal Wanita ini tapi siapa?


Aku mengingat wajah Wanita ini yang sepertinya pernah aku lihat sebelumnya.


“ Alexsa sudah pulang?” tanya Arnol.


“ Belum pak masih ada di ruang sebelah kantin” jawab Wanita itu.


“ Kenapa tidak ikut kesini? Tolong panggilkan?” perintah Arnol.


Di sisi lain tepat di meja sebelahku Rama sedang tersenyum pada Wanita yang sedang mengobrol dengan Arnol. Seketika aku ingat Wanita itu pernah di bawa Rama jalan-jalan.


“ Pacar kadal ini ternyata” kataku menatap Rama dengan jijik.


“ Sebentar saya panggilkan pak” kata Wanita itu sambil memutar badan dan pergi.


Pikiranku Kembali berkecemuk pada Alexsa, Wanita yang diam-diam aku cintai bahkan sampai setengah tahun.


Aku menunggu dengan gelisah, menunggu kedatangannya.


“ Ayo lanjut makannya” ucap Arnol.


Aku hanya tersenyum dan beberapa kali menoleh kearah lift berharap dia adalah Alexsa.


Setelah cukup menunggu lift terbuka, orang-orang keluar dari lift dan Alexsa juga disana Bersama Wanita tadi.


Wanita itu menarik tangan Alexsa berjalan mendekati mejaku dan Arnol.


Jantungku begitu berdetak dapat melihat Alexsa Kembali setelah kejadian di restoran malam itu.


Arnol mengobrol dengannya sebentar dan akhirnya dia memutar badan dan menjauh dari meja kami.


“ gua mau dia jadi sekertaris gue bro” ucapku kemudian.


Arnol menatapku seperti ada yang aneh.


“ Ada yang salah?” kataku menatapnya Kembali.


“ Bukan salah, tapia pa dia mau. Gue dengar usaha kue dia sukses” ucap Arnol.


“ Gue minta tolong ni bro bantu gue buat jadiin dia sekertaris gue” ucapku sedikit berbisik.


“ Lo suka sama dia?” tanya Arnol menatapku serius.


“ I..ya “ jawabku sedikit ragu.


“ lo yakin Tante Melinda akan terima punya menantu yang” ucapan Arnol terhenti.


Aku paham maksud Arnol apa. Jujur aku juga tdak tau harus menjawab apa.

__ADS_1


Karena aku sendiri tidak tau apa pendapat orangtuaku nantinya.


“ Tapi aku akan membantu agar dia jadi sekertarismu, Alexsa punya potensi sangat luar biasa di usianya yang terbilang muda” ujar Arnol kemudian.


__ADS_2