
Ken langsung keluar dari kamar kedua orangtuanya untuk menemui sang pujaan hati dan sang kakak yang masih mengobrol di ruang tamu.
Ken melihat mereka sedang mengobrol sudah begitu akrab.
" Lagi bicarain apa sih? Kayaknya seru" tanya Ken duduk di sebelah Alexsa.
" Ini urusan perempuan" kata Maya tertawa kecil melihat Alexsa.
Alexsa juga tertawa kecil mendengar ucapan Maya.
" Kapan kalian akan menikah?" tanya Maya menatap Alexsa dan Ken bergantian.
" Kita masih tahap mengenal satu sama lain kak" jawab Alexsa tersenyum.
" Tapi kalian kan udah saling percaya" ucap Maya lagi.
" Kita ga mau buru-buru kak" ucap Ken kemudian.
Alexsa menatap layar handphonenya sudah waktunya pulang, apalagi putrinya ikut pasti tidak baik udara malam untuk kesehatannya.
" Kayaknya kami harus pulang kak," ucap Alexsa meskipun masih ingin mengobrol lebih lama lagi.
" Oh iya... Sebentar aku panggilin mereka" ucap Maya sambil berdiri hendak ke kamar Reyhan.
" Makasih sayang kamu uda mau datang ketemu sama keluarga besarku" kata Ken memeluk Alexsa.
Alexsa membalas pelukan Ken.
" Aku bersyukur karena di terima di rumah ini" kata Alexsa.
Di kamar Reyhan ternyata anak-anak sudah tertidur pulas di ranjang, sedangkan Mona dan Bela baby sister baru Reyhan sedang mengobral di sudut kamar.
__ADS_1
" Wah mereka sudah tidur rupanya" ucap Maya dengan pelan dan mendekati tempat di mana Mona dan Bela duduk.
" Mereka pasti kecapean main bu" ucap Bela.
" Wah pasti seru tadi. Oh iya Mon kalian mau pulang" ucap Maya berusaha untuk seramah mungkin pada mantan baby sister putranya itu.
" Baik bu, " jawab Mona paham hendak memangku Viona.
" Eh... sebentar Mon. Saya mau bicara sebentar sama kamu" ucap Maya pertama kali memegang tangan Mona.
Mona panik dan juga kaget, dia ingin segera keluar dari rumah ini dan pulang.
" Saya minta maaf dulu saya bersikap kasar sama kamu" ucap Maya sambil melepas pegangannya pada tangan Mona.
" Sekarang saya sudah menyadari semuanya" ucap Maya lagi sangat menyesal.
Karena selama bekerja menjadi baby suster untuk Reyhan, dia selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik meskipun May memperlakukan dia tidak baik.
" Bu,,, dari awal saya tau ibu baik. Hanya setelah melahirkan emosi ibu jadi kurang stabil. Tapi sekarang ibu sudah menyadari semua. Saya juga minta maaf ya bu kalau dulu selama bekerja teledor dan kurang cekatan" kata Mona terharu dengan mantan bosnya.
Maya bergerak dan memeluk Mona karena selama ini Maya juga merasa bersalah pada Mona.
" Ah... kok jadi ikut nangis" kata Bela yang sedari tadi ada si sana.
" Hahaha" Mona juga ikut menangis.
"Kamu pasti beruntung punya bos kayak Alexsa ya ga cerewet kayak aku"kata Maya tertawa melepas pelukannya.
" hahaha Kak Alexsa cerewet kok bu kalo aku ada yang Salah" Jawab Mona beberapa kali melakukan kesalahan di hadapan Alexsa.
" Ah... Masa Alexsa cerewet? " kata Maya tidak yakin.
__ADS_1
"Iya bu... tapi Kak Alexsa cerewetnya pas lagi benar-benar salah aja" tambah Mona menyindir Maya yang dulu hampir setiap hari mengomel.
Maya tertawa dan tiba-tiba menutup mulut mengingatkan Reyhan dan Viona sedang tidur.
"Itukan dulu sekarang saya uda jarang marah-marah " jawab Maya mencoba untuk membela diri.
"Sayang sekali kalian harus pulang" ucap Maya tidak ingin membangunkan Viona.
" Iya bu, lain kali kami akan datang lagi" jawab Mona pelan-pelan menangku Viona yang sudah tidur dengan nyenyak.
" Iya dong... harus itu mah" ucap Maya mengusap rambut Viona penuh kasih sayang.
Mereka secara beriringan keluar dari kamar Reyhan.
"Kak kita pulang ya, makasih kita uda di undang untuk makan malam" Alexsa bangkit berdiri.
"Sering-sering ya main ke sini" ucap Maya memeluk Alexsa tanpa ada lagi rasa canggung di antara mereka.
"Salah sama tante sama om ya kak"ucap Alexsa tersenyum.
"Iya Al,,, Kalian hati-hati " jawab Maya.
Ken meraih kunci mobil dan mengantar Alexsa kembali ke rumah.
" Kak aku antar mereka dulu "pamit Ken pada sang kakak.
"Iya... Jangan ngebut Ken,. "ucap Maya mengingatkan.
"Aman kak" jawab Ken singkat.
Mereka berjalan menuju mobil Ken dan segera meninggalkan rumah Mami Melinda.
__ADS_1