AKU BUKAN JANDA 2

AKU BUKAN JANDA 2
Isi Hati Dikki


__ADS_3

POV Dikki Kelvin


"Alexsa" nama yang akan selalu aku ingat.


Sejak aku bertemu dengannya di mall rasa rinduku padanya semakin besar.


Aku sudah berusaha untuk mencari informasi keberadaan dari sahabatnya Nabila tapi tidak mendapat apa-apa, tentu aku tidak akan langsung menyerah begitu saja.


Aku akan berusaha untuk mendapatkan informasi tentang Alexsa.


Sejujurnya di lubuk hatiku paling dalam aku masih sangat mencintai Alexsa, aku sangat merindukannya.


Saat kejadian 5 tahun yang lalu aku benar-benar belum siap menjadi seorang ayah.


Dan itu sebabnya aku meminta janin yang ada di rahim Alexsa untuk di gugurkan. aku akui saat itu aku memang pengecut yang tidak mau bertanggung jawab atas perbuatanku sendiri. Sungguh aku sangat menyesal karena sudah meninggal Alexsa saat itu dan ditambah lagi aku sudah membunuh bayiku sendiri. Apakah aku mendapat balasan karena pernah menyia-nyiakan kesempatan untuk memiliki anak.


Hari ini aku dan istriku Aulia pergi ke salah satu mall untuk berbelanja sesuatu.


Aku dan Aulia sudah menikah hampir 4 tahun tapi sampai hari ini kami belum juga di karuniai seorang anak. Aku yakin Aulia yang bermasalah karena 5 tahun lalu Alexsa pacar yang aku sayangi bisa hamil. Meskipun janin itu sudah ada di surga.


Aku tanpa sengaja melihat Alexsa dan dua bocah yang sangat menggemaskan berjalan bergandengan. Aku saat itu terpaku melihat Alexsa.


" Anak siapa itu?" tanyaku dalam hati tidak berhenti menatap Alexsa yang semakin jauh. Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan aku mengikuti langkah mereka.


" Apa itu adalah anakku? Darah dagingku?" batinku dalam hati menduga-duga.


Dari jauh aku melihat Alexsa begitu tulus menjaga kedua anak kecil laki-laki dan perempuan.


" Sebenarnya anak siapa itu?" tanyaku lagi.


" Kenapa tiba-tiba aku begitu senang melihat mereka" batinku dalam hati.


Untuk bisa dekat dengan mereka akhirnya aku memilih untuk ikut masuk ke restoran dan duduk tidak jauh dari tempat duduk Alexsa.


" Ma... Aku mau makan ini" kata anak kecil perempuan yang duduk di sebelah Alexsa.


"Mama..." ucapku pelan.


" Itu artinya anak kecil ini anakku 5 tahun lalu" kataku antara bahagia dan juga benci diriku sendiri.


Bagaimana bisa aku membiarkan Alexsa melaluinya sendiri.


Tanpa sadar air mataku menetes begitu saja.


" Oke... Mama tulisin ya, bang Reyhan mau makan yang mana?" tanya Alexsa lagi.

__ADS_1


" Ini bunda" jawab anak laki-laki aku bisa mendengar cukup jelas.


" Bunda,,"siapa lagi ini aku semakin bingung anakku yang mana.


" Kamu yakin makan roti sayang,?" tanya Alexsa.


" Iya bunda" kata anak laki-laki itu menjawab.


" Yah uda deh.... Kakak-kakaknya mau makan apa? " tanya Alexsa lagi.


Di meja itu ada dua orang wanita berpakaian rapi sepertinya seorang baby sitter.


Saat mendengar suara tawa mereka entah kenapa aku begitu senang.


" Rupanya kamu bahagia tanpaku" kataku sambil memakan steak yang aku pesan tadi.


" Apakah diantara anak kecil ini adalah anakku? atau keduanya" batinku bertanya-tanya apa janin yang dikandungan Alexsa selamat.


" Uda pada kenyang belum?" tanya Alexsa.


" Mama mau es krim" ucap anak perempuan itu menggemaskan.


" Yah boleh,,, tapi kita jalan-jalan dulu mau main game ga?" kata Alexsa lagi.


" Mau bunda" kali ini anak laki-laki yang menjawab.


" Ma... papa kemana? papa ninggalin kita?" tanya anak perempuan itu pada Alexsa.


" Papa masih kerja sayang, nanti papa nyusul sama kita" jawab Alexsa.


" Apa papa?" ucapku seperti ada pisau yang menyobek hatiku. Rasanya aku tidak percaya kalau Alexsa sudah menikah.


" Mbak... saya mau bayar" katanya lagi.


Tidak lama seorang pelayan datang menghampiri Alexsa aku melihat dia mengeluarkan kartu kredit berwarna hitam.


" Black card" bisikku di dalam hati tidak percaya.


"Makasih mbak" ucap Alexsa tersenyum sopan.


" Mama mau ganti sepatu dulu sebentar kalian tunggu di sini ya" ucap Alexsa sambil berdiri dan bersiap untuk pergi.


Saat hendak pergi tanpa sengaja dia melihat ke arahku dengan cepat aku memalingkan wajah.


" Semoga dia tidak melihat aku" harapanku di dalam hati.

__ADS_1


Untuk saja Alexsa sudah berjalan keluar dari restoran, aku langsung membayar makanan yang aku pesan dan hendak keluar untuk menemui Alexsa bertanya langsung tentang anak kami.


Aku berlari kecil dari belakang mengikuti langkah kaki Alexsa.


Karena pengunjung cukup ramai aku kehilangan jejak Alexsa dan tiba-tiba tanganku di genggam seseorang.


" Sayang kamu kenapa ninggalin aku?" ucap Aulia dengan wajah cemberut.


" Sayang.... maaf tadi aku lapar" jawabku sambil mengambil tas belanjaan dari tangan istriku.


" Kamu bosan ya?" tanya Aulia lagi memeluk lenganku.


" Gak kok sayang,,, belanjanya uda? Yah uda kita pulang" kataku sambil mengusap wajah Aulia.


Dia memang istri yang baik dan mencintaiku sepenuh hati tapi keluarga besarnya beranggapan bahwa aku laki-laki lemah karena sampai saat ini kami belum juga di karuniai seorang anak.


Aku dah Aulia berjalan menuju perkiran yang tidak jauh. Aku masih mencari-cari keberadaan Alexsa di sana berharap dapat bertemu lagi.


Sesampainya di dalam mobil sepertinya semesta alam berpihak kepadaku hari ini.


Aku kembali melihat Alexsa berjalan kembali masuk ke dalam mall.


" Sayang..." panggil Aulia menyentuh lenganku lembut.


" Kamu liatin apa? Serius banget" tanya Aulia mengikuti arah pandang mataku lurus ke depan.


" Bukan sayang, aku tidak melihat apa-apa," jawabku sambil memasang sabuk pengaman.


" Oh... ya sudah" jawab Aulia percaya.


Aku langsung menyalakan mesin mobil dan perlahan mundur mengikuti jalur keluar.


Di jalan aku tidak berhenti memikirkan apa yang tadi aku dengar dan lihat. Hati kecilku sangat yakin itu adalah anakku dan Alexsa.


" Aku harus mendapat bukti" batinku begitu yakin.


" Sayang... aku perhatiin dari kita balik dari mall kamu sikapnya aneh, ada apa sayang? kamu ada masalah?" tanya Aulia yang ternyata menyadari perubahan sikapku.


" Ga kok sayang,,, semua baik-baik saja" jawabku berusaha untuk tidak gugup.


Aku bisa melihat ada rasa kurang puas pada wajah Aulia mendengar jawabanku barusan.


Rasanya tidak mungkin aku mengatakan hal yang baku sendiri belum tahu kebenarannya.


Aku sangat berharap kalau diantara anak kecil itu adalah anakku dan Alexsa.

__ADS_1


POV Dikki Kelvin off


__ADS_2