AKU BUKAN JANDA 2

AKU BUKAN JANDA 2
Mami Melinda


__ADS_3

" Dasar wanita murahan" desis Maya semakin membuat Alexsa menangis.


Alexsa tidak pernah menyangka akan mendapatkan perlakuan buruk seperti ini. Karena Alexsa sudah kehabisan kesabaran pada akhirnya dia memilih keluar dari ruangan Maya dengan perasaan hancur. Air mata sudah tidak terbendung lagi. Wajah Alexsa seketika berubah menjadi merah dan dibanjiri air mata.


Beberapa karyawan yang melihat Alexsa sontak bertanya-tanya apa yang terjadi.


Alexsa tidak peduli dengan kehadiran mereka dan menuju meja kerjanya yang belum lama dia tempati.


Alexsa beberapa kali mengusap air matanya menggunakan tangannya.


Semua barang Alexsa sudah di kemas cepat-cepat Alexsa meninggalkan kantor Ken dan langsung menuju rumah.


Di jalan Alexsa masih tidak berhenti menangis, hatinya benar-benar sakit dengan ucapan Maya tadi meskipun Maya bukan orang pertama yang mengatakan itu tapi untuk kali ini benar-benar merusak mental Alexsa.


Supir taksi yang mengemudi beberapa kali menoleh pada Alexsa melalui kaca spion di depan.


Setelah beberapa saat akhirnya Alexsa sampai di rumah milik sang Papa.


Buru-buru Alexsa mengambil barang-barang miliknya dan tidak lupa membayar jasa taksi.


" Kembaliannya mbak" kata supir taksi melihat Alexsa yang sudah berjalan menuju rumah berpagar.


Alexsa hanya mengangkat tangan dan berjalan menjauh membuka pagar.


Melihat Alexsa tidak mau berbicara akhirnya supir itu pergi.


Pak Abdi kaget melihat kedatangan Alexsa yang tidak biasanya.


" Non biar saya yang bawa" kata pak Abdi mengambil kardus persegi dari tangan Alexsa.


Alexsa hanya diam tidak menjawab apa-apa terus berjalan menuju rumah.


Pak Abdi semakin bingung dengan Alexsa yang benar-benar berbeda dari biasanya.


Alexsa membuka pintu utama tanpa berkata apa-apa berjalan memasuki rumah.


Mama Diana yang sedang di kamar jadi tidak menyadari kedatangan Alexsa.


Sesampainya di kamar Alexsa langsung mengunci rapat pintu dan berbaring di ranjang kembali menangis.


Hatinya seakan di iris-iris dengan ucapan Maya tadi.


...***...


Di kantor Ken baru saja sampai bersama Rama setelah melakukan rapat di Bandung.


Karena Ken sama sekali belum mengetahui kalau Alexsa sudah di pecat dia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Alexsa.


" Gue mau ke bagian penerjemah dulu" ucap Rama berjalan di sebelah Ken.


" Oke jangan lupa semua di kirim hari ini juga" jawab Ken melangkah menuju lift sedangkan Rama ke ruangan penerjemah.

__ADS_1


" Oke" jawab Rama singkat dan pergi.


Ken memasuki lift untuk segera menuju lantai atas tempat ruangannya.


Di kantor semua sudah hampir mengetahui kalau Alexsa di pecat Maya.


Ken akhirnya keluar dari lift dan melangkah ke arah ruangan kerjanya.


Yang pertama di cari Ken adalah kekasihnya Alexsa yang sudah tidak ada di meja kerjanya.


Sontak Ken mendekati meja kerja Alexsa yang sudah kosong.


" Alexsa kemana?" batin Ken kebingungan.


Beberapa karyawan yang kebetulan lewat segera di panggil Ken.


" Sekertaris saya kemana?" tanya Ken sambil melirik kearah ruangannya berharap Alexsa ada di sana.


" Oh Bu Alexsa pak, saya dengan dari karyawan lain Bu Alexsa sudah di pecat Bu Maya pak" jawab karyawan pria berpakaian rapi itu.


" Apa di pecat?" Kata Ken dengan suara kaget.


Ken langsung menuju ruangan Maya di lantai 13 yang ternyata sudah pergi entah kemana.


Ken mencoba menghubungi Alexsa tapi hasilnya nihil. handphone Alexsa seperti sudah di nonaktifkan.


" Al kamu dimana? Jangan buat aku khawatir" Ken meremas tangannya panik.


" Kak Maya kenapa sih Lo ga bisa liat adek Lo sendiri bahagia" kata Ken memukul setir mobil cukup kuat.


" Ah...." lagi-lagi Ken memukul setir mobil sebagai pelampiasan.


Akhirnya Ken sudah sampai di rumah Alexsa tapi sebelumnya Alexsa sudah memberikan perintah pada pak Abdi dari pasan WhatsApp untuk tidak memperbolehkan siapa pun terutama Ken masuk ke rumah.


Beberapa kali Ken menekan bel tapi tidak ada jawaban.


Setelah lama akhirnya Ken memilih pulang untuk menemui si biang kerok Maya kakak kandungnya sendiri.


Di perjalanan Ken sudah terbakar amarah pada Maya.


...***...


Buru-buru Ken masuk ke rumah dengan wajah penuh kemarahan dan tegang.


" Kak Maya,," teriak Ken membuka pintu utama kasar dan mempercepat langkah.


Mami Melinda yang sedang ada di taman belakang sontak kaget mendengar suara Ken yang kuat.


Ken mencoba mencari di beberapa ruangan di rumah.


" Ken... ada apa kamu kenapa teriak-teriak kayak di hutan?" kata mami Melinda mendekati Ken yang masih sibuk mencari keberadaan Maya.

__ADS_1


" Dimana kak Maya mi? Dia udah pulangkan?" tanya Ken menutup pintu kamar Reyhan putra Maya.


" Maya belum pulang Ken, ada apa lagi? kalian bertengkar lagi?" tanya mami Melinda menarik tangan Ken duduk di sofa.


" Mi kak Maya udah keterlaluan mi" kata Ken memendam amarahnya.


" Kenapa ? Apa lagi yang kalian ributkan?" tanya mami Melinda menenangkan Ken putra kesayangannya.


" Sini kamu duduk dulu, cerita sama mami" pinta mami Melinda dengan wajah penuh harap.


Ken menatap wajah mami Melinda dalam-dalam mencoba berpikir apakah ini adalah waktu yang tepat untuk memberi tahu sang mami.


Mereka duduk di sofa di ruangan keluarga.


" Kak Maya pecat sekertaris aku mi" ungkap Ken dengan suara bergetar dan penuh kekesalan.


"Alexsa??" tanya mami Melinda memastikan.


Sontak sorot mata Ken membulat kerena kaget di buatnya, kenapa mami Melinda tahu sekretarisnya adalah Alexsa. Padahal Ken belum cerita apa-apa pada sang mami.


" Mami kenal sama Alexsa?" tanya Ken kini sudah lebih tenang.


" Jauh sebelum kamu kenal sama Alexsa mami sudah mengenali wanita kuat itu." jawab mami Melinda.


" Waktu itu mami kehilangan dompet pas mami Belanja dan yang menemukan dompet mami adalah Alexsa. Perempuan kuat yang saat itu dalam keadaan terpuruk. Mami sempat mengajak dia makan siang dan mengobrol dengannya." ungkap mami Melinda mengingat pertemuan pertama bersama Alexsa di salah satu perbelanjaan.


Flashback on


Akhir-akhir ini Ken sering pulang dan membawa kue kesukaan untuk sang mami.


Dan setiap pulang wajah Ken akan berseri-seri seperti orang yang sedang jatuh cinta.


Sebagai wanita yang melahirkan Ken tentu perubahan pada Ken membuat sang mami bertanya-tanya putra kesayangannya sedang jatuh cinta pada siapa.


Saat mami Melinda dan sang suami pergi ke Jakarta timur mereka mampir di toko kue milik Alexsa dan saat itu mami Melinda juga bertemu dengan Alexsa.


" Tante Melinda" ucap Alexsa mendekati mami Melinda yang sedang memilih kue kesukaannya.


mami Melinda mencari sumber suara ternyata Alexsa.


" Tante apa kabar?" kata Alexsa langsung memeluk mami Melinda setelah lama tidak bertemu.


" Alexsa Tante baik nak, kamu gimana? Kamu makin cantik aja" ucap mami Melinda terharu dengan perlakuan Alexsa padanya.


Kakak maaf kalo masih banyak penulisan kata yang salah dan maaf aku up nya terlalu lama.


Tapi sekarang aku lagi kuliah dan banyak tugas semoga kedepannya bisa up bab yang banyak.


Jangan lupa jempolnya


Sehat selalu

__ADS_1


__ADS_2