
Ken mencoba berpikir untuk menenangkan situasi Alexsa sekarang. Ken kembali melajukan mobilnya mencari tempat yang dapat mengurangi kesedihan sang kekasih.
Berkali-kali Ken mencoba bertanya pada Alexsa tapi jawabannya sama saja " Terserah".
Ken hanya geleng-geleng dengan situasi ini.
Alexsa dan Ken berhenti di salah satu toko es krim terkenal di Jakarta dan pemiliknya adalah orang Itali asli.
Ken dan Alexsa berjalan masuk ke dalam untuk memesan es krim.
“ Kenapa kita kesini?” tanya Alexsa berjalan di sebelah Ken.
“ Biar suasana hati kamu adem, “ jawab Ken tersenyum.
Mereka menikmati pesanan mereka masing-masing dan tak lama Rama dan Nabila datang.
“ Aduh… pasangan baru” kata Rama menepuk pundak Ken pelan.
Alexsa sontak kaget dengan kedatangan mereka yang tiba-tiba apalagi melihat Rama dan Nabila pandangan.
“ Nabila..” panggil Alexsa sambil bergeser ke kiri agar Nabila bisa duduk di sebelahnya.
“ Hi bestie” jawab Nabila tersenyum duduk di sebelah Alexsa dan memeluknya.
“ Kok kamu bisa ke sini sama Kak Rama” kata Alexsa meminta penjelasan.
“ Iya Ken yang suruh kita ke sini” jawab Rama langsung sebelum Nabila menjawab apa-apa.
Alexsa menoleh pada Ken yang pura-pura tidak tahu apa-apa.
“ Kalian uda jadian ini?” tanya Ken mengalihkan pembicaraan, melihat tatapan Alexsa seperti siap menerkam.
Bersama-sama Nabila dan Rama saling menatap dan tersenyum satu sama lain.
“ Uda…” Jawab Nabila malu-malu kucing.
“ Selamat ya Bil” kata Alexsa memberi selamat ikut berbahagia setelah lama sahabatnya sendiri akhirnya punya pasangan.
“ Kamu juga selamat ya” kata Nabila.
Setelah pertemuan itu berangsur-angsur suasana Alexsa menjadi baik, tampaknya dia sudah mulai melupakan kejadian saat di mall tadi. Mereka saling mengobrol dan sesekali di selingi tawa.
...***...
Malam ini Alexsa dan Ken berencana akan makan malam di luar untuk pertama kalinya setelah mereka pacaran. Alexsa sedang bersiap-siap di kamar dan di temani putri kecilnya Viona.
“ Mama mau kemana?” tanya Viona sambil bermain berbie pemberian dari Ken.
“ Mama mau pergi sayang, kamu di rumah sama oma sama uti ya” jawab Alexsa sambil mengeringkan rambutnya.
“ Oke mama” jawab Viona menggemaskan.
__ADS_1
Alexsa kembali merias diri dan sesekali mengecek ponselnya.
POV Kenziee Mahanta
Aku buru-buru mandi dan bersiap untuk pergi bersama Alexsa sudah lama aku menantikan ini dan akhirnya hari ini aku bisa pergi makan bersama Wanita yang sudah hampir satu tahun mengisi hatiku. Aku mengambil pakaian paling bagus menurutku dan segera memakainya. Tidak lupa aku menyemprotkan parfum di beberapa titik.
Ting… ponselku bersuara petanda ada pesan masuk.
“ Selamat malam pak Ken
Semua sudah kami siapkan seperti yang bapak minta”
Aku tersenyum tidak sabar menjemput Alexsa. Sebelum berangkat tidak lupa aku juga mengenakan jam tangan berwarna hitam senada dengan baju yang aku kenakan.
Untuk memastikan semuanya sudah rapi aku kembali berkaca dan menyisir rambutku.
Aku langsung turun dari kamar dengan Langkah sedikit berlari.
“ Mau kemana Ken? Tumben anak mami rapi jam segini” kata mami dari arah ruang tamu yang sejajar dengan tangga. Mami dan papi sedang duduk sambil menonton tv.
“ Mami,,, ken ada janji sama teman” jawabku tersenyum kikuk dan mendekati kedua orangtuaku.
“ Teman atau pacar” goda mami terkekeh menyindirku.
“ Kapan kamu kenalin sama mami “ kata mami lagi.
Aku hanya tersenyum mencium kening mami dan papi.
“ Ken pergi ya mi” kataku sambil berjalan meninggalkan mami dan papi.
Beberapa kali aku melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tanganku untuk memastikan aku tidak telat sampai di rumah Alexsa. Setelah beberapa lama akhirnya aku sampai di rumah Alexsa, satpam yang biasa berjaga membukakan pagar.
“ Makasih pak” kataku setelah membuka kaca mobil menghadapnya.
Segera mobil ku parkiran dan menghubungi Alexsa.
“ Sayang aku uda di depan rumah kamu” pesanku pada Alexsa.
“ Tokkk… tok…’’ suara kaca di ketuk ternyata Alvin adik Alexsa.
Aku segera menurunkan kaca sampai kandas.
“ Kakak kenapa di sini kata mama silakan masuk kak” ucap Alvin sedikit menunduk.
“ Iya Vin “ jawabku sambil keluar dari mobi dan mengikuti Langkah Alvin menuju pintu utama.
Kami berjalan bersama sambil beberapa kali mengobrol.
“ Silahkan duduk nak Ken” ucap tante Diana membuka pintu.
“ Makasih tante” ucapku sedikit sungkan karena ini adalah pertama kalinya kau masuk, sebelumnya aku hanya mengantar Alexsa sampai pagar.
__ADS_1
“ Ma… Alvin mau ke kamar dulu siap-siap bimbel” kata Alvin.
“ Iya bang,” jawab tante Diana.
“ Kak maaf saya ada bimbel di luar saya tinggal dulu ya” ucap Alvin padaku.
“ Iya Vin semangat” jawabku sambil mengepalkan tangan.
“ Alexsa masih siap-siap di kamar, tunggu sebentar ya nak. Namanya juga Wanita banyak perintilannya” kata tante Diana sambil tersenyum.
Sebenarnya aku tidak masalah menunggu Alexsa lama.
“ Masi silahkan duduk” kata tante Diana mempersilahkan aku duduk.
“ Iya tante makasih” jawabku sambil duduk membelakangi pintu.
Tidak berselang lama terdengar suara mobil dari luar dan aku cukup yakin itu pasti papa Alexsa yang kata Alexsa sangat dingin apalagi pada orang yang tidak dia kenal. Jujur aku sangat gugup menghadapi papa Alexsa untuk pertama kalinya.
“ Sebentar suami saya sepertinya sudah pulang” ucap tante Diana berjalan ke pintu yang belum di tutup tadi.
Benar saja aku mendengar suara laki-laki berat, dengan gugup aku berdiri dan membalik badan. Laki-laki itu berjalan ke arahku dengan pandangan datar. Aku berusaha menutupi rasa gugup dan tersenyum.
“ Selamat malam om, saya Ken teman Alexsa” kataku memberi salam dan memperkenalkan diri.
“ Selamat malam, saya Herman papa Alexsa. Mari silahkan duduk” kata om Herman dengan suara yang tegas dan om herman duduk di hadapanku.
“ Sebentar saya ambilkan air pa” kata Tante Diana sambil membawakan tas kerja om Herman.
Kali ini aku dan om Herman hanya diam, aku juga sedikit bingung membuka percakapan.
“ Om gimana kabarnya?” tanyaku sedikit basa-basi.
“ Baik… “ jawabnya singkat.
Sesaat kemudian om Herman tampak ingin menyampaikan sesuatu.
“ Apa kamu serius dengan putri saya?” pertanyaan itu. Membuat aku sontak membisu harus menjawab apa.
“ Apa orangtua kamu sudah tahu tentang hubungan ini?” tanya om Herman lagi.
“ Belum om tapi secepatnya saya akan meminta restu dari orangtua saya” kataku menyakinkan Om Herman.
“ Kamu sudah tau status putri saya?” tanya om Herman mengintrogasi.
“ Sudah om” jawabku mulai keringat dingin.
“ Saya tidak mau kejadian di masa lalu anak saya menjadi masalah nantinya” kata Om Herman.
Saya paham maksud om Herman mengatakan itu, mungkin jika saya ada di posisi itu akan melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan om Herman.
Selamat sore kakak
__ADS_1
maaf up-nya uda sore.
semoga ga bosan-bosan nunggu kisah Ken dan Alexsa.