
Sudah beberapa hari Alexsa di tinggal Ken pergi ke Jerman tapi rasanya seperti bertahun-tahun.
" Woi.... lagi ngelamunin siapa?" kata Nabila mendekati Alexsa di taman belakang.
" Buat kaget aja, Dini jadi balik hari ini?" tanya Alexsa menoleh pada Nabila.
" Iya besok dia masuk pagi katanya" jawab Nabila duduk di sebelah Alexsa.
Dari hari Sabtu memang Nabila dan Dini mengunjungi rumah Alexsa dan menginap.
" Kangen sama pak Ken ya? “ goda Nabila tertawa.
“ Ga… apaan rindu? Ga kenal kata rindu “ jawab Alexsa mengelak yang sebenarnya dia sangat merindukan Ken.
“ Hahaha Al…Al.. ga usah bohong. Kayak kita kenal semalam aja” kata Nabila mencoba panggilan video pada Rama.
“ Di sana sekarang jam berapa?” tanya Nabila sambil berpikir.
“ Sekarang jam berapa?” tanya Alexsa balik bertanya.
“ Jam 5 Al ” kata Nabila.
“ Berarti di sana jam 12 siang” kata Alexsa sambil meneguk jus jeruk buatan mama Diana.
Tidak lama panggilan video tersambung, Nabila sontak kegirangan.
“ Lagi dimana?” tanya Nabila bersemangat dan mendekatkan kamera pada Alexsa.
“ Ini baru selesai rapat mau balik ke penginapan “ jawab Rama sambil mengarahkan kamera ke sekeliling.
Mata Alexsa sontak tertuju pada Ken yang sedang berpelukan dengan seorang Wanita.
Alexsa cepat-cepat menarik handpone Nabila untuk memperjelas apakah yang dia lihat itu benar-benar Ken.
“ Kak coba di balik lagi kayak tadi” pinta Alexsa.
Tanpa pikir panjang Rama melakukan seperti yang di minta Alexsa, setelah memastikan itu adalah Ken buru-buru Alexsa mengembalikan handpond pada Nabila.
“ Al… ada apa?” tanya Nabila belum tau apa-apa.
“ Ga… lanjut aja telponan” kata Alexsa dengan wajah tegang dan meraih jus jeruk yang masih tersisa setengah.
“ Kamu baik-baik aja Al?” tanya Nabila lagi.
__ADS_1
“ Aku baik-baik aja uda kamu ngobrol aja, aku mau ke belakang” kata Alexsa membawa gelas bekas jus miliknya.
“ Kok Alexsa tiba-tiba aneh” ucap Nabila merasa ada yang tidak beres dengan sahabatnya,
“ Sayang???” panggil Rama.
“ Iya… Alexsa tiba-tiba aneh, tadi kamu nunjukin apa?” tanya Nabila yang semakin merasa ada yang tidak beres.
“ Nunjukin sekeliling aja saying” jawab Rama sambil duduk di sudut.
“ Pak Ken dimana?” tanya Nabila lagi.
“ Tadi lagi ngobrol “ kata Rama menujukan kamera pada Ken yang ternyata masih mengobrol bersama wanita itu.
" Eh... siapa wanita itu? jangan-jangan ini yang buat Alexsa perg” kata Nabila ikut geram pada Ken.
Tanpa berkata apapun Nabila langsung mematikan panggilan dan menyusul Alexsa.
“ Aku mau antar Dini, kamu mau ikut atau di rumah?” kata Alexsa mengambil kunci mobil seolah semua baik-baik saja padahal hatinya menangis.
Ketika dia sudah memberi kepercayaan tadi di rusak begitu saja.
“ Aku ikut Al” jawab Nabila tidak ingin membiarkan sahabatnya pulang sendiri.
Mereka segera berangkat setelah berpamitan pada mama Diana dan papa Herman, kebetulan Viona sedang bermain Bersama Mona di lantai atas jadi tidak melihat kepergian Alexsa. Di jalan semua saling diam Alexsa sedari tadi hanya fokus menyetir meskipun hatinya sedang tidak baik-baik saja.
Cepat-cepat Alexsa menginjak pedal rem membuat semua yang ada di mobil shock.
Untungnya orang yang ingin menyebrang tidak terjadi apa-apa tapi jidat Alexsa sebelah kanan terbentur cukup kuat dan memar.
“ Al kamu ga papa” kata Dini khawatir dan memegang wajah Alexsa.
“ Aku ga papa hanya memar aja kok” jawab Alexsa memegang kepalanya yang sedikit pusing.
“ Ya udah biar aku aja yang nyetir” kata Nabila keluar dari mobil dan menggantikan Alexsa menyetir. Sebelum berangkat Nabila sudah menawarkan agar dia saja yang menyetir tapi Alexsa menolah dan mengatakan dia sendiri yang akan menyetir.
“ Sini aku bantu” ucap Nabila sedangkan Dini langsung membukakan pintu untuk Alexsa.
“ Makasih Bil,,, maaf ya uda buat kalian shock” ucap Alexsa merasa bersalah hampir membuat kedua sahabatnya celaka.
“ Uda kata ga papa kok, liat jidat kamu. Kalo kamu ada masalah kamu cerita ke kita Al,, jangan di pendam sendiri. Aku juga uda liat pak Ken sama perempuan itu” kata Nabila mengomel dan menutup pintu Alexsa dan langsung berlari masuk di bangku pengemudi.
Setelah mendengar kata-kata Nabila barusan pertahannya akhirnya runtuh, rasa percayanya pada Ken seakan sudah tidak ada nilainya lagi.
__ADS_1
Air mata sudah tidak dapat di bendung lagi.
“ hiks….” Tangis Alexsa pecah, Dini yang ada tepat di belakang mengusap punggung Alexsa merasakan bagaimana perasaan hati Alexsa saat inI.
“ Emang uda pasti dia selingkuh?” kata Dini pada Nabila.
“ Entahlah Din,,, yang pasti tadi aku lihat pak Ken lagi ngobrol sama perempuan” ucap Nabila yang tidak dapat memastikan kalua Ken dan Wanita itu punya hubungan.
“ Eh… bentar aku coba tanya Rama dulu, pasti dia tau” kata Nabila hendak untuk bertanya pada sang kekasih.
Nabila mencoba memanggil Rama beberapa kali tapi tidak mendapatkan hasil apa-apa.
“ Ga di angkat” kata Nabila dengan suara lemah.
“ Uda sekarang kita ke rumah aku dulu kompres jidat Alexsa” kata Dini.
“ Kamu pusing ga Al?” tanya Dini lagi.
“ Iya sedikit” jawab Alexsa singkat memegangi kepalanya.
“ Aku paling ga suka sahabatku di sakiti, liat aja kalua pak Ken benar-benar selingkuh” kata Nabila geram dan mulai menyetir.
Sesampainya di rumah jam sudah menunjukkan angka 7 mama, bibi dan adik perempuan Alexsa sedang menyiapkan makan malam. Nabila membantu Alexsa yang masih sedikit pusing karena benturan tadi.
“ Kakak kenapa?’’ tanya Alana melihat Alexsa memegangi kepalanya.
Buru-buru Alexsa mencengkram tangan Nabila untuk tidak menjawab apa-apa.
“ Tadi kakak ceroboh di rumah Dini kejedot pintu” jawab Alexsa.
“ Yah ampun kak hati-hati dong, sini mama obatin” kata mama Diana khawatir.
“ Uda kok ma, tadi Dini udah kasih obat. Yah uda Al mau bersih-bersih dulu ya ma” kata Alexsa melepas pegangannya pada Nabila.
Alexsa menaiki anak tangga dengan tangan masih memegangi kepalanya yang nyeri.
“ Semua baik-baik aja Bil?” tanya mama Diana pada Nabila.
“ Iya tante” kata Nabila berusaha untuk biasa saja.
“ Yah sudah ayo makan malam, Alvin panggil papa nak ajak makan” ucap mama Diana sedikit berteriak.
“ Iya ma” kata Alvin langsung menuju teras belakang untuk memanggil papa Herman makan malam.
__ADS_1
Alexsa duduk di depan meja riasnya sambil menatap dirinya di pantulan kaya.
Lagi-lagi air mata Alexsa keluar lagi, rasa sakit dulu Kembali lagi. Meskipun belum pasti Ken dan Wanita itu ada hubungan tapi mengingat saat Wanita itu memeluk Ken rasanya sangat sakit.