AKU BUKAN JANDA 2

AKU BUKAN JANDA 2
Wanita Penggoda


__ADS_3

Melihat Alexsa yang kini ada di depanku, aku hanya mengangguk mengiyakan pertanyaan Alexsa.


“ Wah akhirnya aku punya teman di sini, “ kata Alexsa lagi dengan wajah tersenyum lebar.


“ Kamu di bagian apa? Kenapa bisa di sini?” tanya Alexsa lagi tanpa sempat aku jawab.


“ Kamu ada perlu sama bos? Bosnya belum datang Ken.” Ucap Alexsa lagi menambahkan.


Dalam hati aku menahan tawa dan ingin sekali mencubit ke dua pipinya karena gemas.


“ Seharusnya bos datang tepat waktu ga sih, kasih contoh yang baik “ ucap Alexsa semakin membuat perutku seperti di gelitik. Aku ingin segera pergi dan tertawa dengan ucapan Alexsa.


“Untung aku sayang sama kamu’’ batinku.


Tidak lama Rama datang sambil membawakan tablet yang biasa dia gunakan untuk mengurus jadwalku di kantor.


“ Alexsa kenalkan ini pak Kenziee Mahanta pemilik perusahaan ini” ucap Rama.


Seketika wajah Alexsa yang semula tersenyum lebar, kini berubah hampir pucat mendengar ucapan Rama barusan.


Lagi-lagi aku harus berusaha menahan tawa melihat ekspresi Alexsa yang sekejab berubah. Matanya melotot dan menelan air liur menatapku kali ini tersenyum tidak semanis sebelumnya.


“ Di dalam ini semua saya sudah buatkan tugas-tugas kamu” ucap Rama sambil memberikan tablet ke pada Alexsa.


Dengan tangan yang gemetar Alexsa mengambil tablet tak berani menatapku lagi.


“ jika ada yang tidak kamu mengerti bisa tanyakan pada saya” kata Rama bersiap-siap pergi.


“ Permisi pak Ken” ucap Rama selayaknya dengan atasan membuatku merasa jijik.


“ Silahkan” jawabku terpaksa.


“ Biasa juga langsung pergi” batinku pada Rama.


Rama pun memutar badan dan meninggalkan aku dan Alexsa.


“ Pak saya minta maaf atas ucapan saya tadi” kata Alexsa dengan tangan memohon.


“ Panggil Ken aja kayak tadi saya suka dengarnya” godaku tersenyum mengejek.


Aku melangkah memasuki ruanganku tersenyum bahagian, masih belum bisa melupakan ekspresi Alexsa tadi.


“ Hahahha” akhirnya aku tertawa sepuasnya di ruanganku.


“ Dia sangat menggemaskan” ucapku sambil tertawa.


Aku melanjutkan pekerjaanku yang sudah menumpuk di atas meja untuk di selesaikan. Kali ini aku sangat bersemangat menyelesaikan pekerjaanku dan menyadari sudah mendekati makan siang.


“ Kenapa dia belum memanggilku” menoleh ke pintu berharap Alexsa datang.


“ Apa mungkin dia lupa” ucapku menutup pekerjaanku dan hendak keluar.


Aku berjalan menuju pintu dan membukanya dari dalam, Alexsa yang ternyata di sana hampir saya terjatuh kerena kaget dengan sigap aku rangkul pinggangnya yang ramping.


Jantungku berdebar hebat, aroma pamfumnya membuatku tak ingin pernah jauh darinya.


“ Maaf pak” ucap Alexsa.

__ADS_1


POV Kenziee Mahanta off


...***...


"Ini sangat memalukan" ucap Alexsa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Alexsa sangat menyesali ucapannya tadi.


Bagaimana bisa dia mengatakan hal semacam itu di depan orangnya secara langsung.


"Bisa-bisa belum kerja uda di pecat" kata Alexsa sangat malu menemui Ken lagi.


" Pasti pak Ken akan memecat ku" ucap Alexsa menduga-duga.


Waktu terus berjalan Alexsa kemudian menyadari sebentar lagi Ken akan melakukan rapat yang jaraknya sekitar 1 jam dari kantor. Alexsa harus segera menyiapkan semua berkas dan berangkat bersama Ken.


" Aduh... Malunya" ucap Alexsa sangat menyesal.


Dia menyimpan data yang di perlukan.


Alexsa hendak mengetuk pintu ruangan Ken ragu-ragu.


" Aku harus bisaa" kata Alexsa menguatkan.


Perlahan Alexsa menarik nafas dalam-dalam dan hembuskan dengan perlahan.


Alexsa sudah siap untuk mengetuk pintu tapi lagi-lagi hal memalukan tadi masih terus ada di pikirannya.


" Bruk,,," pintu di buka dari dalam.


Alexsa sontak kaget dan hampir terjatuh dengan sigap Ken menangkapnya.


" Maaf pak, " kata Alexsa langsung menarik diri dari pangkuan Ken.


Ken yang masih shock hanya dia salah tingkah karena kejadian itu.


" Kita bisa langsung berangkat?" Tanya Ken menutupi rasa gugupnya.


" Bisa pak, saya sudah menyiapkan berkas dan data yang bapak butuhkan" jawab Alexsa mengambil map dan tas miliknya di atas meja.


Ken langsung berjalan menuju lift di ikuti Alexsa di belakang.


Alexsa berjalan menuju lift karyawan yang tadi dia gunakan bersama Nabila.


Tanpa berkata apa-apa Ken menarik Alexsa ke arah pintu lift khusus CEO.


Sontak Alexsa lagi-lagi kaget dengan perbuatan atasnya itu.


Alexsa langsung menarik diri dan menjauhi Ken di sudut lift.


Setelah berada di lantai dasar mobil Ken sudah siap.


" Biar saya yang menyetir " perintah Ken pada supir yang membukakan pintu.


" Baik pak" jawabnya tidak berani membantah perintah dari Ken.


Di susun dengan Alexsa masuk di bangku penumpang.

__ADS_1


Melihat itu Ken diam tak beranjak berangkat.


" Pak kita sudah telat" kata Alexsa mengingatkan.


" Kalo kamu mau kita berangkat, duduk di sebelah saya. Emang saya ini supir" protes Ken tak ingin sendiri di depan.


Dengan wajah terpaksa Alexsa keluar dan duduk di sebelah Ken.


" Kamu gak suka duduk di sebelah saya?" tanya Ken senyum penuh kemenangan melihat Alexsa.


" Tidak pak" jawab Alexsa mengambil map dan meletakkannya di atas pahanya.


" Gak suka" ucap Ken menatap Alexsa.


" Bukan pak, maksud saya tidak masalah " jawab Alexsa dengan senyuman yang sangat terpaksa.


" Ginikan benar kamu di sebelah saya bukan malah di belakang" kata Ken mulai menyetir menuju tempat yang sudah di sepakati sebelumnya.


Mobil Ken akhirnya berhenti di depan sebuah restoran mewah. Mereka memang sering melakukan rapat sekaligus makan siang.


Ken dan Alexsa berjalan masuk menuju restoran mewah dan duduk di ruangan VIP yang sudah pesan sebelumnya.


Tampak seorang wanita duduk di sana menunggu kedatangan Ken.


Dia adalah Tasya teman bisnis Ken yang sudah lama mengejar Ken.


Lagi-lagi Ken merangkul Alexsa tanpa meminta izin. Tapi kali ini Ken merangkul dengan kuat membuat Alexsa kesusahan untuk melepaskan diri dari cengkeramannya.


Tasya sesaat setelah melihat Ken merangkul Alexsa dengan mesra membuatnya dibakar rasa cemburu.


" Selamat siang Ken" kata Tasya tak sedikit pun mengalihkan pandangannya pada Alexsa.


" Maaf lama menunggu" ucap Ken mempersilahkan Alexsa duduk di sebelahnya.


" Saya tunggu di mobil saja pak" ucap Alexsa sedikit risik dengan pandangan Wanita di depannya.


“ Sayang kitakan lagi di luar panggil sayang saja, maaf ya Tasya pacar saya memang sangat taat aturan” Kata Ken menarik pinggang Alexsa dan duduk di sebelahnya.


“ Dia kekasihmu Ken?” tanya Alexsa dengan wajah sinisnya pada Alexsa.


Alexsa sudah ingin menjawab namun di hentikan Ken.


“ Dia kekasih sekaligus sekertarisku” jawab Ken membuat Tasya semakin memanas.


“ Oke oke dia hebat bisa jadi kekasih dan sekertarismu sekaligus” kata Tasya dengan wajah jijik.


Seorang pelayan membawakan beberapa makanan yang pastinya bernilai mahal. Semua di hidangkan di atas meja.


Tasya yang sedari tadi menatap Alexsa tak suka membuat Alexsa sirih.


Alexsa yang sudah tau alasan mengapa Ken bersikap begitu mulai mempunya ide membuat Wanita itu semakin memanas.


“ Sayang mau makan apa?” kata Alexsa dengan manis.


Ken seakan pencingannya di sambar semakin bersemangat.


“ Terserah sayang aja” kata Ken dengan manja.

__ADS_1


Tasya semakin muak dengan tingkah mereka berdua dan ingin segera pergi meninggalkan Alexsa dan Ken.


__ADS_2