
“ Itu lagi pada foto sama om tantenya” jawab Alexsa menjuk ke arah 3 Al dan Viona yang sedang berfoto berbagai pose.
“ Ga terasa ya uda 2 tahun aja usia Viona, kamu hebat Al” puji Nabila tersenyum bangga pada sahabatnya.
“ Dikki laki-laki bodoh, sia-siakan dua perempuan hebat” tambah Dini.
“ Udalah aku sama sekali uda lupain kejadian itu” jawab Alexsa tak ingin merusak suasana yang seharusnya berbahagia.
“ Kalian ga mau sama mama papa dulu mereka ada di dalam sama om tanteku yang datang” ucap Alexsa mencoba mengalihkan perhatian kedua sahabatnya.
“ Boleh aku uda lama ga ketemu sama tante” jawab Dini.
“ Oh iya ini kado buat Viona” ucap Nabila menyodorkan kado cantik.
“ Makasih banyak ya kalian emang sahabat terbaikku” ucap Alexsa mengambil kado dari tangan Nabila.
“ Itu belum semua di mobil masih ada dari kita berdua” tambah Nabila lagi sambil tersenyum ke arah Alexsa.
“ Yah ampun beruntung bangat putri gue punya uti kayak kalian” kata Alexsa.
Mereka berjalan beriringan mendekati mama Dina dan kerabat Alexsa yang hadir.
“ Eh datang juga kalian nak” kata mama Diana sambil membalas uluran tangan Nabila juga Dini bergantian.
“ Iya Tante kita uda lama ga main kesini” jawab Dini.
“ Papa lagi ke kamar mandi, eh makan dulu nak” ucap mama Diana yang sudah sangat dengan sahabat putri sulungnya.
“ Iya tante, “ kata Nabila sambil menganggukkan kepala dengan sopan.
“ Ma tante Al temanin mereka makan dulu ya” ucap Alexsa berpamitan.
“ Iya iya kak, jangan lupa kuenya di makan ya Nak” kata mama Diana lagi.
“oke tante” sahut Nabila dan Dini hampir bersamaan.
***
Ken mulai sedang memeriksa beberapa berkas yang akan di gunakan beberapa waktu dekat.
“ Tok…tok..” suara ketukan pintu.
“ Masuk” ucapnya sambil menutup berkas yang dia kerjakan sebelumnya.
“ Jangan lupa Ken kita ada acara undangan dari perusaan Arnol” ucap Rama mengingatkan sambal membawakan beberapa berkas yang sudah selesai di tanda tangani Ken.
“ Iya… gue hampir lupa” jawab Ken menatap Kembali ke layer.
__ADS_1
“ Gue uda ga sanggup lagi harus urus semua jadwal lo,” kata Rama sambal duduk di sofa merebahkan tangan Lelah. Sejak sekertaris Ken Olivia pindah karena ikut suaminya ke Surabaya mereka belum berhasil mencarikan sekertaris pengganti karena tidak memenuhi kriteria yang diminta Ken.
“ Lo makanya jangan kebanyakan milih, kita uda nolak banyak pelamar” keluh Rama masih dengan posisi merebahkan tangan ke sofa.
“ Makanya pilih yang benar-benar bagus, jangan ngasal ” ucap Ken sambil menatap Rama dengan kesal.
“ Kalo ga ada gimana?” tanya Rama sambal membuka matanya.
“ Yah untuk sementara kamu yang sekertaris gue” jawab Ken tanpa merasa bersalah.
“ Gaji gue ga nambah capek gue dobel” proter Rasa sambal berdiri lagi.
“ Oh lo mau nambah gaji” kata Ken menatap Rama.
“ Yah iya dong “ jawab Rama penuh harap.
“ Oke” Kata Ken santai.
Di tempat lain Alexsa sedang menyiapkan roti untuk pesanan pak Arnol mantan bos Alexsa dulu.
“ Jangan sampai kurang, aku ga mau ngecewain mereka” ucap Alexsa pada Rere dan Intan. Intan untuk sementara menggantikan Sarah yang tengah melahirkan.
“ Iya kak” jawab Rere dan Intan bersamaan.
Nabila yang mengusulkan untuk memesan kue buatan Alexsa kepada sang bos yang masih mengingat Alexsa.
Alexsa dan seluruh bawahannya mulai Menyusun kue ke dalam mobil Nabila.
“ Semua uda lengkapkan?” tanya Nabila yang baru saja sampai.
“ Udah… udah.. Bil jangan khawatir aku juga uda lebihkan. Jaga-jaga nanti kurang” ucap Alexsa menyakinkan.
“ Bagus deh, sini aku bantu” kata Nabila sambil membantu Alexsa memasukkan kue.
Semua kue sudah ada di dalam mobil Alexsa dan Nabila mulai melaju menuju kantor. Rere dan Intan tetap di toko karena masih banyak pembeli.
“ Jangan lupa kabarin tante Al” ucap Nabila mengingatkan.
“ Uda uda kok” jawab Alexsa duduk dengan nyaman.
Nabila mengemudi dengan kecepatan sedang karena sore dan bertepatan jam pulang kantor membuat jalanan cukup ramai.
“ Kantor uda banyak berubah ga ya?” kata Alexsa sedikit penasaran.
“ Ga banyak la Al” jawab Nabila menghentikan mobil karena lampu merah.
“ Oh iya aku mau balik kerja lagi deh Bil, kasian papa kerja sendiri. Apalagi bentar lagi si kembar uda lanjut ke perguruan tinggi” kata Alexsa dengan nada kasian pada papanya tercinta.
__ADS_1
“ Hm… Di kantor lagi ga ada lowongan lagi Al” kata Nabila dengan suara pelan.
Alexsa menarik nafas Panjang.
“ Viona gimana?” tanya Nabila memeriksa handpone miliknya memastikan tidak terlambat sampai di kantor.
“ Viona uda 2 tahun Bil, aku juga percaya ninggalin sama mama” jawab Alexsa.
“ Iya… bukan itu maksud aku bestie. Viona kan masih minum asi. Nah terus nanti kamu pulang-pulang gitu?” tambah Nabila sambil Kembali menyetir mobil menuju kantor yang sudah tidak jauh.
“ Kan bisa di pompa Bil buat stok di rumah. Jadi kalo entar anak gue haus tinggal di panasin” jawab Alexsa menjelaskan.
“ Emang aman tuh?” tanya Nabila kurang yakin.
“ Amanlah, asal di masukin dalam kulkas. Selama Ini juga begitu Bil. Kalo aku ninggalin dia di rumah. Awalnya Viona juga ga mau, tapi karena terbiasa dianya jadi mau” kata Alexsa yang merasa bersalah.
“ Yaudah kalo aman, entar aku tanya ke teman-teman.” Kata Nabila sambil mengambil kartu dan menempelkannya.
“ Makasih Bil” ucap Alexsa Bahagia.
“ Sama-sama selagi aku bisa bantu aku pasti bantu kok” ucap Nabila tersenyum.
Mereka memasuki kantor yang sudah ramai dengan undangan.
“ Kita langsung masuk ke belakang aja aku uda kabarin bagian obe juga” kata Nabila melajukan mobil pelan-pelan.
Alexsa membantu menurunkan kue dari dalam mobil dan menyusunnya di nampan dengan cantik dan rapi. Beberapa mantan rekan kerja Alexsa juga menyapa Alexsa.
“ Makin cantik aja kamu” ucap Sulis teman kantor Alexsa dulu.
“ Makasih Lis, dengar-dengar kamu mau nikah ya?” kata Alexsa tersenyum mendengar ucapan Sulis dan masih mengingatnya.
“ Iya Al, nanti kamu datang ya” Kata sulis memegang tangan Alexsa.
“ Iya iya asal di undang aja” kata Alexs tak mau kalah.
“ Aku uda undang langsung nih” jawab Sulis lagi.
“ Iya iya Sulis Indrawati” kata Alexsa.
“ Aku tinggal dulu ya acara mau di mulai, kamu ikut aja yuk” katanya menarik tangan Alexsa.
“ Ga ah aku disini aja” tolak Alexsa halus.
“ Yah uda aku duluan ya, senang ketemu kamu lagi Al” ucap sulis memeluk Alexsa.
Alexsa sangat bersyukur masih banyak teman satu kantor yang mengingatnya.
__ADS_1