
" Kenapa tidak memberi tahu kalo kamu uda balik" ucap Alexsa masih memeluk Ken begitu erat.
" Kan mau kasih surprise sayang" jawab Ken mencium kening Alexsa tersenyum.
" Aku minta maaf karena uda marah tanpa alasan sama kamu" tambah Alexsa lagi dengan wajah cemberut.
" Tidak masalah sayang, itu karena kamu sayang padaku" kata Ken menyentuh pucuk hidung Alexsa sambil tertawa kecil.
" Awas saja kalau kamu begitu lagi" ancam Alexsa sambil mencubit pipi Ken.
" Tidak akan sayang" ucap Ken memeluk Alexsa lagi.
Tidak lama pelayanan datang membawakan pesanan mereka.
" Makasih" ucap Alexsa bersemangat untuk menikmati makanan yang sudah di depan mata.
" Selamat menikmati bapak ibu" kata pelayanan itu dan meninggalkan Ken dan Alexsa.
" Wah makanannya pasti sangat menjunjung" kata Alexsa sambil meraih sendok dan juga garpu.
Ken tersenyum puas melihat wajah bahagia Alexsa.
" Hati-hati sayang, masih panas" kata Ken mengingatkan.
Alexsa langsung mengambil makanan dan memasukkan ke dalam mulut.
" Ah... panas..." teriak Alexsa mengibas-ngibaskan tangannya karena kepanasan.
Ken sontak bangkit dan mendekati Alexsa.
" Mana yang sakit?" tanya Ken sudah panik.
" Hahahaha" tiba-tiba Alexsa tertawa melihat Ken yang sudah panik duluan.
" Makanan uda dingin sayang" kata Alexsa berusaha untuk menahan tawa.
__ADS_1
" Kamu nakal sekali" kata Ken menarik nafas lega.
Ken kembali duduk dan menikmati makanan pesanannya.
Mereka saling mengobrol setelah beberapa hari tidak bertemu.
"Dret.... Dret..." handphone Alexsa berdering menandakan ada panggilan masuk ternyata dari sahabatnya Nabila.
" Nabila" ucap Alexsa sambil meletakkan garpu dan sendok beralih pada handphone miliknya yang masih berdering dari tadi.
Alexsa langsung menerima panggilan dan tetap duduk di sana.
" Halo Bil,,, Ada apa bestie?" ucap Alexsa membuka percakapan.
" Al... kamu lagi dimana?" tanya Nabila dengan suara panik.
"Aku lagi di luar, ada apa Bil? Kenapa kamu panik?" tanya Alexsa menoleh pada Ken yang sedang menikmati makanannya.
" Al tadi Dikki datang ke kantor aku, dia minta alamat kamu yang baru Al" kata Nabila menjelaskan masih dengan suara panik.
" Sayang..." kata Ken langsung bangkit mendekati Alexsa.
" Apa lagi yang dia mau?" ucap Alexsa dengan penuh amarah.
" Aku ga kasih alamat kamu kok, " kata Nabila berusaha menenangkan Alexsa.
Tanpa berkata apa-apa Alexsa langsung mematikan sambungan telepon dengan Nabila.
Wajahnya seketika berubah penuh dengan amarah dan dendam di masa lalu.
" Kamu baik-baik saja?" tanya Ken sambil mengambil beberapa lembar tisu dan membersihkan pakaian dan kaki Alexsa.
Alexsa masih diam tidak menjawab apa-apa.
Sampai mata Ken tertuju pada kaki jempol Alexsa yang terkena beling dan berdarah.
__ADS_1
Beberapa pelayan juga datang untuk melihat karena suaranya cukup besar tadi.
" Tolong ambil obat merah dan kapas" pinta Ken dengan hati-hati meraih kaki Alexsa yang masih mengeluarkan darah dari tadi.
" Pak ke sofa dulu biar lebih mudah ngobatinnya" ucap pelayan dengan sopan.
Ken langsung mengangkat Alexsa dengan hati-hati dan duduk di sofa yang ada di ruangan itu juga.
" Sayang ada apa?" tanya Ken lagi.
" Ah b*j*ng*n itu datang lagi" kata Alexsa sambil memeluk Ken.
" Siapa? Dikki?" tanya Ken entah bagaimana nama itu yang langsung muncul di kepalanya.
Ken dengan pelan-pelan mendudukkan Alexsa di sofa.
Pelayanan datang membawakan pesanan Ken tadi.
" Ini pak obat dan kapasnya" ucapnya memberikan pada Ken.
" Makasih" jawab Ken mengambil dan langsung membersihkan luka yang sebenarnya tidak begitu besar.
" Ini akan sakit, tahan ya sayang" kata Ken sebenarnya tidak tega.
Alexsa mengangguk mengiyakan.
Luka sudah selesai diperban kecil.
" Apa sebenarnya yang terjadi?" tanya Ken hati-hati dan duduk di sebelah Alexsa.
" Dia mencariku Ken, apa lagi yang dia mau" kata Alexsa dengan penuh amarah.
" Sayang sudah kamu tidak perlu khawatir ada aku" kata Ken mengelus rambut Alexsa.
" Aku sangat membencinya" ucap Alexsa.
__ADS_1
Setelah kejadian itu Alexsa jauh lebih was-was apalagi pada Viona.