AKU BUKAN JANDA 2

AKU BUKAN JANDA 2
Masa Lalu


__ADS_3

" Tante sama siapa?" ucap Alexsa begitu antusias menyambut kedatangan mami Melinda.


" Sama suami Tante Al ada di mobil" jawab mami Melinda menunjuk mobil yang terparkir di halaman depan toko dan masih tidak percaya bisa bertemu kembali dengan Alexsa.


" Dimana bayimu Al? " tanya mami Melinda penasaran.


" Ada di atas tante tidur sama mama" jawab Alexsa menunjuk lantai atas.


Mereka berbincang beberapa saat sampai supir mami Melinda datang karena menunggu sudah lama.


" Wah sampai lupa, lain kali kita ketemu lagi ya Al." ucap mami Melinda sebenarnya belum ingin mengakhiri pembicaraan.


" Ini kue Tante" ucap Alexsa mengemasi ke dalam paper bag cantik.


" Ini " kata mami Melinda memberikan uang untuk membayar belanjaannya.


Alexsa menolak halus uang pemberian mami Melinda.


" Ini Spesial buat Tante ga usah di bayar" kata Alexsa tersenyum lebar.


" Semoga rezeki kamu lancar ya nak" kata mami Melinda mengusap wajah Alexsa.


" Amin Tante, mari aku antar" ucap Alexsa menggenggam tangan mami Melinda menuju mobil berwarna hitam di depan pertokoan Alexsa.


" Hati-hati Tante, senang bisa bertemu kembali sama Tante" ucap Alexsa memberikan salam perpisahan pada mami Melinda.


" Iya nak salam sama mama kamu" ucap mami Melinda sambil masuk ke dalam mobil.


Perlahan mobil bergerak dan meninggalkan toko kue milik Alexsa.


Di dalam mobil mami Melinda kembali teringat dengan Ken yang selalu bahagia kalau pulang beli kue.


" Apa Alexsa yang sudah membuat Ken jatuh cinta?" batin mami Melinda menatap jalanan dari balik kaca.


" Siapa wanita tadi mi? Sepertinya kalian sangat akrab?" tanya sang suami yang sedari tadi memperhatikan perlakuan Alexsa pada mami Melinda.


" Dia yang pernah nolongin mami Pi, dulu waktu dompet mami hilang. ingat kan Pi" kata mami Melinda menjelaskan.


" Oh dia orangnya" jawab papi singkat.

__ADS_1


Waktu terus berjalan semakin hari rasa sayang Ken pada Alexsa juga semakin dalam.


Pagi itu saat mami Melinda sedang membangunkan Ken dan saat merapikan ranjang tempat tidur Ken tanpa sengaja mami Melinda melihat wallpaper handphone Ken tidak lain adalah foto Alexsa.


" Alexsa" kata mami Melinda menatap layar kaca handphone Ken mencermati.


" Benar dugaanku selama ini" ucap mami Melinda akhirnya menjawab pertanyaannya selama ini.


" Kenapa Ken tidak pernah cerita jadi sekertaris baru Ken adalah Alexsa." kata mami Melinda meletakkan kembali handphone Ken di meja.


Flashback off


Ken hanya bisa diam setelah mendengar penjelasan sang mami yang sebenarnya menunggu Ken untuk berkata jujur.


" Ken takut mami ga akan merestui hubungan ini" ucap Ken memeluk mami Melinda.


" Mami akan dukung apapun yang buat anak mami bahagia" ungkap mami Melinda.


" Mami benar tidak mempermasalahkan masa lalunya" tanya Ken kegirangan.


" Iya sayang" jawab mami Melinda tersenyum melihat putranya.


Jam 5 sore Maya dan putranya baru saja pulang dari tempat bermain anak-anak.


Ken yang sudah menunggu kedatangan Maya langsung duduk di sofa ruang tamu.


Maya dan Rayhan masuk dan di belakang Rani asisten Maya membawakan beberapa belanjaan Maya.


" Uda pulang kak?" ucap Ken masih berusaha untuk sopan.


" Iya kenapa?" tanya Maya balik bertanya.


Mami Melinda yang sudah memastikan akan ada perdebatan kedua anaknya langsung keluar dari kamar.


" Emang salah aku nanya kakakku sendiri" ucap Ken masih menatap layar handphonenya.


" Reyhan cucu Oma ke kamar dulu, Oma sama om Ken mau ngomong sama mami kamu" ucap mami Melinda sambil jongkok mencium pipi Reyhan cucu pertamanya yang masih berusia 4 tahun.


" Iya Oma" jawab Reyhan.

__ADS_1


" Rin tolong temani Reyhan di kamar sebentar" pintu mami Melinda kemudian berdiri menoleh pada Rina asisten Maya.


" Baik nyonya" Jawab Rina memegang tangan Reyhan menuju kamarnya.


Setelah Reyhan pergi, suasana menjadi hening dan canggung.


" Maya mami mau ngomong bentar sama kamu" ucap mami Melinda beralih pada Maya yang masih berdiri sedari tadi.


Tanpa berkata apa-apa Maya dengan berat hati duduk bersebelahan dengan adiknya Ken.


" Kenapa kakak pecat Alexsa?" tanya Ken sudah tidak sabar mendengar jawaban dari sang kakak.


" Oh jadi dia ngadu sama kamu? Emang dia ga pantes" jawab Maya dengan suara malas.


" Alexsa sama sekali tidak menghubungi aku, apasih mau kakak sebenarnya?" tanya Ken sambil meletakkan handphonenya di atas meja.


" Kamu masih mau sama perempuan murahan kayak dia" kata Maya seketika membuat emosi Ken meninggi.


" Aku malu punya ipar kayak dia" tambahnya lagi.


" Jaga ucapan kakak" kata Ken dengan nada penuh emosi.


" Diam.... kalian ga hargai mami disini" bentak mami Melinda menatap Maya dan Ken bergantian.


" Mami ga pernah ajarin kamu kurang ajar seperti ini Mau, mami ga habis pikir putri kesayangannya mami akan mengeluarkan kata-kata seburuk itu" ungkap mami Melinda menatap Maya penuh kemarahan.


" Kamu tau May sebelum mami menikah sama papi kamu mami sudah tidak gadis lagi. Mami pernah di p*rk*s*. Jika kamu malu lahir dari wanita seperti mami" ucap mami Melinda sudah tidak dapat menahan emosinya pada Maya.


Maya dan Ken sontak kaget mendengar ucapan mami Melinda yang baru mereka dengar bersama-sama.


" Kamu tau siapa yang buat kantor papa kamu bisa bekerja sama dengan pak Broto itu Alexsa. wanita murahan yang kamu sebut sebagai wanita murahan" amarah mami Melinda sudah memuncak.


" Mi Maya ga ada maksud begitu mi" kata Maya mencoba memperbaiki semua.


" Mami mau istirahat" kata Mami Melinda dan pergi meninggalkan mereka.


Ken hanya terdiam membisu mendengar kenyataan pahit maminya di masa lalu.


Sedangkan Maya spontan menangis tersedu-sedu menyesali perbuatannya yang mengakibatkan luka lama sang mami di ungkitnya.

__ADS_1


Ken memilih untuk pergi dari rumah untuk menenangkan diri sementara.


__ADS_2