
Viona dan Reyhan mulai bermain air karena instruktur juga sudah selesai dan sudah pergi.
Mereka bermain air di temani baby sitter masing-masing.
" Mereka sangat menggemaskan" ucap Maya yang dari tadi menonton kelucuan anak-anaknya.
" Iya kak,,, kadang mikir jangan cepat gede" ucap Alexsa tertawa melihat tingkah Reyhan dan Viona.
" Hahaha iya " kata Maya setuju.
Sesaat kemudian tampak Reyhan dan Viona adu mulut karena berebut sesuatu.
Maya dan Alexsa langsung berlari berjalan mendekati anak-anak mereka.
" Lho kok pada berantam?" tanya Maya. baby sitter langsung membawa mereka ke tepi kolam.
" Mereka bertengkar karena kaca mata renang ini Bu" ucap Mona memegang kaca mata renang milik Reyhan.
" Sayang kan Abang uda bisa renangnya, kasih pinjam adek Viona ya" ucap Maya dengan lembut mencoba menenangkan anaknya.
Alexsa yang dari tadi juga di sana ikut jongkok menghadap dua bocah yang sedang bertengkar.
" Viona... ini kan punya Abang Reyhan, ga boleh langsung di ambil gitu." ucap Alexsa pelan.
" Mama ga suka Vioan ambil-ambil yang bukan punya Viona. Ibu guru bilang apa harus saling sayang kan" ucap Alexsa memberi nasehat pada putri kecilnya.
" Uda Al ga papa kok, Biar Viona yang pake" kata Maya.
" Ga kak dari kecil biar dia ga kebiasaan gitu ke teman-temannya" jawab Alexsa.
" Ga boleh saling pukul, itu perbuatan yang ga benar" kata Alexsa lagi.
" Ayo minta maaf sama abang Reyhan" ucap Alexsa.
Viona yang sudah mulai menyadari kesalahannya pun dengan mata sudah berkaca-kaca.
" Abang Reyhan Viona minta maaf karena sudah ambil jahat" ucap Viona dan memeluk Reyhan
Reyhan dengan polos membalas Vioan.
" Mama sayang sama kalian berdua jangan berantam lagi ya" ucap Alexsa memeluk kedua bocil gemes di depannya.
Maya tersenyum melihat putranya mendapat perlakuan begitu baik dari Alexsa.
Mungkin jika berada di posisi Alexsa, dia merasa tidak bisa berlaku adil walaupun anaknya salah.
" Kamu ga salah pilih calon istri Ken, kamu harus pertahanan Alexsa " batin Maya begitu kagum dengan prinsip Alexsa untuk mendidik anaknya.
__ADS_1
" Sekarang berenang lagi jangan berantam lagi ya " ucap Alexsa mencium Viona dan Reyhan bergantian.
Baby sitter yang juga ikut melihat kejadian tadi begitu takjub dengan Alexsa yang sangat adil dan memberikan mereka pelajaran berharga.
" Hebat sekali kak Alexsa" batin mereka.
Kedua bocil kembali masuk ke dalam kolam dan bermain-main lagi.
" Salut sama kamu Al" ucap Maya sambil berjalan menuju tempat mereka semula.
" Ah kak Maya... Dari kecil kami di ajarkan untuk ngaku salah kak mau kita yang paling besar. Kalo kita salah ya kita harus minta maaf" kata Alexsa sambil tersenyum mengingat bagaimana papa Herman dan Mama Diana mendidik mereka dari kecil.
" Wah hebat ya om dan Tante mendidik anaknya" puji Maya begitu kagum dengan keluarga Alexsa.
Dia teringat saat bertemu adiknya laki-laki Alvin yang sangat sopan dan ramah.
" Makasih kak " kata Alexsa.
" Kapan-kapan kita main ke rumah kamu ya" ucap Maya ingin lebih dekat dengan keluarga besar Alexsa.
" Datang aja kak, tapi mama sering pergi cek toko kak. Entar kakak kabarin aja biar mama ga pergi" Ucap Alexsa tidak ingin Maya kecewa.
" Oh iya Ken pernah cerita toko kue kamu. aku juga suka makan kalo Ken bawain ke rumah" ucap Maya.
" Iya kak bersyukur banget mama dan papa dukung aku sampai ada di titik ini" ucap Alexsa begitu sayang pada kedua orangtuanya.
Maya tersenyum meskipun dari kecil dia terbiasa serba ada tapi mami Melinda juga mengajarkan mereka untuk terus bersyukur dan berbagi.
...****...
POV Kenziee Mahanta
Jerman
Sudah beberapa kali aku mencoba menghubungi Alexsa tapi tidak ada hasil.
" Ken..." panggil Rama.
" Hm... apaan?" jawabku tanpa memalingkan wajah ke arahnya.
" Kayaknya Alexsa liat pas Lo pelukan sama Renata" ucap Rama dengan suara pelan.
Sontak sorat mataku berubah melotot menatap Rama yang duduk tidak jauh dariku.
" Ngomong apa lo barusan?" kataku dengan suara meninggi.
" Kemarin gue lagi video call sama Nabila ada Alexsa juga disana" jawab Rama tampak dari wajahnya penuh penyesalan.
__ADS_1
" Sialan lo Ram... bukannya selamatin teman malah ngubur hidup-hidup" semprotku pada Rama karena sangat sangat kesal.
pantas saja Alexsa mengabaikanku sejak kemarin aku bertemu Renata yang aku sendiri tidak tahu kenapa dia bisa datang dan langsung memelukku.
Aku meraih handphone mencoba menghubungi Alexsa lagi tapi sama saja tidak ada jawaban.
" Parah lo Ram" ucapku sambil terus berusaha menghubungi Alexsa.
Untuk kesekian kalinya panggilanku di abaikan, aku mencoba menghubungi kak Maya yang mungkin bisa membantu.
Tidak lama panggilan di terima.
" Halo kak May,,, Kakak lagi dimana? masih di kantor? " kataku mengeluarkan beberapa pertanyaan.
" Ada apa Ken? kenapa suara kamu kayak panik gitu? kakak baru pulang dari rumah Alexsa. Kita nemanin anak-anak berenang. Kenapa lagi?" jawab kak Maya.
" Kak tadi Alexsa ada ngomong sesuatu ga kak? Bilang dia marah atau apa gitu kak?" tanyaku menatap Rama.
" Gak ada Ken,,, tapi tadi aku liat dia kayak ada yang ga beres? kenapa kalian bertengkar lagi? Awas aja lo ya nyakitin Alexsa" ucap kak Maya mengancamku.
" Apaan sih kak? ini kerja Rama" kataku mengepalkan tangan.
" Kenapa Rama? jelas-jelas Alexsa pacar kamu Ken" kata kak Maya.
" Panjang kak ceritanya Alexsa pasti salah paham, dia lihat Renata meluk aku kemarin" ucapku sambil duduk di sofa.
" Apa Renata?" suara kak Maya meninggi.
" Iya kak aku juga ga tau kenapa dia bisa tiba-tiba datang" kataku yang memang benar-benar tidak tahu menahu kenapa Renata bisa datang ke tempat itu.
" Waktu kamu berangkat ke Jerman kakak sempat up story di Instagram. Kita sempat chat juga " kata kak Maya.
" Itu artinya kakak yang kasih tahu Renata." kataku semakin kesal.
" Maaf Ken kakak ga ada maksud lain. Kakak janji akan bantu kamu jelasin ke Alexsa" kata kak Maya.
Tanpa berkata apa-apa aku langsung mematikan sambungan telepon.
" Rama sama kak Maya sama aja " desisku kesal meletakkan handphone meremas rambutku kesal.
Renata memang pernah mengisi hatiku tapi itu dulu sebelum aku mengenal Alexsa.
Hubunganku dan Renata tidak mendapat restu dari mami.
Tapi yang membuat aku semakin yakin untuk mengakhiri hubungan dengan dia adalah karena Renata berselingkuh dengan laki-laki lain.
Sekarang dia sudah menetap di Belanda untuk mengejar mimpinya menjadi seorang model terkenal.
__ADS_1
Aku benar-benar tidak ingin berpisah dengan Alexsa.
POV Kenziee Mahanta off