
" Brukk...." pintu di buka dari luar ternyata kak Maya. Sontak aku dan Alexsa kaget dibuat.
" Wah ternyata ini kerjaan kamu, pantes kamarin kamu bela-belain dia mati Matian." ucap kak Maya masuk menatap aku dan Alexsa bergantian.
Wajah Alexsa seketika berubah menjadi pucat dengan ucapan Kak Maya barusan.
" Kamu datang ke kantor ini mau kerja atau mau godain bos kamu" bentak kak Maya pada Alexsa.
Alexsa hanya diam terpaku tanpa berkata apapun.
" Kak dia pacarku" kataku mencoba membela Alexsa menggenggam tangan Alexsa di sebelahku.
" Gimana mau maju ini perusahaan, kamu sendiri ga becus jadi atasan " kata kak Maya lagi membuat suasana semakin panas.
" Al kamu keluar sebentar" kataku tak ingin Alexsa semakin terpojok di situasi sekarang.
Alexsa dengan ragu-ragu keluar dari ruanganku.
" Ke kantor mau ngapain, pacaran?" ucap kak Maya duduk di hadapanku dengan tatapan sinis.
" Ga ada yang lebih bagusan lagi dari dia" kata kak Maya seolah merendahkanku.
Sekuat tenaga aku berusaha untuk tidak terpancing dengan ucapan Kak Maya.
" Kalo Kakak hanya mau bahas ini lebih baik kita bahas di rumah" ucapku sambil menatap layar komputer di hadapanku.
" Hm... aku hanya mau minta kontrak" jawab kak Maya mengulurkan tangan padaku.
Tanpa pikir panjang aku mengambil map dari dalam laci dan memberikannya pada kak Maya.
" Kalo udah ga ada yang perlu Kakak bisa keluar dari ruanganku" ucapku menunjuk pintu keluar.
POV Kenziee Mahanta off
Kedatangan Maya benar-benar membuat Alexsa kaget apalagi mereka sedang posisi berpelukan. Tentu Maya akan menilai Alexsa sangat tidak profesional sebagai karyawan.
setelah Alexsa keluar dari ruangan Ken, Alexsa menarik nafas dan menghembuskannya dengan wajah tegang dan malu bada Maya.
Setelah beberapa saat akhirnya Maya keluar dari ruangan Ken, matanya menatap Alexsa lekat.
Alexsa hanya diam sambil menyibukkan diri dengan berkas-berkas yang ada di hadapannya.
Jam makan siang tiba Ken mencoba mengajak Alexsa makan bersama seperti biasa. Tapi Alexsa menolak masih mengingat kejadian tadi pagi dengan Maya.
" Aku makan di kantin aja pak" ucap Alexsa hendak pergi menuju kantin di lantai 4.
Ken hanya diam saja sambil melihat Alexsa yang semakin menjauh darinya.
Ken juga harus paham kondisi saat ini cukup rumit.
Tiba jam pulang kantor, Alexsa segera cepat pulang untuk menghindari Ken.
Buru-buru Alexsa memesan ojek online.
...***...
__ADS_1
Keesokan harinya Alexsa dan Ken masih tidak mendapat waktu untuk mengobrol menyelesaikan Masalah semalam.
Ken sudah beberapa kali menghubungi Alexsa tapi tidak ada jawaban dari Alexsa.
Pagi-pagi Alexsa sedang mencari sesuatu beberapa kali dia mencari di dalam tasnya tapi tetap tidak menemukan barang yang dia butuhkan.
" Ada apa Al?" tanya Rama menyadari kegelisahan Alexsa.
" Ini kak flashdisk aku kayaknya ketinggalan" jawab Alexsa mencengkeram rambutnya yang panjang.
" Kamu udah coba cek di tas?" kata Rama mencoba menenangkan.
" Susah kak tapi ga ada. Gimana ya?" Alexsa semakin panik karena ada berkas yang dibutuhkan di sana.
" Coba hubungi orang rumah" saran Rama.
" oh iya.... " kata Alexsa langsung mengambil handphone di atas meja dan menghubungi sang mama.
Tidak lama panggilan telepon sudah tersambung.
"Halo ma" kata Alexsa memulai percakapan dengan nada suara sudah di landa panik.
" Halo kak, ada apa? kenapa sayang?" tanya mama Diana.
" Ma liat flashdisk aku ga ma?" tanya Alexsa menatap Rama yang masih tidak beranjak dari sana.
" Oh itu... tadi mama liat di atas meja kerja. Kamu butuh sekarang?" tanya mama Diana lagi.
" Iya ma, papa ngajar ga ma?" tanya Alexsa sedikit lega flashdisk miliknya ternyata tertinggal di rumah.
" Papa masuk siang kak, Yah uda biar mama suruh Mona antar ke kantor kamu aja ya" saran mama Diana.
" iya kak, biar pak Abdi sama Mona yang antar ke kantor kamu" ucap mama Diana.
" Oke ma, makasih mama sayang" kata Alexsa menutup percakapan.
" gimana?" tanya Rama.
" Mau di antar kak" jawab Alexsa akhirnya bisa tersenyum lega.
" Yah sudah... Saya dan Ken mau pergi ke Bandung. Kamu ga mau ikut aja?" tawar Rama mencoba karena permintaan Ken.
" Tidak kak, aku di sini saja" jawab Alexsa tersenyum kecil.
" hm... yah sudah" kata Rama meninggalkan meja kerja Alexsa.
...***...
1 Jam kemudian Pak Abdi dan Mona sampai di kantor Alexsa bekarja.
Mona mencoba untuk menelpon Alexsa untuk memberi tahu dia sudah sampai.
Tapi Alexsa tidak menjawab telepon Mona.
Dengan ragu-ragu Mona masuk kedalam kantor besar itu dan bertanya pada satpam yang sedang bertugas.
__ADS_1
Tapi langkah kaki Mona tiba-tiba berhenti saat melihat kedatangan Maya.
" Ngapain kamu kesini ?" tanya Maya dengan nada ketus dan jijik.
" Bu maya..." ucap Mana menelan air liur pahit.
Beberapa waktu lalu Mona adalah baby sitter yang bekerja untuk menjaga putra Maya satu-satunya. Tapi Mona mendapat perlakuan yang kurang mengenakkan dan memilih untuk keluar.
" Kenapa diam aja, kamu ngapain ke sini saya tanya?" ucap Maya dengan nada suara meninggi.
Mona merasa tidak nyaman di situasi ini seakan dia melakukan kesalahan besar.
" Saya mau kasih flashdisk ini pada majikan saya Bu. kebetulan dia bekarja di kantor ini" kata Mona menunduk tidak berani menatap mata Maya.
" Siapa?" tanya Maya kembali.
" Kak Alexsa Bu" kata Mona pelan.
" Apa ? Alexsa ? Dia sudah menikah?" tanya Maya dengan sorat mata melotot dengan jawaban mantan baby sitter nya.
" Iya Bu, saya sekarang rawat putri kak Alexsa" jawab Mona.
" Sini.." Maya dengan kasar meraih flashdisk dari tangan Mona.
Maya kembali menuju ruangannya.
" Panggilkan sekertaris baru itu ke ruangan saya" ucap Maya memerintah Rina asistennya.
" Baik Bu" jawab Rina dan langsung melakukan tugas dari Maya
" Tok... Tok..." pintu ruangan Maya di ketuk yang tidak lain adalah Alexsa.
" Masuk..." ucap Maya dari dalam.
" Krek...." pintu di buka pelan.
Alexsa masuk dengan wajah yang tegang.
" Ada yang bisa saya bantu Bu?" tanya Alexsa.
" Ini flashdisk kamu" ucap Maya menunjukkan flashdisk yang ada di tangannya.
" Iya benar Bu, kenapa bisa ada di ibu ya?" tanya Alexsa sedikit bingung karena flashdisk itu ada di tangan Maya.
" Kamu sudah menikah? " Tanya Maya akhirnya.
Mata Alexsa seketika membulat sempurna mendengar pertanyaan Maya.
" Kenapa Bu Maya tiba-tiba bertanya begitu?" batin Alexsa.
" Saya ga sudi punya ipar seperti kamu," kata Maya dengan sorat mata melotot.
" Mulai hari ini saya pecat kamu dari kantor ini" tambahnya lagi.
Alexsa seakan tertusuk pisau mendengar ucapan Maya barusan.
__ADS_1
Air mata juga sudah tidak terbendung lagi.
" Saya mau kamu jahui adik saya" kata Maya dengan nada suara penuh penekanan.