AKU BUKAN JANDA 2

AKU BUKAN JANDA 2
Luka


__ADS_3

Keesokan harinya seperti biasa Alexsa berangkat ke kantor dan sebelumnya dia juga mengantar Viona ke sekolah.


" Cie... cie..." kata Alana sambil tersenyum mengejek pada sang kakak.


" Apa sih dek? cie ... cie.." kata Alexsa dengan wajah menahan tawa dan ikut duduk di meja makan.


" Yang baru di lamar sama kak Ken" kali ini Alvin yang berbicara.


" Tau dari mana kakak di lamar?" ucap Alexsa dengan penasaran.


" Dari Kak Ken langsung kak, kemarin Kak Ken juga minta izin sama kita" jawab Alana tersenyum.


" Oh gitu,,, uda cepat keburu telat" suruh Alexsa agar adik-adiknya tidak lagi meledeknya.


" Iya kak,,," jawab ketiga adiknya bersamaan.


Alexsa langsung meraih nasi goreng masak mama dan bibi.


Dari belakang mama Diana datang membawakan segelas jus jeruk untuk Alexsa yang sudah menjadi kebiasaan untuknya.


" Kak,,, calon suami kamu uda datang itu" ucap mama Diana meletakkan jus di depan Alexsa.


Mendengar ucapan mama Diana sontak membuat Alexsa tersedak.


" Uhukk....." suara batuk Alexsa karena tersedak.


" Kakak minum dulu" kata mama Diana yang masih berdiri di sebelahnya.


Buru-buru Alexsa mengambil jus jeruk dan meminumnya sampai sisi setengah.


" Hati-hati kak" ucap Alicia menepuk pundak sang kakak lembut.


" Uda ga papa kok de" jawab Alexsa tersenyum dan meletakkan minuman di meja.


" Lho anakmu mana kak? kenapa belum sarapan?" tanya mama Diana yang belum melihat Viona dan Mona.


" Tadi masih mandi ma, bentar lagi juga turun" ucap Alexsa.


" Oh ya udah cepat-cepat makannya " ucap Mama Diana pada keempat anak-anaknya.


" Papa ga ke kampus ma?" tanya Alana yang belum


melihat sang papa keluar dari kamar.


" Papa uda berangkat tadi pak dek, papa ada acara seminar di Bogor" jawab mama Diana menuangkan air ke gelas Alvin yang sudah hampir habis.


" Oh... " sahut Alana singkat.

__ADS_1


Usai sarapan Alexsa lanjut berpamitan kepada sang mama dan adik-adiknya tidak lupa Alexsa berpamitan pada sang buah hati.


" Mama kerja dulu ya" kata Alexsa sambil memangku Viona.


" Iya mama" jawab Viona mencium pipi Alexsa bergantian.


" Papa dimana?" tanya Viona menatap mata Alexsa.


" Ada di depan sayang" jawab Alexsa tersenyum.


" Mau sama papa" kata Viona kegirangan.


Alexsa berjalan menuju pintu utama


" Mon tolong bawain tas yang itu" kata Alexsa.


" Iya kak " Mona langsung mengambil tas yang di maksud Alexsa.


" Papa..." teriak Viona kegirangan dan Alexsa menurunkan Viona.


Ken yang tadinya bermain handphone langsung memutar badan menoleh ke arah suara.


Viona berlari kegirangan seperti bertemu papa kandung sendiri.


" Hati-hati sayang" ucap Alexsa ikut berjalan di belakang Alexsa.


Ken dan Alexsa cepat-cepat membantu Viona.


" Viona " teriak Ken berlari dan membantu Viona berdiri.


" Aaaaaaa" tangis Viona cukup kuat.


" Sayang,,,," ucap Alexsa sambil menatap luka di kaki Viona yang lecet sedikit.


" Papa tiup ya " ucap Ken sambil meniup luka di kaki Viona.


Perlahan tangis Viona mulai merada setelah Ken meniupnya beberapa kali.


" Lain kali harus hati-hati ya nak, mama ga mau kamu kenapa-kenapa" pesan Alexsa sambil mengusap sisa air mata Viona.


Dengan bibir maju Viona mengangguk mengiyakan perintah sang mama.


" Kak di kasih obat merah aja" ucap Mona yang sudah mengambilnya terlebih dahulu.


" Sini-sini " kata Alexsa sambil mengambil obat merah dari tangan Mona.


" Mama jangan mama" tolak Viona.

__ADS_1


" Ini obat sayang biar lukanya cepat sembuh" kata Alexsa sambil bersiap mengulas ke luka Viona.


" A..... ga mau mama" tolak Viona menangis lagi.


Ken yang melihat Viona semakin histeris tidak tega.


" Sini sama papa, kita jalan-jalan dulu ya" kata Ken memangku Viona sambil berjalan ke arah pagar.


" Nanti aja" ucap Ken sedikit berbisik.


Alexsa hanya diam meskipun sebenarnya hatinya benar-benar khawatir dengan kondisi sang buah hati.


" Pak Ken sangat baik dan penyayang" batin Mona yang melihat ketulusan Ken pada Viona.


" Ini kamu pegang dulu Mon" ucap Alexsa memberi obat merah itu kembali pada Mona.


Alexsa berjalan mendekati Viona dan Ken yang sudah di taman depan .


" Viona mau apa sekarang?" tanya Ken sambil mengalihkan fokus Viona.


" Papa aku ga mau ke sekolah, mau sama papa" ucap Viona memeluk Ken erat dengan kepala bersandar di dadanya.


" Lho kenapa sayang?" tanya Alexsa yang mendengar ucapan Viona barusan.


" Yah uda kalo mau sama papa lukanya harus di kasih obat dulu ya" ucap Ken bernegosiasi.


Awalnya Viona menolak dan pada akhirnya dia mengiyakan.


" Mana obatnya sayang?" tanya Ken menoleh pada Alexsa.


" Mon....sini bawa obatnya" kata Alexsa sambil mengusap wajah Viona penuh kasih sayang.


" Putri kecilku sudah mulai malas-malasan " kata Alexsa berbisik di telinga Ken.


" Putriku tidak malas mama" ucap Ken memeluk Viona.


Alexsa tersenyum dan mengambil obat merah dari Mona kemudian mengulasnya di kaki Viona.


" Pelan ma" ucap Viona memegang tangan Ken erat.


Ken meniup luka Viona yang sudah di beri obat merah.


" Anak papa pinter banget" ucap Ken masih meniup luka Viona.


" Ga sakit kan?" tanya Alexsa menoleh pada Viona.


" Gak ma" jawab Viona.

__ADS_1


Alexsa tersenyum meskipun dia tahu luka di kaki Viona pasti sakit.


__ADS_2