
" Kamu dari mana aja? aku khawatir sama kamu" kata Ken langsung memeluk Alexsa erat dengan wajah khawatir luar biasa. Sudah beberapa kali Ken mencoba menghubungi Alexsa tapi tidak ada jawaban. Akhirnya Ken mengikuti petunjuk GPS yang sudah Ken tempel di mobil baru Alexsa.
Alexsa dan Dini yang baru saja turun dari taksi kebingungan melihat kenapa Ken tiba-tiba ada di sana.
Ken semakin was-was setelah melihat Dikki mengikuti mereka.
" Aku baik-baik aja Ken" jawab Alexsa tersenyum malu karena banyak yang melihat termasuk pengunjung lain.
" Dari tadi aku telpon kamu ga angkat" kata Ken mulai melepaskan pelukannya pada Alexsa.
" Aku masuk duluan ya" kata Dini tersenyum tidak ingin menggangu percakapan keduanya dan langsung berjalan masuk meninggalkan Ken dan Alexsa di halaman cafe dekat parkiran.
" Kamu dari mana? ini tangan kamu kenapa? sayang kamu sakit?" tanya Ken dengan wajah serius dan khawatir.
Alexsa langsung menutup bekas jarum dengan tangannya yang di beri plester.
" Ga papa sayang" jawab Alexsa tersenyum kecil.
" Kamu jangan bohong" ucap Ken sambil menarik tangan Alexsa.
"Aw...." keluh Alexsa sambil memegang tangannya karena terasa nyeri.
" Papa..." pintu cafe di buka dan Viona berlari menuju Ken.
Ken membalik badan menghadap Viona yang sudah tepat di hadapannya.
" Anak papa ikut juga" kata Ken memangku Viona dan menciumnya.
" Iya pa mama tadi pergi ke rumah sakit" kata dengan polos.
Mendengar ucapan polos Viona, mata Ken langsung menatap mata Alexsa seakan bertanya-tanya apa yang terjadi.
" Uda... kita masuk dulu ada Nabila sama Dini" ucap Alexsa sambil menarik tangan Ken masuk ke dalam cafe.
" Disini aja Al aku pindah ke sebelah Mona" kata Nabila pindah agar Alexsa dan Ken duduk berdampingan.
" Makasih Bil" ucap Alexsa sambil meletakkan tasnya dan duduk.
" Papa dari mana?" tanya Viona yang tidak mau lepas dari pangkuan Ken.
__ADS_1
" Dari rumah sayang," jawab Ken mengusap rambut Viona penuh kasih sayang.
Nabila dan Dini yang melihat Ken begitu menyayanginya Viona seperti anak kandung ikut senang.
" Mau pesan apa? biar aku pesanan" kata Dini bertanya.
" Green tea aja Din" ucap Alexsa tersenyum.
" Papa dari mana?" tanya Viona yang tidak mau lepas dari pangkuan Ken.
Drettt...
Handphone Alexsa berdering ternyata panggil dari pegawai gedung.
Alexsa langsung menggangkat panggilan dan mengarahkan ke telinganya.
" Selamat siang ibu Alexsa" ucapnya membuka percakapan.
" Iya selamat siang mas" jawab Alexsa.
" Kami sudah membawa beberapa sampel seperti yang ibu minta. Apakah ibu bisa datang hari ini?" tanya pegawai itu.
" Baik ibu kami tunggu kedatangannya" jawab pegawai dan menyudahi panggil telepon.
" Siapa?" tanya Nabila ikut penasaran.
" Dari gedung aku mau kesana sekarang" jawab Alexsa.
" Yah uda kita berangkat sekarang" kata Ken.
" Viona sayang sama tante aja ya,, papa sama mama kamu mau pergi" ucap Nabila mengulurkan tangan.
" Viona mau sama tante?" tanya Ken memberi pilihan
" Kita nanti beli mainan ya,,," bujuk Nabila dan akhirnya berhasil.
" Mereka sangat serasi" ucap Nabila sambil melihat Alexsa dan Ken berjalan keluar diantar Mona dan Viona.
" Iya... ikut bahagia lihat mereka" balas Dini.
__ADS_1
Ken dan Alexsa langsung menuju mobil untuk berangkat menuju gedung yang akan di gunakan untuk acara pernikahan Alexsa dan Ken.
Ken masih menatap Alexsa lekat sampai membuat Alexsa merasa takut.
" Sayang... kenapa liat aku kayak gitu?" tanya Alexsa menoleh pada Ken.
" Kamu sakit?" tanya Ken lagi.
" Gak sayang aku baik-baik aja,,,, uda ayo berangkat mereka Uda nunggu kita" ucap Alexsa agar Ken tidak bertanya lebih banyak lagi.
Tapi Ken masih belum percaya.
" Kamu jangan bohong" kata Ken merasa Alexsa masih menutupi sesuatu darinya.
" Yah uda aku jujur janji jangan marah" kata Alexsa mengulurkan jari kelingkingnya dengan wajah serius menatap Ken dan memilih untuk berkata jujur.
" Iya janji ga marah " kata Ken membalas jari kelingking Alexsa.
" Tadi pagi waktu kita jemput Dini ke rumah sakit, Dini lagi cari pendonor darah. Nah kebetulan golongan darah yang di cari Dini itu golongan darah aku. Karena aku Uda lama ada niatan mau donor ya uda aku ajuin diri." Kata Alexsa menjelaskan dengan wajah serius.
" Uh... pacar aku baik bangat" ucap Ken mengusap rambut Alexsa lembut.
" Pasien itu ternyata istri Dikki Ken" sambung Alexsa lagi.
Mendengar nama itu wajah Ken langsung berubah.
" Sayang kamu kenapa? marah? tadi kan uda janji ga akan marah" kata Alexsa menatap mata Ken.
" Ga... aku ga marah kok" jawab Ken mengangguk.
" Gimana aku bisa marah sayang, bahkan aku juga menutupi sesuatu yang jauh lebih besar dari kamu" batin Ken tersenyum melihat Alexsa karena sudah berjanji pada Papa Herman tidak akan memberi tahu siapa pun terutama Alexsa soal Dikki.
Ken perlahan memeluk Alexsa dan mencium keningnya.
" Kamu kenapa bisa bantu orang yang uda jahat sama kamu?" tanya Ken.
" Yang jahat itu Dikki bukan istrinya. Lagian kalo kita balas dengan kejahatan apa bedanya kita sama dia" balas Alexsa tersenyum penuh arti.
" Tapi aku ga mau mereka sampai tahu kalo aku yang uda donorin darah" ucap Alexsa mengusap bekas jarum di pergelangan tangannya.
__ADS_1
" Bangga sama kamu" kata Ken sekali lagi memeluk Alexsa.