AKU BUKAN JANDA 2

AKU BUKAN JANDA 2
Nasehat


__ADS_3

" Vin ambilkan kopi papa ketinggalan kayaknya di mobil" kata Papa Herman sambil serius menatap pancingan yang sedari tadi belum di sambar ikan.


" Kak aku ambil kopi papa dulu sebentar " kata Alvin kemudian berdiri segera menuju parkiran yang jaraknya sekitar 200 meter dari tempat mereka memancing.


" Iya Vin" jawab Ken mengangguk.


Segera Alvin menuju parkiran untuk mengambil kopi pesanan sang papa.


Sepeninggal Alvin papa Herman dan Ken hanya diam saja sambil melihat pancingan masing-masing.


Tapi Ken sebenarnya sedang mempersiapkan diri untuk menanyakan sesuatu pada papa Herman mengenai Alexsa sebenarnya ada dimana sekarang.


Ken mencoba menarik nafas dalam-dalam dan hembuskan dengan perlahan.


" Om... saya mau tanya ,," ucapan Ken terputus.


Papa Herman menoleh pada Ken dengan wajah penasaran.


" Alexsa " sambung papa Herman melihat Ken yang dari tadi tidak meneruskan ucapannya.


Ken mengangguk sambil tersenyum tipis melihat ke arah papa Herman.


" Dia sedang liburan" jawab papa Herman singkat.


" Boleh saya tahu om dia kemana? Saya mau menjelaskan semuanya" pinta Ken penuh harap.


Papa Herman dapat melihat di mata Ken bahwa di mencintai putri sulungnya dengan begitu tulus. Mama Diana juga memberi tahu papa Herman kalau Ken beberapa kali datang ke toko kue untuk mencari Alexsa.


" Bagaimana pendapat keluargamu?" tanya Papa Herman.


" Mami saya sudah setuju om dengan hubungan ini dan kakak saya juga sudah menerima" jawab Ken.


" Bagaimana kamu bisa begitu yakin mereka akan menerima keadaan Alexsa" tanya papa Herman semakin serius.


" Mami yang mengatakan hal itu langsung om" jawab Ken tanpa ragu.


Sebentar Papa Herman hanya diam menatap air danau yang jernih.


" Om saya sangat mencintai Alexsa" ungkap Ken kepada Papa Herman.


Melihat ketulusan Ken membuat papa Herman luluh dan merasa Ken adalah jawaban atas doa-doanya selama ini.


" Sekarang kamu bisa pergi temui Alexsa" ucap papa Herman.


Ken segera bangkit berdiri dan berjalan mendekati papa Herman.


" Sekarang Alexsa berada di Medan" ucap Papa Herman memberikan alamat yang tertera di layar ponselnya.

__ADS_1


Cepat-cepat Ken memotret untuk mencari informasi di Medan.


" Makasih om" kata Ken begitu bahagia dan memberikan salam pada papa Herman.


Papa Herman hanya tersenyum kecil meskipun sebenarnya hatinya benar-benar bersyukur putri sulungnya di pertemukan dengan laki-laki seperti Ken.


" Secepatnya saya akan kesana om" kata Ken bersemangat.


...***...


Sesampainya di rumah Ken buru-buru merapikan pakaiannya untuk segera berangkat menuju Medan tempat Alexsa saat ini.


Pintu di buka dari luar ternyata sang kakak.


" Kamu mau kemana pake bawa baju?" tanya Maya kebingungan melihat Adiknya beres-beres.


" Ken berhasil dapat alamat Alexsa kak" kata Ken begitu bahagia dan bangga.


" Wah... Kakak ikut kesana ya" ucap Maya ingin meminta maaf kepada Alexsa langsung.


" Ken aja kak, kakak harus jaga Rayhan" jawab Ken menolak dengan halus.


" Iya kan ada Beby sister" jawab Maya masih mencoba untuk meminta ikut.


" Uda kakak disini aja, aku janji akan bawa Alexsa pulang" kata Ken menyakinkan.


Semua barang-barang sudah ada di mobil dan Rama juga sudah memesan tiket pesawat dan penginapan untuk Ken sesampainya di Medan.


Tidak lupa Ken juga meminta izin kepada sang Mami dan papi sebelum dia pergi.


" Kabarin mami ya kalo ada apa-apa" pinta mami Melinda mencium putra kesayangannya.


" iya mi,,, " jawab Ken menggenggam tangan mami Melinda.


Ken masuk ke dalam mobil dan segera menuju bandara Soekarno-Hatta untuk pergi ke Medan untuk menemui sang pujaan hati.


...***...


Di Medan Alexsa sedang duduk sambil menikmati cemilan buatannya bersama Nantulang. Sedangkan Viona dan Monaa sedang duduk menonton TV di ruang tamu.


" Sa..." panggil Nantulang membuyarkan lamunan Alexsa.


" Ah.... Nantulang buat kaget aja" kata Alexsa dengan suara kaget.


" Lagi mikirin apa la kau Boru?" tanya Nantulang sambil ikut duduk.


" Ga ada Nantulang, " jawab Alexsa tersenyum tipis.

__ADS_1


"Ada yang mau Nantulang tanya ini," kata Nantulang dengan ekspresi serius menatap Alexsa.


"Apa itu Nantulang,?" Alexsa balik bertanya.


" Uda dimana bapaknya si Viona?" tanya Nantulang dengan suara sedikit berbisik.


Alexsa hanya diam saja sambil menatap jauh kedepan.


" Aku juga ga tau Nantulang, uda lama kami ga berkabar" jawab Alexsa singkat.


" Bah... jadi siapanya maksud eda itu?" tanya Nantulang semakin penasaran.


Alexsa langsung mengerti maksud pertanyaan Nantulang.


" Uda punya pacar lagi kau ya boru?" tanya Nantulang mengintrogasi.


Alexsa hanya mengangguk mengiyakan pertanyaan dari Nantulang.


" Jadi kakak si laki-laki ini yang jahat samamu?" tanya Nantulang.


Lagi-lagi Alexsa hanya mengangguk.


" Ga jauh bedanya nasib kita Boru . Dulu sebelum nikah sama tulangmu. Banyak yang ga suka sama Nantulang. Karena Nantulang hanya tamatan SMA padahal tulangmu sarjana. Tapi tukangmu bilang gini ngapain aku harus menikah sama perawatan atau sarjana kalo nanti kami cerai. Tulang hanya mau nikah sama Nantulang. " kata Nantulang mengingat masa lalunya begitu rumit untuk memperjuangkan cinta mereka bersama tulang.


" Trus kok Nantulang sama tulang jadi nikah?" tanya Alexsa penasaran.


" Tukangmu di perjuangkan terus Nantulang waktu itu. Kata tulang kalau Nantulang Lah yang terbaik buat dia. Lama kali sa akhirnya luluhlah keluarga. Baru menikahlah Nantulang sama tulang.


Waktu itu nantulang masih belum kerja. Jadi kata bapak ada penerimaan mahasiswa baru terus Nantulang cobalah . Tapi waktu itu eda sama bapak belum nikah. Awalannya banyak yang ga dukung Nantulang." ucap Nantulang sudah mulai meneteskan air mata mengingat kesusahannya di masa lalu.


" Nantulang jangan di lanjut lagi" kata Alexsa tidak ingin membuat Nantulangnya semakin menangis.


" Uda nanggung sa, Nantulang lanjut aja la" kata Nantulang masih sempat-sempatnya bercanda.


" Setelah mendaftar Nantulang banyak belajar terus


bapak kasih Nantulang contoh soal. Pas hari ujian Nantulang kerjakanlah soal-soal ini semua. Hampir 1 minggu pengumumannya di telpon eda la Nantulang kalo nantulang lulus" ucap Nantulang.


Alexsa ikut meneteskan air mata mendengar cerita Nantulang yang begitu berat.


" Yang mau Nantulang sampaikan sama kamu jangan cepat-cepat ambil keputusan menyudahi hubungan sa. Mungkin di sana dia juga lagi berusaha untuk menjelaskan sama keluarganya. Harusnya kamu juga harus ikut membantu setidaknya memberikan semangat" kata Nantulang memberikan nasehat.


Alexsa mengusap air mata dan mencoba mencerna kalimat Nantulang barusan.


" Nantulang pernah mau menyerah tapi tukangmu selalu kasih Nantulang semangat dan selalu bilang kita pasti bisa lewati ini semua" kata-kata itu yang buat Nantulang semangat lagi.


Nantulang menyakinkan Alexsa untuk tidak gampang untuk menyerah terhadap sesuatu. Terkadang kita sering mengambil keputusan menyudahi hubungan karena mereka tidak pantas.

__ADS_1


__ADS_2