
Beberapa persiapan untuk perayaan atas keberhasilan kantor Ken mulai di siapkan. Mulai dari tempat di salah satu hotel yang bekerja sama dengan kantor Ken.
Hari ini Alexsa kembali ke kantor seperti biasa meskipun awalnya Ken masih bersikeras agar Alexsa istirahat. Tapi karena Alexsa memaksa dan menyakinkan kalau dia sudah baik.
Ken menyetujui tapi harus menjemput sekaligus mengantar Viona ke sekolah.
Usai mengantar Viona dan Reyhan ke sekolah, Alexsa dan Ken langsung menuju kantor.
" Sayang..." panggil Ken begitu sayang pada Alexsa.
" Iya... ada apa Ken?" tanya Alexsa menoleh pada Ken.
" Sayang banget sama kamu" ucapnya seakan mengungkapkan seisi hatinya.
" Iya aku juga sayang sama kamu" ucap Alexsa sambil tersenyum bahagia di pertemukan dengan laki-laki seperti Ken yang menerima dia apa adanya.
*
Waktu sudah menunjukan jam makan siang
Ken menghubungi Alexsa agar datang ke ruangannya.
" Tok.. tok..." suara ketukan.
" Masuk " ucap Ken langsung berdiri sambil merentangkan kedua tangannya berharap itu adalah Alexsa.
" Ngapain?" kata Maya menahan tawa melihat tingkah adiknya.
" Kak Maya" ucap Ken malu langsung menurunkan tangannya.
" Kamu pikir aku Alexsa" kata Maya tertawa.
Ken menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena menahan malu.
" Ada apa kak?" tanya Ken mengalihkan pembicaraan.
" Kakak mau ajak tante Diana sama mama ke mall untuk acara nanti" ucap Maya.
" Oh... yah uda kak ga papa" jawab Ken tidak masalah.
__ADS_1
"Tok....Tok...." pintu kembali di ketuk dari luar.
" Ini pasti Alexsa" batin Ken tersenyum melihat pintu.
" Masuk" ucapnya.
Alexsa dengan perlahan membuka pintu dan berjalan masuk.
" Hay Al..." sapa Maya.
" Eh... kak Maya" jawab Alexsa tersenyum kembali.
" Yah uda kakak pergi dulu" ucap Maya sambil berjalan keluar meninggalkan Ken dan Alexsa.
" Duluan ya Al" ucap Maya menyentuh lengan Alexsa.
" Oh iya aku juga mau ajak Viona main ya ga papa kan?" kata Maya pamit.
" Iya kak ga papa Entar aku kabarin ke mama" kata Alexsa.
Maya pun keluar dan menutup pintu ruangan Ken kembali.
" Aku sangat merindukanmu" kata Ken memeluk Alexsa dari belakang.
" Emang ga boleh rindu sama pacar aku sendiri?" ucap Ken sambil mencium pipi Alexsa.
" Boleh sayang" jawab Alexsa tersenyum.
" Yah uda kita makan siang dimana? Aku sudah sangat lapar" kata Alexsa agar Ken melepas pangkuannya takut ada yang akan melihat.
Siang ini beberapa karyawan melaksanakan rapat untuk membahas persiapan perayaan yang waktunya tidak lama lagi.
Alexsa menjelaskan beberapa kegiatan dan persiapan yang harus di lakukan.
Ken sama sekali tidak mendengar penjelasan Alexsa tapi fokus pada Alexsa yang begitu antusias menjelaskan.
" Dia memang sangat cantik dan pintar" batin Ken tersenyum memandang Alexsa yang akhirnya Alexsa menyadari sedari tadi Ken menatapnya.
" Gimana pak Al?" tanya Alexsa sambil menoleh kearah Ken.
__ADS_1
Semua orang yang ada di ruangan juga ikut menoleh pada Ken.
" Pak Al" panggil Intan yang duduk tidak jauh dari Ken.
" Maaf... maaf " ucap Ken akhirnya tersadar dari lamunannya.
" Bagaimana pak mungkin ada yang mau di tambahkan lagi?" ucap Alexsa menahan tawa melihat ekspresi Ken.
" Saya pikir semua sudah jelas, saya berharap persiapan di lakukan semaksimal mungkin" ucap Ken dengan tegas meskipun dia tengah menahan malu.
" Awas saja aku akan membalas" batin Ken menatap Alexsa lekat.
Usai rapat semua yang sudah di beri tugas langsung menuju ruangan masing-masing.
" Alexsa tolong ikut ke ruangan saya" ucap Ken dengan suara tegas dan meninggalkan ruangan rapat.
" Baik pak" jawab Alexsa singkat masih saja menahan tawa, dia berusaha untuk seprofesional mungkin selama di kantor.
Alexsa mengikuti langkah Ken menuju lantai 15 tepatnya ruangan kerja mereka.
" Aku akan memberi hukuman pada Alexsa" batin Ken tersenyum licik memasuki lift.
Sedangkan Alexsa masih berjalan di belakang Ken menggunakan lift khusus karyawan.
" Dia pasti sangat malu" kata Alexsa tersenyum kecil sambil memegang beberapa map di tangannya.
Akhirnya lift berhenti di lantai 15, Alexsa siap-siap untuk keluar tanpa sengaja seseorang yang juga karyawan menumpahkan kopi tepat di pakaian Alexsa.
" Aw...." ucap Alexsa cukup kuat membuat semua mata tertuju ke arah mereka.
" Maaf... Bu saya tidak sengaja" kata laki-laki pemilik kopi merasa bersalah.
" Tidak masalah saya juga salah" ucap Alexsa sambil mengibaskan tangannya membersihkan kopi yang menempel.
" Sayang???" ucap Ken yang ternyata mendengar suara Alexsa tadi.
Semua terdiam mendengar ucapan Ken barusan.
" Kenapa kau tidak hati-hati" bentak Ken dengan sigap membuka jas untuk menutupi pakaian Alexsa yang kotor.
__ADS_1
" Saya minta maaf pak, saya benar-benar tidak sengaja menumpahkan minuman saya” katanya masih belum memahami situasinya saat ini.
Beberapa karyawan ikut menyaksikan kepanikan Ken dan baru saja mendengar Ken memanggil Alexsa dengan sebutan sayang.