
Ken lagi-lagi terpana dengan yang dilakukan Alexsa hari ini, dia menyelamatkan perusahaan Ken yang sudah hampir tidak mungkin.
" Saya akan memberikan waktu selama dua hari untuk mengirimkan data-data yang benar" ucap pak Broto.
" Itu artinya bapak setuju dengan perusahaan kami?" tanya Rama penuh harapan.
Pak Broto melihat ke Alexsa.
" Itu artinya di terima pak" tanya Alexsa menatap belum menerima jawaban yang jelas.
" Kalo saya sudah minta data itu buat apa" jawab pak Broto berdiri dan berjalan meninggalkan ruangan di ikuti bawahannya.
Semua seisi ruangan tersenyum bahagia dan memberikan Alexsa selamat pada Alexsa karena sudah berhasil membuat perusahaan mereka bekerja sama dengan perusahaan di luar negeri.
Ken masih seperti bermimpi melihat kejadian hari ini dia benar-benar tidak menyangka bahwa Alexsa mempunyai kemampuan yang sangat bagus dan luar biasa.
Dia tidak hanya menyelamatkan perusahaan tapi juga membuat Ken dapat membuktikan janjinya kepada sang papi akan membawa perusahaan akan jauh lebih besar dari yang sekarang.
Alexsa menjadi pembicaraan yang hangat di kantor Ken. Hampir semua karyawan sudah mengenal Alexsa karena kejadian hari ini. Tidak hanya itu laki-laki yang dulunya tidak mengenal Alexsa menjadi mengidolakan Alexsa bak seperti artis.
Ken kembali ke ruangan miliknya sedangkan Alexsa sedang berdiskusi dengan koordinasi menyiapkan berkas dan data yang akan di kirim pada pak Broto nantinya.
Waktu terus berjalan Alexsa berjalan ke arah meja miliknya sambil mengecek email.
Alexsa membaca pesan dari Ken
" Tolong datang ke ruangan saya setelah kamu membaca pesan ini"
Dengan sedikit ragu-ragu Alexsa berjalan menuju pintu ruangan Ken mengetuk pintu.
" Tok... Tok..." suara ketukan pintu.
" Masuk" perintah Ken dari dalam.
Alexsa membuka pintu pelan dan masuk ke ruangan Ken.
" Ada apa pak? " tanya Alexsa mendekati Ken.
Ken berdiri dan berjalan mendekati Alexsa mereka semakin dekat dan Ken langsung memeluk Alexsa berterima kasih karena Alexsa telah menyelamatkan perusahaan Ken.
" Saya tidak tahu jika kamu tidak ada di sana" ucap Ken memeluk Alexsa.
Alexsa mengusap punggung Ken lembut.
" Saya hanya melakukan tugas saya pak" ucap Alexsa.
Perlahan Alexsa menarik diri dari pelukan Ken.
" Saya sangat senang bisa membantu bapak" ucap Alexsa.
Ken tersenyum kikuk.
"Kalo begitu saya pamit untuk makan siang pak" ucap Alexsa hendak keluar.
__ADS_1
" Al.." panggil Ken lagi.
" Ada apa pak?" tanya Alexsa belum sempat keluar.
" Makanan saya tadi kemana?" tanya Ken yang belum menghabiskan makanan pemberian mama Diana.
Alexsa terdiam sebentar karena makanan Ken sudah dia buang tadi.
" Saya sudah buang pak, saya pikir bapak sudah ga akan makan lagi" jawab Alexsa mengusap tangannya.
" Aduh saya masih mau makan" ucap Ken dengan wajah menyun.
" Kalo bapak masih mau boleh makan punya saya" ucap Alexsa hendak keluar.
Alexsa mengambil rantang miliknya dan masuk ke ruangan Ken lagi.
" Ini bapak makan aja, saya pesan makanan dari luar" ucap Alexsa memberikan rantang pada Ken.
" Kita makan berdua saja" ucap Ken menarik tangan Alexsa duduk di sofa.
" Tapi pak, biar saya pesan dari luar saja" tolak Alexsa.
" Tidak perlu, kita makan ini saja" ucap Ken sambil membuka rantang.
" Mari makan siang bersama" ucap Ken tersenyum.
Alexsa hanya diam saja sambil ikut duduk di sebelah Ken.
" Masakan tante sangat enak" puji Ken.
" Ini saya suapin aja" ucap Ken menyendok makanan pada Alexsa.
Alexsa terpaku melihat Ken yang semakin membuatnya nyaman.
Satu suapan pertama untuk Alexsa. Mereka menikmati makanan dengan perasaan campur aduk.
Saat makan yang di rantang sudah hampir habis tiba-tiba Ken menanyakan sesuatu pada Alexsa.
" Nanti malam kamu ada acara gak Al?" tanya Ken sambil mengambil selembar tissue dan membersihkan bekas makanan di sisi bibirnya.
Alexsa berpikir sebentar memutar mata.
" Sepertinya tidak ada pak" jawab Alexsa menutup rantang makanan yang sudah habis.
" Saya boleh ajak kamu makan malam di luar. Anggap saja sebagai ucapan terimakasih karena kamu sudah melakukan tugas denganbaik tadi" kata Ken menjelaskan penuh harap Alexsa akan menerima ajakan Ken.
Alexsa terdiam tidak tahu harus menjawab apa untuk menolak ajakan Ken.
" Saya mau menghabiskan waktu dengan putri saya pak" kata Alexsa dengan senyum tipis.
Wajah Ken berubah mendengar jawaban Alexsa barusan, tapi Ken juga harus paham Alexsa punya putri yang membutuhkannya.
" Okey saya harap kamu bisa lain waktu" kata Ken dengan wajah kecewa.
__ADS_1
" Kalau begitu saya pamit pak" ucap Alexsa sambil membersihkan sisa makanan.
Ken tersenyum dan membuka tangan seakan mempersilahkan Alexsa untuk pergi.
" Permisi pak" kata Alexsa sambil berdiri dan berjalan menuju pintu.
Alexsa melihat rasa kecewa di wajah Ken mendengar penolakannya.
" Aku ga mau jadi berharap lebih" ucap Alexsa meletakkan rantang kembali.
Alexsa membuka handphone ternyata ada pesan dari Nabila.
From : Nabila
Al... Selamat ya aku senang banget liat kamu yang sekarang. Tadi kak Rama cerita tentang kamu.
Aku bangga punya sahabat kayak kamu Al.
Alexsa tersenyum membaca pesan Nabila.
To : Nabila
Makasih bestie
Ini semua juga karena bantuan kalian sampai aku ada di titik ini.
Wah uda makin dekat sama pak Rama.
Balasan Alexsa pada sahabatnya dan kemudian kembali melakukan pekerjaan yang sudah di siapkan tadi untuk di kerjakan.
Alexsa bekerja serius sampai tiba-tiba seorang laki-laki datang membawa berkas hasil rapat tadi.
" Selamat sore mbak Alexsa" sapanya.
Alexsa menoleh pada sumber suara.
" Iya pak ada yang bisa saya bantu?" tanya Alexsa ikut berdiri.
" Ini adalah hasil dari data yang sudah di lakukan evaluasi" ucap laki-laki itu memberikan map berwarna merah muda pada Alexsa.
" Apa semua sudah di lakukan pengecekan?" tanya Alexsa memastikan semua sudah tidak kurang.
" Saya pikir sudah mbak, mungkin bisa di cek lagi. Dan di sini perlu tanda tangan dari pak Ken." Ucapnya menunjukkan format yang sudah di siapkan sebelumnya.
" Oke saya akan lakukan pengecekan terlebih dahulu dan nanti akan saya beri pada pak Ken untuk di tanda tangani" jawab Alexsa mengambil berkas yang sangat penting itu.
" Baik mbak terimakasih, saya mohon izin kembali" ucap laki-laki itu dengan senyuman terukir di wajahnya.
Alexsa membalas dengan senyuman tipis.
Dia mulai mengecek berkas sebelum di berikan pada Ken untuk di tanda tangani. setelah memastikan semua sudah beres kini Alexsa langsung berjalan memasuki ruangan Ken.
Cukup lama Alexsa mengetuk tapi tidak ada jawaban dari Ken.
__ADS_1
Alexsa membuka pintu dan mencari keberadaan Ken disana tapi hasilnya nihil.
" pak Ken kemana? " ucap Alexsa mencari di setiap sisi.