AKU BUKAN JANDA 2

AKU BUKAN JANDA 2
Permintaan Mami


__ADS_3

"Silahkan masuk “ ucapnya memamerkan gigi yang tersusun dengan rapi menambah ketampanannya.


“ Makasih” ucap Alexsa masuk dan duduk di sebelah pengemudi.


Pintu di tutup pelan dan langsung berlari ke arah pengemudi. Tak lama mobil ;langsung melaju menuju toko yang tidak begitu jauh.


“ Maaf ya mbak saya ganggu waktu istirahatnya” ucapnya membuka percakapan.


“ Tidak,,, sama sekali tidak” jawab Alexsa menoleh padanya sebentar dan Kembali menatap jalan yang tidak begitu ramai.


Suasana Kembali hening dan mobil terus melaju tak lama mobil yang mereka kendarai berhenti di depan toko kue milik Alexsa.


“ Inikan toko kuenya” ucap laki-laki pemilik senyum manis itu.


“ Iya” jawab Alexsa sambil keluar dari mobil dan di susul oleh si laki-laki.


Alexsa membukakan pintu dengan kunci yang sudah dia bawa dari rumah sebelum datang kesini. Beberapa kali mencoba untuk membuka tapi belum juga bisa.


“ Ada masalah?” tanya laki-laki itu yang ternyata memperhatikan Alexsa kesulitan.


“ Bisa saya bantu?” ucapnya menawarkan diri.


Alexsa langsung mundur beberapa seolah menjawab pertanyaan laki-laki itu untuk membantunya.


Dengan percaya diri, laki-laki itu mencoba membukakan pintu tidak butuh waktu lama terdengar suara


“ Krek…” yang menandakan pintu sudah terbuka.


“ Sudah bisa” ucapnya kemudian membukakan pintu utama.


Alexsa berjalan masuk dan langsung menuju ruangan yang ada di belakang dan memilihkan beberapa kue.


“ Saya pesan yang begini” ucapnya sambil menunjukkan sebuah foto kue yang tidak asing adalah kue yang diantar Alexsa tadi pagi.


Melihat kue yang di maksud laki-laki itu Alexsa langsung menyiapkan yang hanya sisa beberapa.


“ Sisa segini” kata Alexsa mengangkat nampan berisi kue.


“ Saya ambil semua ya “ ucapnya sambil memilih kue lain.


Alexsa dengan siap menyiapkan pesanan laki-laki dan tak lupa menuliskan detail pesanannya.


“ Masih ada tambahan lain?” tanya Alexsa memastikan.


“ Yang ini “ ucapnya menunjuk salah satu kue.


“ Mau di hangatkan dulu ga?” tanya Alexsa mengambil kue dengan penjepit.

__ADS_1


“ Boleh jika kamu tidak keberatan” jawab pemuda yang tampak senang.


Alexsa langsung menyalakan oven yang biasa di gunakan untuk menghangatkan kue sebelum di berikan kepada pembeli.


5 menit kemudian pesanan laki-laki sudah selesai.


“ Maaf lama” ucap Alexsa sambil membawakan kue yang sudah rapi di dalam kotak berlogo Al lengkap dengan alamat dan nomor telepon. Laki-laki itu menunggu di luar toko sambil mengotak-atik handponenya yang tampak bernilai puluhan juta.


“ Seharusnya saya yang minta maaf “ ucapnya mengambil kue yang Alexsa sodorkan.


“ Jadi berapa semua?” tanya mengambil dompet.


“ 50 ribu” jawab Alexsa.


Laki-laki itu mengambil uang seratus beberapa lembar dan memberikannya pada Alexsa.


“ Ini terlalu banyak” kata Alexsa mengambil 1 uang seratus.


“ ini sudah lebih dari cukup, saya akan kembalikan kelebihannya” katanya sambil mengambil uang di saku.


“ Tidak-tidak, ini sebagai terimakasih saya sudah mau sibuk “ kata laki-laki itu menolak.


“ Baiklah saya pamit pulang” ucap Alexsa hendak pulang memilih berjalan kaki.


“ Biar saya antar saja” kata laki-laki itu berjalan mendekati Alexsa.


“ Tidak perlu, biar saya jalan kaki saja” jawab Alexsa berusaha menolak.


“ Saya akan merasa tidak bertanggung jawab jika kamu pulang sendiri” ucapnya dengan wajah memelas.


Alexsa yang pernah mengalami penghianatan dari laki-laki yang dulu dia cintai sontak tersanjung dengan napa yang di katakana laki-laki yang ada di hadapannya saat ini.


“ Baiklah” kata Alexsa akhirnya dan mau di antar oleh laki-laki ke rumah.


Alexsa masuk dan di susul laki-laki itu, mobil Kembali melaju menuju rumah Alexsa yang memang jaraknya tidak begitu jauh. Alexsa hanya menatap ke jalan tanpa berani menatap ke arah pemuda itu. Mobil akhirnya berhenti di depan rumah Alexsa.


“ Makasih “ ucap Alexsa sambil membukakan sabuk pengaman.


“ Saya yang seharusnya makasih” ucapnya sambil menatap Alexsa.


“ Oh iya kita belum kenalan. Namaku Kenzie” ucapnya sambil mengulurkan tangan memperkenalkan diri. Alexsa yang sudah siap-siap keluar dari mobil dengan ragu-ragu membalikkan badan.


“ Alexsa” katanya mengulurkan tangan.


“ Senang jumpa sama kamu” ucap Ken tersenyum puas setelah tau nama Alexsa.


“ Permisi” Alexsa keluar dari mobil dan membukakan pagar yang sengaja tidak di tutup pak Abdi.

__ADS_1


Pov Kenziee Mahanta


Hari itu aku sedang ada rapat dengan beberapa teman lama untuk membahas suatu proyek besar di daerah Jakarta timur. Sepulang dari rapat mamaku menelpon untuk meminta tolong.


“ Ken mami bisa minta tolong ga?” ucap mamaku sosok yang selalu aku sayangi.


“ Apa itu mi?” tanyaku sambil meletakkan beberapa berkas ke belakang.


“ Mami uda WA kamu , tolong ya nak” ucap yang sepertinya akan memberikan aku perintah sulit.


“ Oke… oke mi” ucapku sambil mematikan telepon.


Aku buru-buru membuka isi pesan dari mami.


From : Mami


Ken tolong beliin mami kue nak. Kebetulan dekat dari tempat kamu rapat. Tadi mama makan di arisan teman mami. Rasanya enak bangat.


Ingat ya Ken belinya harus di toko ini dan kue yang ini.


Mama mengirimkan beberapa foto.


Aku memutar bola mataku sedikit kesal dengan perintah mami. Aku segera membuka alamat melalui maps meskipun sering ke sini aku sama sekali tidak begitu tau alamatnya.


Dengan sedikit rasa terpaksa aku melajukan mobilku menuju alamat yang jaraknya sekitar 5 km.


15 menit kemudian aku sampai di sebuah ruko tidak begitu besar, seperti yang aku khawatirkan toko kue pilihan mama tutup.


Aku langsung menghubungi mamI.


“ Mi ini aku uda sampai di toko kue yang mama mau, tapi uda tutup ma” ucap Ken sambil celingukan melihat ke arah toko.


“ Kamu bohong ya? Mami ga mau tau kamu pulang kuenya harus ada. Mau tidur di luar” ucap mami dengan nada mengancam.


“ Mi… “ belum selesai aku bicara mami mematikan telepon.


Sebentar aku berpikir harus melakukan apa.


Aku mencoba menghubungi nomor telepon yang ada di logo toko tapi tidak ada jawaban.


Tepat di sebelah toko ada seorang bapak satpam sedang berjaga dengan sedikit ragu aku mengumpulkan tenaga untuk bertanya. Aku berjalan mendekat.


“ Selamat malam pak, permisi saya mau bertanya toko ini buka jam berapa ya?” tanya Ken menunjuk toko kue milik Alexsa.


“ Jam 8 pagi biasanya uda buka mas, kalo sekarang uda tutup” jawabnya sedikit kuat karena dalam kondisi ramai kendaraan.


“ Kenapa mas? Ada yang bisa saya bantu?” tanya bapak satpam balik bertanya.

__ADS_1


“ Mama saya mau kue dari toko ini pak, uda tutup ya” jawabku dengan wajah putus asa.


“ Rumah pemilik toko ini ga jauh kok mas” jawab bapak satpam bermana Leo dari papan nama di pakaiannya.


__ADS_2