AKU BUKAN JANDA 2

AKU BUKAN JANDA 2
Bidadari


__ADS_3

“ Mas masuk dari jalan ini lurus terus kira-kira 1 km mas. Rumah berpagar hitam besar” kata bapak tersebut menjelaskan.


“ Makasih bapak” ucapku dengan senang.


Aku Kembali kearah mobil dan mengambil kopi yang tadi aku pesan belum sempat aku minum.


Melihat kebaikan bapak satpam aku tergerak untuk memberikan kopi itu.


“ Ini untuk bapak biar lebih semangat kerjanya” ucapku sambil memberikan kopi beberapa rasa.


“ Makasih mas, baik bangat” ucapnya tersenyum kegirangan.


Aku langsung menuju jalan yang bapak satpam tunjukkan tadi.


Beberapa kali aku bertanya dengan orang yang kebetulan lewat. Seperti yang mereka katakan bapak satpam tadi berpagar hitam dan besar.


Aku berjalan dan menekan bel beberapa kali. Seorang berpakaian serba hitam keluar.


“ Mau cari siapa mas?” katanya membuka pagar sedikit cukup untuk keluar satu orang.


“ Maaf pak saya cari pemilik toko kue yang ada di depan” ucapku sedikit takut melihat kumis bapak yang kini berdiri di hadapanku.


“ Ini uda malam mas, majikan saya juga sudah tutup” jawabnya sedikit ketus.


“ Tolong pak ini permintaan mama saya” ucapku berusaha membujuk.


Beberapa saat kemudian bapak itu tampak mengambil handphone di saku celananya dan menghubungi seseorang.


“ Sebentar majikan saya akan kesini, silahkan masuk” katanya mempersilahkan masuk masih dengan nada ketus.


“ Untung majikan saya orang baik” tambahnya lagi memasukkan handphone Kembali ke dalam saku celananya.


“ Makasih bapak” kataku berusaha menutupi rasa canggung.


Beberapa menit kemudian seorang wanita cantik berjalan ke arah kami berdua sambil menguncir rambutnya yang tidak begitu panjang tapi sangat menawan. Aku seperti melihat seorang bidadari baru saja melihatnya pertama kali benar-benar tak ingin melewatkan sedetik pun setiap langkahnya. Wanita cantik pemilik senyum manis itu semakin dekat membuat jantungku semakin berdebar.


“ Dia sangat cantik” batinku tanpa sadar memandanginya. Kecantikan Wanita ini sangat natural.


“ Ini non yang ngotot mau beli kuenya” ucap bapak sambil menoleh ke arahku.


“ Maaf mbak saya mengganggu malam-malam begini” ucapku dengan tersenyum.


“ Ga masalah mas, “ Jawab Wanita cantik itu balik tersenyum.

__ADS_1


Rasanya aku ingin segera melamarnya menjadikannya istriku. Dia benar-benar membuatku terpana.


“ Saya ke toko dulu ya pak” ucapnya dan kami segera menuju toko. Saat berjalan aku bisa mencium aroma parfumnya yang semakin membuatku tergila-gila.


Dalam hatiku berjanji seandainya aku menikah dengannya akan ku perlakukan dia sangat baik.


Saat menuju toko aku memandanginya dari kaca. Dia benar-benar cantik sungguh.


Sesampainya di toko Wanita cantik berambut hitam itu langsung membukakan pintu aku dapat melihat dia kesusahan tapi tetap berusaha untuk membukakan pintu.


Dengan senang hati aku menawarkan diri untuk membantu.


Aku mengumpulkan tenaga akan sangat malu rasanya jaka aku tidak bisa membukakan pintu di depan Wanita cantik yang aku suka. Ternyata semua berjalan dengan baik.


Kami beriringan memasuki toko dan aku memesan kue seperti yang dikatakan mama.


Dia sibuk membuat pesanan dan aku sibuk memandangi wajahnya yang mempesona beberapa kali aku mengambil fotonya. Aku tau yang aku lakukan salah tapi untukku lebih bauk minta maaf dari pada minta izin. Setelah aku berhasil mendapatkan beberapa foto handphoneku Kembali berdering ternyata mami.


“ Iya mi ini kuenya lagi di panaskan” ucapku sudah tau mami akan menanyakan kue dan keluar dari toko menunggu di luar.


“ Dari toko yang mama maksudkan? Bukan toko lain” kata mami dengan nada curiga.


“ Iya mi…” jawabku dan mami mematikan sambungan telepon.


“ Maaf lama “ katanya sambil menyodorkan berisi kue padaku.


“ Seharusnya saya yang seharusnya minta maaf “ ucapku yang tidak enak mengganggu waktu istirahatnya.


Awalnya dia menolak untuk di antar, rasanya sangat tidak bertanggung jawab bila aku membiarkan dia berjalan kaki sendiri ke rumah sekalipun itu dekat. Dengan sedikit memohon aku pada akhirnya mengantarnya pulang dari tempat aku menjemputnya. Beberapa kali aku menarik nafas untuk mengajaknya berkenalan tapi aku semakin gugup. Tapi setelah dia akan keluar dari mobil aku beranikan untuk mengajaknya berkenalan.


“ Alexsa” nama yang sangat indah.


***


Di jalan aku senyum-senyum sendiri mengingat wajahnya yang sangat cantik dan menghirup aroma parfumnya yang masih tertinggal.


“ Dia harus jodohku “ katanya sambil terus menyetir.


Tapi sesaat kemudian aku mencium aroma kue yang sangat membuatku penasaran. Kuenya tidak begitu besar tapi aromanya benar-benar menggiurkan.


“ Seenak apa sih sampai mami minta kue ini” kataku sambil mengambil satu untuk mencobanya sendiri. Satu gigitan berhasil masuk ke dalam mulutku, betul saja ini sangat benar-benar enak.


“ Pantesan mami mau kue ini” ucapku dan memakannya lagi.

__ADS_1


Di jalan tanpa sadar aku sudah makan kuenya 3 itu artinya kue yang mami pesan sisa 1.


Aku mulai panik dan memikirkan alasan kepada mami.


Jam 21.34 aku sampai di rumah, pak Roni langsung membukakan pagar.


Aku langsung masuk dan memarkirkan mobilku di tempat biasa.


“ Mami uda tidurlah jam segini” kataku dengan yakin.


Aku melangkah memasuki rumah tak lupa membawakan kue yang sudah sisa 2.


Tapi dugaanku salah ternyata belum sempat membukakan pintu, mami sudah membukakan pintu terlebih dahulu.


“ Ken mana pesanan mami?” kata mami dengan wajah bahagia.


Aku berusaha setenang mungkin dan berusaha berbohong.


“ Mi kuenya sisa 1 mi” ucapku memberikannya ke pada mami.


“ Yah… mami pikir kamu beli banyak” ucap mami dengan nada kecewa. Aku merasa bersalah tapi aku sudah memakannya tadi.


“ Ya udah deh ini aja” ucap mami sambil berjalan ke sofa untuk menikmati kue sambil menonton tv.


Aku juga duduk di sofa dan Kembali membuka handpone untuk melihat foto wanitaku.


“ Kennnnnn…” teriak mami sambil memegang selembar kertas kecil. Aku yang sedang bersantai benar-benar kaget.


“ Kenapa sih mi? Ken kaget” ucapku sambil menoleh ke arah mami.


“ Kamu bohong ya sama mami…. disini jelas-jelas kuenya ada 4. Dimana Sebagian lagi Ken” ucap mami sambil menunjukkan kertas yang jelas-jelas ada tulisannya.


Aku benar-benar bingung mau jawab apa.


“ Uda Ken makin mi” ucapku terkekeh dan bersiap-siap lari ke kamar sebelum mami semakin marah.


“ Kenapa makan kue punya mami” kata mami dengan suara meninggi dan melemparkan bantal ke arahku.


“ Maaf mi” kataku sedikit tertawa tetapi merasa bersalah juga dan lari menuju kamar yang ada di lantar atas.


Hari ini benar-benar sangat melelahkan, aku ingin segera mandi. Sebelum mandi aku berbaring sebentar dan Kembali memandangi foto bidadariku beberapa kali aku senyum-senyum dan memakainya sebagai wallpaper di handphoneku.


POV Kenziee Mahanta off

__ADS_1


__ADS_2