
Setelah kejadian itu beberapa kali Ken datang ke toko hanya untuk melihat Alexsa sang pujaan hati.
“ Sore mas ganteng” ucap Rere yang memang senang bercanda.
“ Selamat sore saya mau pesan kue yang biasa mbak” ucap Ken seperti mencari-cari keberadaan Alexsa di sana.
“ Baik mas di tunggu sebentar ya saya siapkan” ucap Rere segera membuat pesanan kue.
Ken melihat beberapa kali ke arah pintu berharap Alexsa yang membukakan pintu.
Tapi semua tidak sesuai dengan yang di harapkan, yang keluar dari belakang adalah Alicia sambil memangku Viona.
“ Manis sekali bayinya “ ucap Ken di dalam hati.
“ Mau kemana anak manis?” ucap Rere sambil menunduk menyesuaikan dengan Viona.
“ Mau mandi uti Rere” jawab Alicia dengan suara yang di buat-buat layaknya anak kecil.
Viona yang senang di ajak bermain langsung tertawa sangat menggemaskan, siapa saya yang melihat tingkahnya akan selalu ingin mencium pipinya yang tembem.
“ Dia sangat mirip dengan Al” tambah Ken lagi dalam hatinya.
“ Da… da…” kata Rere sambil melambaikan tangan kearah Viona yang semakin jauh.
Setelah Alicia keluar dari toko dan ternyata pak Abdi sudah menunggu di depan.
“ Ini pesanannya mas, masih ada tambahan lagi” ucap Rere memasukkan roti ke dalam kemasan berbentuk kotak.
“ Uda mbak itu aja” jawab Ken mengambil uang dari sakunya.
Lagi-lagi Ken harus kecewa, sudah beberapa kali ke toko untuk menemui Alexsa tapi belum juga bertemu. Dengan sedikit kecewa Ken memutar badan untuk meninggalkan toko dari pintu belakang tampak Alexsa keluar membawakan kue yang baru selesai di oven. Ken yang tampak sudah bersiap-siap keluar Kembali membalik badan. Wajahnya yang semula di tekuk kini Kembali tersenyum bahagia. Ternyata hari ini keberuntungan berpihak kepadanya. Namun Alexsa sama sekali tidak menyadari kehadiran Ken disana.
Setelah sesaat memandangi Alexsa yang tengah sibuk Menyusun kue di rak, dengan berat hati Ken keluar meninggalkan toko.
Di perjalanan Ken merasa bahagia bagaimana tidak sepanjang hari setelah pertemuan itu dia hanya memikirkan Alexsa. Setelah beberapa kali kecewa karena tidak bertemu dengan pujaan hati, hari ini kerinduan itu terbayar lunas. Melihat Alexsa meskipun sekilas mampu mengurangi kerinduan di hati Ken. Perjalanan pulang kali ini membuahkan hasil seperti yang di harapkan.
2 minggu kemudian
__ADS_1
Samarinda
Ken sedang duduk di sofa sambil memandang foto Alexsa Wanita yang sudah membuatnya benar-benar jatuh cinta.
“ Lagi liatin apa sih? Pake senyum-senyum sendiri. Kakak ipar” ucap Rama sambil menepuk Pundak Ken membuat Ken sontak kaget.
“ Kebiasaan bangat masuk kamar orang ga ketuk-ketuk dulu” protes Ken dengan wajah marah.
“ Dari tadi saya sudah ketuk tuan muda, tapi tuan muda tidak menjawab” jawab Rama sambil duduk di seberang Ken.
“ Gimana urusan kita di sini? Kapan kita balik ke Jakarta” tanya Ken yang sudah tak sabar tertemu Alexsa.
“ Paling cepat dua hari kedepan” jawab Rama santai.
“ Apa 2 hari lagi” protes Ken tidak setuju.
“ Kamu stay disini saya ada urusan di Jakarta” tutur Ken dengan tatapan tajam.
“ Kenapa harus mendadak Ken?” ucap Rama sedikit terkejut dengan ucapan sahabat sekaligus atasannya itu.
“ Yang bos siapa disini? Mau gaji kamu di potong?” ancam Ken mengangkat alisnya sambil tersenyum licik.
“ Aku bisa ketemu Alexsa” batin Ken berbahagia.
Ken bersiap-siap untuk Kembali ke Jakarta menemui Alexsa.
“ Jangan lupa pesan tiket pesawat,” kata Ken melemparkan bantar yang langsung di tangkap Rama.
“ Sialan banget si Ken ninggalin gue sendiri disini” protes Rama menggerutu tapi tetap memesan tiket pesawat untuk sang sahabat.
***
Ken sudah sangat rindu pada Alexsa sudah hampir 2 minggu setelah Ken datang membeli roti sore itu dia harus di sibukkan dengan proyek di Samarinda. Setelah Kembali ke Jakarta Ken langsung menuju toko roti Alexsa untuk menemui Wanita pujaannya. Sesampainya di bandara supir yang sudah di hubungi Rama sebelumnya langsung menjemput Ken di bandara.
“ Selamat siang tuan” ucap supir menemui Ken yang baru saja mendarat di bandara.
“ Saya masih ada urusan, kalian bisa pulang” ucap Ken berjalan ke mobil hendak mengendarai mobil. Sebelumnya Rama sudah memerintahkan untuk membawa mobil 2. Jadi supir bisa pulang ke rumah dengan mobil yang satunya lagi
__ADS_1
Sebagai bawahan kedua supir hanya bisa mengikuti perintah dari atasannya.
Ken langsung menuju Jakarta timur untuk menemui Alexsa dan hendak mengungkapkan isi hatinya yang sebenarnya. Saat di perjalanan Ken berulang kali mengulangi kata-kata untuk dia ucapkan pada Alexsa. Mobil terus melaju dan akhirnya sampai di tujuan yaitu toko kue Alexsa. Sebelumnya Ken juga sudah membeli bunga mawar untuk dia berikan untuk Alexsa nantinya.
Ken turun dari mobil dengan pakaian santai yang membuat otot-ototnya terlihat meskipun tidak begitu jelas. Dengan perasaan yang yang campur aduk Ken membuka pintu kaca. Beberapa mata yang ada di sana menatap Ken terpukau dengan ketampanan Ken. Wajah yang mulus tanpa kumis dan rambut yang rapi membuat siapa pun Wanita akan tidak berkedip memandangnya. Termasuk Alexsa yang sedang duduk sambil memangku VIona juga ikut menatap ketampanan Ken yang tidak sebanding dengan Dikki. Semula Ken berpikir anak perempuan yang ada di pangkuan Alexsa adalah anak teman atau karyawannya. Miskipun mata keduanya benar-benar sama.
Dengan senyumannya yang membuat hati meleleh Ken mendekati meja kasir tempat dimana Alexsa memangku Viona yang sedah mulai belajar berdiri.
“ Hy Ken.. ada yang bisa saya bantu” ucap Alexsa membuka percakapan.
“ Seperti biasa ya mas ganteng, uda lama ga beli kue “ kata Rere yang tidak jauh dari Ken dan Alexsa.
“ Kamu sering ke sini? Kenapa kita tidak bertemu” ucap Alexsa.
“ Iya mungkin kamu yang tidak memperhatikan” jawab Ken tersenyum.
“ Sebentar biar saya siapkan “ kata Alexsa sambil berjalan ke rak kue.
Viona yang sudah sangat aktif mulai memegang beberapa kue yang ada di sana. Ken yang juga senang dengan anak kecil berinisiatif untuk memangkunya.
“ Biar saya yang memangkunya” ucap Ken mengulurkan tangan,
Melihat Ken dengan senang hati membantu Alexsa langsung memberikan Viona untuk di asuh Ken.
Viona yang tidak begitu rewel dengan senang di pangkuan Ken.
Beberapa kali Ken mencium pipi Viona yang masih tersisa parfum Alexsa. Usai membuat pesanan Ken Alexsa hendak mengambil Kembali Viona dari tangan Ken. Melihat Ken dan Viona duduk di sofa menatap ke jalan membuat hati Alexsa hangat.
“ Seandainya kamu punya papi nak” kata Alexsa sambil mendekat.
“ Lagi apa nih?” ucap Alexsa mengagetkan Viona. Viona dengan tertawa memeluk Ken erat menutup mata. Ken begitu merasakan ini hanya.
“ Sini sini sama mami omnya mau pulang” ucap Alexsa mengulurkan tangan.
Bagaikan petir di siang bolong, Ken yang semula tertawa bahagia kini terpaku mendengar ucapan Alexsa barusan. ‘’ Mami?” batinnya seperti tersayat sembilu.
“ Ini putrimu?” tanya Ken dengan suara berat.
__ADS_1
“ Iya,,,” jawab Alexsa sambil merapikan rambutnya.
Ken hanya tersenyum tipis usai mendengar jawaban dari Alexsa secara langsung.