
Alexsa baru menyadari bahwa sudah telat kembali ke kantor.
" Kita harus ke kantor sekarang" kata Alexsa sedikit berbisik pada Ken.
" Iya Iya sayang" jawab Ken meraih tangan Alexsa.
" Yah sudah bro kita juga harus balik ke kantor" kata Ken dengan berat hati.
" Pokoknya di tunggu kabar bahagianya" kata Alan sambil berdiri di ikuti Alexsa dan Ken.
" Oke bro awas aja nanti ga datang" ancam Ken.
" Senang bertemu kalian" kata Alan tersenyum memberi salam perpisahan.
" Lain kali kita ketemu lagi ya bro" kata Ken membalas.
" Terimakasih kak Alan" ucap Alexsa tersenyum.
" Sama-sama" jawab Alan singkat.
Kini Alexsa dan Ken keluar dari ruangan itu menuju lift untuk segera kembali ke kantor.
Mereka berjalan berdampingan.
Saat ini mereka sedang berdiri di depan lift, setelah beberapa saat akhirnya pintu lift terbuka.
Ken dan Alexsa langsung berjalan memasuki lift.
Mata Ken kembali melihat sosok Dikki bersama istrinya.
Alexsa yang ternyata sudah menyadari kehadiran mereka memilih untuk diam dan menganggapnya tidak ada.
Kali ini Alexsa yang melingkarkan tangannya pada Ken dan dengan sengaja menempelkan kepalanya di dada Ken yang bidang.
Di dalam lift tidak begitu banyak orang-orang .
" Kenapa Alexsa tiba-tiba manja seperti ini?" batin Ken tersenyum melihat tingkah kekasihnya yang tampaknya tidak memperdulikan kehadiran mantan pacarnya.
lift terbuka Dikki dan istrinya keluar sedangkan Alexsa dan Ken tetap berada di sana menuju besmen.
Setelah mereka pergi Alexsa langsung menarik kepalanya.
" Kenapa sayang?" tanya Ken.
" Hm... ga papa " jawab Alexsa tersenyum tipis.
Akhirnya mereka sampai di besmen, Alexsa dan Ken berjalan menuju perkiran mobil tadi.
" Sayang..." panggil Ken setelah dekat mobil.
" Iya kenapa Ken?" tanya Alexsa menatap Ken.
__ADS_1
" Harusnya kamu masuk dunia akting bukan jadi sekertaris" ungkap Ken sedikit menahan tawa.
" Maksudnya apa?" tanya Alexsa seolah tak paham dengan ucapan Ken.
Mereka masuk ke dalam mobil secara bersamaan.
" Itu mantan pacar kamukan?" tanya Ken belum menyalahkan mesin mobil.
Alexsa terdiam raut wajah berubah seketika mendengar pertanyaan Ken barusan.
" Sayang aku tidak bermaksud melukai hatimu" kata Ken merasa bersalah.
Alexsa mencoba menarik nafas dan tersenyum.
" Tidak,,, aku hanya ingin dia tau aku sudah punya laki-laki yang jauh lebih baik dari dia" kata Alexsa dengan senyumnya.
Ken seolah mendapatkan pujian yang tulus sampai.
" Kamu adalah wanita yang hebat aku bangga punya pacar sepertimu" kata Ken memeluk Alexsa dan mencium keningnya.
" Kamu yakin dengan hubungan ini Ken? Apa keluarga kamu akan menerima keadaanku?" tanya Alexsa seketika membuat Ken membisu.
" Kita akan berjuang sama-sama" jawab Ken menggenggam tangan Alexsa dan menghujaninya dengan ciuman.
" Kalo nanti mereka tidak merestui, janji sama aku kamu ga akan pernah paksa hubungan kita untuk mereka terima" kata Alexsa.
Ken hanya diam dan menyalakan mesin melajukan mobilnya meninggalkan mall.
Alexsa cukup terluka melihat Dikki tadi, seakan luka lama yang sudah dia kuburkan dalam di buka kembali. Tapi sekarang luka itu sedikit demi sedikit mulai sembuh dengan adanya kehadiran Ken di hidupnya meskipun belum ada kepastian di hubungan ini.
Alexsa menatap jalanan yang ramai pengendara lain , dia mengingat kejadian saat Dikki meninggalkan dia dan membawa kabur mobil kesayangan Alexsa pemberian papa Herman.
" Sayang..." panggil Ken membuyarkan lamunan Alexsa.
" Iya Ken ada apa?" tanya Alexsa dengan suara kaget seolah melihat setan.
" Kamu baik-baik aja kan? " tanya Ken memastikan semuanya.
" Iya sayang, aku hanya berpikir pekerjaan di kantor kita uda telat hampir 1 jam" kata Alexsa mencari alasan.
" Jangan bohong, kamu mikirin laki-laki itu. Dia sudah menikah sayang. untuk apa kamu masih mikirin dia. Wanita seperti kamu ga pantas untuk dia. Untuk aku aja" kata Ken mencium tangan Alexsa untuk kesekian kalinya.
Alexsa cukup shock mendengar kalimat Ken barusan.
" Apa menikah?" katanya ingin mendengarkan sekali lagi.
" Iya dia sudah menikah 2 tahun lalu" jawab Ken.
Alexsa benar-benar mendapat jawaban setelah hampir 3 tahun Alexsa mencari informasi tentang laki-laki bedebah itu.
" Sudah jangan kamu pikirkan lagi. Aku ga suka kamu mikirin laki-laki lain selain aku" kata Ken posesif.
__ADS_1
Alexsa tersenyum singkat meskipun hati kecilnya sakit mendengar bahwa Dikki ayah kandung Viona sudah menikah bahkan dia sama sekali tidak mencari keberadaan Viona.
Tanpa terasa air mata Alexsa mengalir dan membasahi tangan Ken yang ada di atas paha Alexsa.
" Sayang kamu nangis?" kata Ken segera menepi sebelah kiri.
Ken menghentikan mobilnya.
" Sayang... tolong jangan menangis lagi, dia bahkan tidak memikirkan kamu sedikit pun. Tapi kamu menangis untuk dia" kata Ken memeluk Alexsa berusaha menenangkannya.
Alexsa semakin menangis di pelukan Ken, bukan karena pertemuannya dengan Dikki tapi karena luka lama yang benar-benar membuat impiannya buyar layaknya kapal pecah.
Alexsa merasa sangat bodoh sudah mencintai laki-laki seperti Dikki bahkan memberikan kehormatannya.
Seandainya dulu dia mendengarkan ucapan kedua orang tuanya mungkin kejadian itu tidak akan pernah terjadi.
Kedua orang tuanya tidak akan mendapatkan malu.
" Aku benci diriku" kata Alexsa di pelukan Ken.
" Coba dulu aku dengan omongan papa sama Mama, aku ga akan alami ini semua" kata Alexsa mengetuki dirinya sendiri.
" Sayang semua sudah terjadi, kamu ga boleh menyalahkan diri seperti ini" kata Ken memeluk Alexsa berusaha menenangkan.
" Sayang,,, kamu harus yakin akan ada pelangi sehabis hujan" ucap Ken.
" hist...... " tangis Alexsa semakin pecah.
" Dengar aku sayang kamu adalah wanita kuat. Tapi dari kejadian ini kamu dapat Viona Putri kecilmu" kata Ken berusaha menjernihkan pikiran Alexsa.
Perlahan tangisan Alexsa mereda dan berhenti meskipun masih meninggalkan cekukan karena menangis cukup lama.
Ken melepas pelukannya dan mengusap air mata Alexsa lembut yang masih tersisa.
" Uda ya jangan nangis lagi. Aku ga mau pacarku sedih. Sekarang kamu mau kemana? shopping ?" tanya Ken berusaha membuat Alexsa melupakan kejadian hari ini.
Alexsa mengangguk.
" Hari ini kita ga usah balik ke kantor aku uda hubungi Rama" kata Ken merapikan rambut Alexsa yang benar-benar sudah tidak teratur.
" Ki...ta ke kantor aja Ken" pinta Alexsa.
" Sayang lihat mata kamu bengkak gitu" kata Ken menunjuk kaca spion.
Alexsa hanya diam melihat matanya yang sudah lebam karena menangis.
" Udah sekarang kita mau kemana?" tanya Ken sambil mengambil selembar tissue membersihkan wajah Alexsa.
Lagi lagi Alexsa hanya menggeleng.
Ken kembali mengemudi mobil entah kemana.
__ADS_1
Alexsa hanya diam saja sambil melihat ke arah jalan entah kemana Ken membawanya.