
Ken mengusap rambut Alexsa mencoba menenangkannya.
" Saya mau pesan es krim" ucap Ken pada pelayanan yang baru saja selesai membersihkan sisa beling. Alexsa punya kebiasaan memakan es krim untuk menenangkan diri.
" Baik pak, saya akan membuatkan pesanan bapak" kata pelayanan itu dan pergi.
" Uda sayang" ucap Ken memeluk Alexsa.
" Apa lagi yang dia mau? Kenapa dia harus mencariku lagi" ucap Alexsa sambil menangis di pelukan Ken.
" Sayang,,, Sekarang ada aku kamu ga usah khawatir" kata Ken sambil menatap mata Alexsa.
Setelah Alexsa mulai tenang Ken membawanya pulang ke rumah.
" Aku antar kamu ke rumah ya" ucap Ken memasangkan sabuk pengaman pada Alexsa.
" Tapi Ken" tolak Alexsa karena masih jamnya masuk kantor.
" Uda kamu ga usa ke kantor lagi, harus nurut" ucap Ken menatap mata Alexsa demi kebaikan Alexsa.
Alexsa menghela nafas panjang pasrah.
...***...
Keesokan harinya Ken meminta Alexsa untuk tiga datang ke kantor dan memintanya untuk istirahat di rumah.
" Mama sakit apa?" tanya Viona berlari kecil mendekati Alexsa yang sudah bersiap menuju sekolah.
" Mama ga kenapa-kenapa sayang" jawab Alexsa tersenyum memangku putri kesayangannya.
" Mama aku mau di antar mama " pintanya sambil mencium pipi Alexsa penuh sayang.
" Yah uda mama siap-siap dulu ya sayang" jawab Alexsa tersenyum karena luka di kakinya tidak begitu besar.
setelah berganti pakaian Alexsa langsung menuju sekolah Viona di temani Mona.
Kali ini Alexsa yang menyetir mobil sendiri.
" Di sekolah Vio ga boleh nakal ya" pesan Alexsa sambil mengemudi dengan hati-hati.
" Jangan mau di ajak sama orang yang kamu kenal" pesannya lagi mengingat kejadian kemarin.
" Iya mama" jawab Viona polos.
" Kalo Viona mau kemana-mana harus ngomong sama mama, kakak Mona, Tante siapapun yang kamu kenal" tambahnya lagi.
__ADS_1
" Iya ma Viona janji" kata Viona mengarahkan jari kelingking pada Alexsa.
" Anak mama emang paling pinter" ucap Alexsa sambil tersenyum membalas jari kelingking kiri.
" Ma,,, kata Oma papa uda pulang? kenapa ga ke rumah?" tanya Viona yang ternyata sudah merindukan Ken. Karena semalam saat Ken mengantar Alexsa Viona sedang mengikuti les renang bersama Reyhan.
" Om Ken lagi sibuk kerja sayang, nanti pasti om Ken main ke rumah" terang Alexsa.
Tidak lama berselang handphone Alexsa berdering dan yang menelpon adalah Ken.
" Papa..." kata Viona kegirangan karena melihat foto Ken di layar handphone sang mama.
Alexsa tersenyum melihat tingkah putranya yang sudah begitu menyayanginya Ken.
" Halo papa" sapa Viona begitu bahagia.
" Wah... mau ke mana anak papa yang cantik" ucap Ken.
" Vio mau ke sekolah pa di antar sama mama" ucap Viona mengarahkan kamera pada Alexsa.
" Yah udah nanti malam papa ajak Vio jalan-jalan ya" kata Ken tersenyum melihat ekspresi Viona.
" Hore..." kata Viona kegirangan.
" Boleh papa" kata Viona memberikan handphone pada Alexsa.
Alexsa meraih handphone dari Viona.
" Hati-hati ya sayang, aku juga uda di jalan mau ke kantor. Jangan lupa istirahat ya" kata Ken masih khawatir pada kesehatan Alexsa.
" Iya iya kamu jangan lupa makan ya nanti" ucap Alexsa malu-malu.
" Oke sayang" jawab Ken.
Alexsa tersenyum mematikan sambungan telepon dan meletakkan handphone kembali di tempat semula.
" Ma... kenapa papa ga tinggal sama kita?" tanya Viona begitu polos.
Alexsa terdiam sejenak memikirkan jawaban paling tepat.
" Kita sama om Ken belum boleh satu rumah sayang,,, Nanti kali mama sama om Ken nikah baru om Ken tinggal sama kita" jelas Alexsa dengan bahasa yang mudah di pahami seusia Viona.
" Oh... Kapan ma?" tanya Viona lagi.
" Hm... nanti ya sayang sekarang mama masih sibuk kerja buat kamu" kata Alexsa lagi mencubit pipi Viona gemas.
__ADS_1
Sesampainya di sekolah Viona langsung masuk ke dalam kelas yang ternyata sudah di tunggu Reyhan.
" Aku sekolah dulu ya ma" ucap Vioan bersemangat.
Alexsa tersenyum bangga melihat buah hatinya saat ini.
" Iya sayang,,, mama tunggu di sini ya" ucap Alexsa mencium Viona.
Viona berlari menuju Reyhan yang sudah menanti kedatangan.
Di kantor Ken baru saja sampai dan langsung menuju ruangan yang sudah hampir satu minggu dia tinggalkan karena pekerjaan di luar negeri.
Beberapa karyawan yang melihat langsung menyapa dan memberikan salam.
Ken masuk ke ruangannya yang super luas dan mewah duduk di kursi kebanggaannya.
Ken mencoba untuk menghubungi Rama untuk datang ke ruangannya.
Rama langsung menuju ruangan Ken mengetuk pintu dengan cukup keras.
" Masuk..." ucap Ken dari dalam
" Ada apa?" tanya Rama berjalan masuk dan duduk di sofa.
" Seperti janjiku kemarin kita akan melakukan perayaan itu 14 Februari" ucap Ken sambil berdiri dan berjalan menuju kaca super besar menatap gedung-gedung besar lainnya.
" Artinya hanya ada waktu 5 hari lagi" kata Rama menatap layar handphonenya sudah tanggal 8 Februari.
" Kamu yakin bisa siapkan semuanya dalam waktu singkat?" tanya Rama sambil meletakkan handphone di atas meja
" Yakin,,," jawab Ken begitu yakin.
Rama memutar bola matanya bukan Ken namanya kalo tidak memberi dia tugas yang berat.
" Oh iya tadi gue lihat Alexsa ga ada di depan?" tanya Rama yang tidak melihat Alexsa di meja kerjanya.
" Pacar gue lagi sakit kakinya luka" jawab Ken memasukkan tangan ke dalam saku celananya.
" Pantaslah pak Ken kurang bersemangat" goda Rama menahan tawa.
" Sialan Lo" ucap Ken membalik badan dan berlangsung berjalan ikut duduk di sofa.
" Jangan lupa undangan ke perusahaan lain" ucap Ken mengingatkan.
" Iya,,, Ya uda gue pamit" kata Rama meninggalkan ruangan Ken untuk mengerjakan tugas dari sang sahabat sekaligus bos-nya.
__ADS_1