AKU BUKAN JANDA 2

AKU BUKAN JANDA 2
Berbeda


__ADS_3

Ken dan Alexsa keluar membawa belanjaan tadi.


" Ini kartu kredit kamu" kata Alexsa setelah masuk ke mobil.


" Kenapa gak pake kartu aku sih sayang?" kata Ken mengambil kembali kartu kredit miliknya.


" Aku masih sanggup sayang bayar sendiri" jawab Alexsa singkat kembali mengenakan sabuk pengaman.


" Kamu emang beda sama yang lain" ucap Ken kagum dengan prinsip Alexsa.


Mobil yang dikendarai Alexsa dan Ken kembali ke jalan raya menuju Jakarta.


Alexsa mengirimkan pesan kepada sahabat-sahabatnya melalui grup yang isinya mereka bertiga.


To : Nabila & Dini


Selamat sore bestie.


Aku lagi bahagia sekarang uda ga jomblo lagi.


Isi pesan Alexsa dan mengirim foto saat dia dan Ken di puncak tadi.


Tidak lama pesan Alexsa mendapatkan balasan.


From : Nabila


Wah... Al selamat ya


senang banget liat kamu bahagia.


Aku juga dari awal uda curiga pak Ken kenapa tiba-tiba pilihan kamu jadi sekretarisnya.


Alexsa tersenyum membaca balasan dari Nabila, tidak lama Dini juga ikut berkomentar.


From : Dini


Selamat Al


Harus sampai nikah ni


jangan sampai lepas


From : Nabila


Aku masih di gantung sama Rama hari ini kita janjian makan malam.


To : Nabila & Dini


Apaan sih Din kita juga masih baru pacaran.


Aku doain semoga kalian cepat-cepat resmi pacaran Bil, nikah aja deh


Alexsa tersenyum mengirim pesan pada kedua sahabatnya yang sudah di perhatikan Ken dari tadi.


" Lagi apa sih pacaran sendiri di diamin" Protes Ken.


" Ini Ken sahabat-sahabat aku" jawab Alexsa tertawa kecil.

__ADS_1


Ken menggangguk kecil dan Kembali mengemudi.


“ Kita ke toko atau ke rumah sayang?” tanya Ken yang sudah dekat pertigaan menuju rumah Alexsa.


“ Ke rumah aja Ken, Viona uda di rumah juga sama mama” jawab Alexsa mengenakan Kembali sepatunya yang dia buka karena tidak nyaman.


“ Oke sayang” jawab Ken sambil mengarahkan mobil mepet ke kiri.


“ Yang jaga Viona selama ini tante kalo kamu ngantor?” Ken bertanya.


“ Iya Ken, kasian juga sama mama apalagi sekarang mama harus ke toko” keluh Alexsa merasa kasihan pada mama Diana yang membiarkan sang mama harus mengasuh anaknya.


“ Kenapa ga jadi pengasuh aja?” tanya Ken lagi.


“ Hm… mama mau mengasuh sendiri katanya Ken. Rencananya aku mau cari sekolah buat Viona” ucap Alexsa yang sedikit khawatir dengan jasa pengasuh anak karena sangat banyak kasus yang membuat Alexsa berpikir puluhan kali.


“ Hm… Nanti kita cari sama-sama” kata Ken menggenggam tangan Alexsa tidak rela berpisah.


“ Makasih sayang” kata Alexsa membuat Ken semakin menghujani tangan Alexsa dengan ciuman.


Alexsa mengambil remote pagar yang sudah dia siapkan di dalam tasnya.


“ Selamat malam non” sapa pak Abdi tersenyum dari balik kaca bening.


“ Malam pak” jawab Alexsa yang sudah membuka kaca sampai kandas.


“ Mau mampir dulu ga?” tanya Alexsa memasukkan semua barangnya ke dalam tas.


“ Lain kali aja sayang, kamu juga capekan” Kata Ken paham.


“ Ya udah kamu hati-hati” ucap Alexsa membuka sabuk pengaman.


“ Yang ini buat tante, kamu bawa pulang aja” ucap Alexsa mengambil tas berisi cake, susu dan beberapa makanan lain.


“ Baik banget” kata Ken tersenyum melihat tindakan Alexsa yang peduli pada keluarganya.


“ Sini aku bantu kak” kata Alvin tiba-tiba dari belakang, adik laki-laki Alexsa satu-satunya.


“ Makasih bang “ ucap Alexsa pada Alvin yang sangat sigap.


Ken juga mengambil buket bunga yang dia berikan pada Alexsa tadi.


“ Wah gede bangat kak” kali ini Alicia yang keluar, mengambil mawar dan membawanya masuk.


“ Kembar ya?” tanya Ken menutup pintu mobil sedikit bingung.


“ Iya… Masih ada satu lagi yang paling kecil . Makasih ya uda di antar “ kata Alexsa berjalan mundur.


“ Aku langsung pulang ya, salam sama Tante sama om adik-adik juga” kata Ken dan pulang.


Alexsa memasuki rumah tampak semua mata tertuju pada Alexsa termasuk mama Diana yang sedang memangku menonton tv. Merasa dirinya di perhatikan dari bawah sampai atas Alexsa merasa aneh dengan tatapan mereka.


“ kenapa liatin aku gitu?” tanya Alexsa merasa ada yang aneh.


Sedangkan ketiga adiknya hanya tersenyum saling melirik satu sama lain.


“ Ga papa kak” jawab mereka hampir bersamaan dan Kembali ke kesibukan masing-masing.

__ADS_1


“ Viona uda tidur ya ma” tanya Alexsa meletakkan sepatu di dalam lemari sepatu tidak jauh dari pintu.


“ Uda kak” jawab mama Diana.


...***...


POV Kenziee Mahanta


Entah bagaimana menggambarkan perasaanku hari ini, meskipun jauh dari rencana setidaknya aku sudah mendapatkan cintaku.


Mengingat kejadian pertama bertemu sampai hari ini aku benar-benar beruntung mendapatkan Alexsa. Meskipun aku sendiri tidak tau bagaimana pendapat keluargaku nanti dengan hubungan ini. Tapi untuk sekarang aku hanya ingin bersama dia.


“ Dia memang berbeda dengan Wanita lain” kataku mengingat saat aku ingin membayar belanjaannya tadi. Bukankah semua Wanita sangat suka di bayarin tapi kenapa Alexsa tidak.


Jalanan cukup ramai dan di pertengahan jalan hujan mengguyur ibukota membuat jalanan macet.


“ Dret…. Dret,..” ponselku berdering ada panggilan dari mami.


Dengan cepat aku mengambil bluetooth phone headset yang sudah tersambung dengan handphoneku.


“ Iya mi,,, “ ucapku membuka percakapan.


“ Kamu dimana Ken?” tanya mami khawatir.


Meskipun aku sudah berusia 28 tahun tapi untuk mami aku hanya bocil yang harus memberi kabar kemana dan dimana. Mami akan


“ Ken uda di jalan mi bentar lagi sampai” kata Ken menyetir dengan kecepatan sedang.


“ Kamu hati-hati di luar hujan petir. Tadi mami telpon Rama katanya kamu cek proyek di Puncak. “ kata mami meninggikan suaranya.


“ Iya iya mi Ken uda di jalan “ jawabku tidak mau membuat mama terlalu lama mengoceh.


“ Yasudah mami tunggu ya nak” jawab mami dan menutup telepon.


Aku mengambil bluetooth phone headset dan meletakkan di tempat semula.


Mami adalah segalanya untukku di atas semuanya. Setiap ucapan mami adalah perintah yang harus aku lakukan. Jujur ada rasa khawatir di benakku bagaimana jika mami tidak merestui hubunganku dan Alexsa yang masih baru kami mulai.


Aku akhirnya sampai di rumah setelah melewati macet yang panjang perutku juga sudah sangat lapar. Tidak lupa aku membawa titipan Alexsa untuk mami. Mataku tertuju pada mobi putih punya kakakku satu-satunya.


“ Dia disini “ kataku simpul dan masuk ke rumah yang kebetulan tidak di kunci.


“ Lama sekali kamu Ken, mami khawatir kamu kenapa-napa” ucap mami berjalan mendekatiku.


“ Maaf mi tadi jalanan macet bangat” jawabku mencium telapak tangan mami dan keningnya.


“ Kamu uda makan nak? “ kata mami merangkul pinggaku.


“ Belum mi, ini ada oleh-oleh dari Puncak” kataku menunjukkan tas berisi makanan yang tadi di beli Ken.


“ Wah,,, kamu tau aja kesukaan mami” kata mami antusias dan mengambil tas dari tanganku tak sabar membuka isinya.


“ Itu dari sekertaris Kan” kataku berjalan di belakang mami.


“ Baik sekali dia, mami salam ya buat dia” ucap mami.


“ Tuan mau makan sekarang? Saya sudah hangatkan makanan?” tanya mbak yang sudah bekerja di rumah bertahun-tahun.

__ADS_1


“ Iya mbak,,, saya mau mandi dulu sebentar” kataku sambil menuju tangga dan naik ke kamar untuk mandi.


POV Kenziee Mahanta off


__ADS_2