
Setelah hari itu pada akhirnya Ken kembali ke rumah sang mami Melinda. Melihat kedatangan Ken mami Melinda menatap putranya yang begitu lesu dan juga berantakan karena gagal mendapatkan informasi keberadaan Alexsa sekarang dimana.
" Ken?" panggil mami Melinda mendekati Ken.
" Mami,," jawab Ken memeluk mami Melinda erat.
Ken juga merasa bersalah karena dia juga yang memancing sampai kejadian kemarin terjadi.
" Ken minta maaf sama mi " ucap Ken merasa bersalah.
" Uda sayang, Sekarang kamu kejar cinta kamu" kata mami Melinda menatap mata Ken sambil tersenyum.
" Alexsa menghilangkan mi, Ken uda berusaha cari tapi Ken gagal" kata Ken putus asa.
" Ken..."suara itu begitu jelas terdengar.
" Kakak minta maaf sama kamu, sekarang Kakak sadar kalau selama ini kakak terlalu egois" kata Maya dengan wajah penuh penyesalan kerena sudah begitu egois dan selalu merasa paling benar.
Ken terdiam karena seumur hidup untuk pertama kalinya dia mendengar sang kakak mengatakan kalimat itu.
" Kamu mau kan maafin kakak, kakak janji akan jadi kakak terbaik buat kamu" tambahan Maya sampai menangis.
Ken mendekati Maya dan memeluk sang kakak bagaimana pun sang kakak hanya ingin yang terbaik untuk adiknya.
" Kakak adalah kakak terhebat buat aku, aku beruntung punya kakak seperti kak Maya" kata Ken mengusap air mata Maya.
Mami Melinda yang sudah lama tidak melihat kedua anaknya akur ikut terbawa suasana dan ikut menangis.
" Kakak akan bantu kamu cari Alexsa" kata Maya seketika membuat suasana hati Ken bahagia.
" Makasih kak" ucap Ken memeluk Maya lagi.
Semua yang ada di ruangan itu termasuk sang papi yang diam-diam melihat dari kejauhan ikut menangis.
" Kalian adalah anak-anakku yang hebat" kata papi bangga.
...***...
Ken kali ini bersama Maya mendatangi rumah Alexsa bermaksud untuk mengobrol dan Maya ingin meminta maaf secara langsung karena sampai hari ini juga Mona tidak menjawab dan mengangkat pesan dari Maya.
“ Kakak yakin kita masuk ?” tanya Ken sedikit ragu sudah di depan rumah Alexsa.
“ Kita harus coba Ken” ucap Maya sangat yakin untuk menebus kesalahannya kepada sang adik sambil bersiap-siap untuk keluar.
“ Ayo… tunggu apa lagi?” ucap Maya menoleh pada Ken yang sedari tadi hanya diam mengamati pagar rumah Alexsa.
Dengan ragu-ragu Ken akhirnya mengikuti langkah Maya dan mencoba menekan bel rumah Alexsa. Seperti yang sudah di duga pak Abdi segera membukakan pintu.
“ Apa Alexsa sudah kembali pak?” tanya Ken.
__ADS_1
“ Belum,,, nona Alexsa masih di luar kota” jawab pak Abdi.
“ Kira-kira kapan dia akan kembali” ucap Maya tidak sabar.
“ Masalah itu saya ga tau mbak” kata pak Abdi.
“ Tin… Tin….” Terdengar suara klakson dari dalam yang tidak lain adalah papa Herman dan Alvin.
“ Siapa pak?” tanya Alvin akhirnya keluar dari mobil dan mendekati pagar yang sudah terbuka sedikit.
“ Alvin…” panggil Ken menyadari keberadaan Alvin di sana.
Mendengar namanya di panggil Alvin segera keluar.
“ Kak Ken” ucap Alvin tersenyum.
“ Hey…. “ sapa Ken.
“ Kenalin ini adik Alexsa kak” ucap Ken memperkenalkan Alvin pada Maya.
“ Alvin kak adik kak Alexsa” ucap Alvin memperkenalkan diri sambil memberi salam perkenalan pada Maya.
Seketika Maya sangat takjub dengan adik Alexsa Alvin yang begitu sopan dan Maya merasa sudah salah menilai keluarga Alexsa begitu buruk.
“ Kenapa kakak ga masuk?” ucap Alvin.
“ Vin…” panggil papa Herman yang sudah menunggu di mobil.
“ Iya pa… ada kak Ken” kata Alvin sedikit berteriak.
Mendengar itu papa Herman juga ikut turun dari mobil dan menemui Ken.
“ Wah ada kalian rupanya” ucap Papa Herman mendekati mereka.
“ Selamat siang om” kata Ken menyapa.
“ Kenapa di sini aja, masuk” kata papa Herma.
“ Ga papa om di sini aja, om dan Alvin juga mau keluar” kata Ken tidak enak hati.
“ Kita mau mancing kak” kata Alvin bersemangat.
Sebenarnya papa Herman sudah tahu masalah antara mereka tapi papa Herman berusaha untuk bersikap untuk baik-baik saja.
“ Hm…. Boleh juga” kata Ken akhirnya mengikuti ajakan Alvin.
“ Ga papakan om saya ikut?” tanya Ken pada papa Herman.
“ Yah ga papa ayo kita langsung berangkat” ucap ucap papa Herman membalik badan kembali ke mobil.
__ADS_1
“ Kakak ga masalah kan pulang sendiri, aku ikut mancing” ucap Ken memberikan kunci mobil pada sang kakak.
“ Iya iya kakak doain kamu bawa kabar baik” ucap Maya memukul punggung Ken pelan.
Segera Maya menyalakan mesin mobil dan mundur karena menghalangi mobil papa Herman.
“ Kakak yang nyetir” ucap Alvin di depan pintu sedangkan papa Herman sudah terlebih dahulu duduk di sebelah kursi pengemudi.
Awalnya Ken ragu-ragu tapi akhirnya dia mengambil alih dan menyetir mobil menuju danau yang jaraknya membutuhkan waktu satu jam.
Di perjalanan mereka saling mengobrol dan sesekali tertawa.
Papa Herman untuk pertama kalinya dapat begitu akrab dengan orang yang beru beberapa kali bertemu.
...***...
Sesampaianya di danau segera mereka memasang pancing dan duduk menanti ikan memakan umpan.
“ Kamu suka mancing Vin” tanya Ken sambil memandang danau yang tenang.
“ Dulu sih ga kak, tapi sejak papa ajak aku sering mancing jadi suka” jawab Alvin tersenyum.
“ Halah bang,,, yang selalu minta ikut siapa?” kata papa Herman yang duduk tidak begitu jauh dari meraka.
“ Hahaha itu kan karena Abang terpaksa pa bosan di rumah” jawab Alvin sambil cengengesan.
“ Kakak sendiri suka mancing?” tanya Ken balik bertanya.
“ Kakak sama sekali ga suka mancing Vin, bosan,, ” jawab Ken sedikit berbisik agar tidak terdengar om Herman.
“ Hahaha… mau dekatin papa ya kak ” kata Alvin dengan tatapan seperti mengintrogasi.
“ Hahaha nanti kalo kamu uda besar pasti rasain juga Vin.” kata Ken menepuk pundak Alvin seperti sudah mengganggap adik sendiri.
“ Kamu uda pacaran Vin?” tanya Ken lagi.
“ Belum pernah sama sekali kak, suka pernah tapi hanya sekali” jawab Alvin malu-malu.
“ Ha kamu ga pernah pacaran uda kelas 3 SMA’’ kata Ken kaget tidak percaya.
“ Iya kak, aku pengen kayak papa sama mama. Sekali pacaran sampai menikah. Jadi cari yang benar-benar akan aku bawa sampai janji suci” kata Alvin menjelaskan.
“ Wah,,, itu keren Vin,” kata Ken takjub dengan prinsip hidup Alvin.
“ Bahas-bahas cinta, kita kesini mau mancing” kata papa Herman membuat Ken dan Alvin tertawa sambil menoleh pada pancingan yang bergerak.
“ Tarik kak,,,” sontak Alvin berteriak menunjuk pancing milik Ken.
Buru-buru Ken menarik pancing sambil menggulung benang bening dan akhirnya Ken berhasil mendapatkan ikan untuk pertama kalinya seumur hidup.
__ADS_1