AKU BUKAN JANDA 2

AKU BUKAN JANDA 2
Opor


__ADS_3

Malam ini keluarga besar Ken datang ke rumah besar Alexsa untuk membicarakan pernikahan Ken dan Alexsa secepatnya.


Dan setelah mendapat kesempatan dari kedua belah pihak akhirnya mereka memilih untuk melaksanakan pernikahan dua bulan lagi karena ada banyak yang harus di lakukan.


Keluarga Alexsa dan juga Ken begitu antusias untuk mempersiapkan semua yang di butuhkan untuk acara pernikahan nantinya.


" Kak inikan hari sabtu? mau kemana beres-beres? mana cantik banget lagi" tanya Alana yang baru saja keluar dari kamar.


" Kakak ada urusan dek,,, " jawab Alexsa memasukkan beberapa barang yang sudah dia siapkan sebelumnya.


" Oh... sama calon suami kak?" kata Alana lagi dengan senyum menggoda.


" Apa sih dek? kamu masih kecil uda mandi sana olahraga bir sehat" kata Alexsa sambil mencubit pipi Alana menuruni anak tangga.


" Pagi ma" sapa Alexsa kepada sang mama yang sedang menyiapkan makanan di meja makan.


" Pagi sayang,,, Oh iya ini mama masakin opor untuk tante Melinda. kamu bawain ya ke sana kak" kata mama Diana memberikan makanan yang sudah di siapkan.


" Kemarin Tante Melinda minta resepnya ini sekalian masakin aja" kata Mama Diana yang sudah sangat akrab dengan calon besannya.


" Ah... Mama baik banget" kata Alexsa memeluk sang mama.


" Viona masih tidur ya? Mama mau aja mereka keluar sekalian cek toko" ucap mama Diana.


" Uda mandi kok ma... yah uda ma aku langsung berangkat ya" kata Alexsa tidak lupa mengambil opor spesial untuk calon mertua masakan mama Diana.


" Yah sayang,,, Hati-hati ya" jawab mama Diana.


Alexsa mencoba menghubungi Ken beberapa kali tapi tidak ada jawaban.


" Ah... dia pasti ketiduran,,, coba telpon kak Maya aja kali ya" ucap Alexsa kali ini menghubungi Maya.


" Halo kak maaf pagi-pagi ganggu" ucap Alexsa tidak enak mengganggu.


" Iya...Al ada apa dek?" tanya Maya dengan suara orang khas ngantuk sepertinya baru bangun.

__ADS_1


" Ken ada di rumah gak kak?" tanya Alexsa.


" Sebentar ya aku telpon bibi" jawab Maya masih setengah sadar dan menghubungi bibi.


...***...


Akhirnya Alexsa sampai juga di rumah Ken dengan taksi, karena hampir semua yang bekerja di rumah itu sudah mengenal Alexsa tanpa ragu mereka mempersilahkan Alexsa untuk masuk.


" Makasih pak" ucap Alexsa tersenyum ramah.


" Sama-sama nona" jawabnya sedikit menunduk.


Dari kejauhan mami Melinda sudah melihat kedatangan Alexsa.


" Sayang... kenapa ga di jemput?" ucap mami Melinda meletakkan tanaman kesayangannya.


" Ga papa mi,,, sesekali mandiri" jawab Alexsa tersenyum.


" Oh iya mi,,, ini mama ada titipan buat mami " kata Alexsa memberi opor ayam spesial buatan mama Diana.


" Al aja yang bawa mi" tolak Alexsa menggandeng pinggang mami Melinda seperti ibu sendiri.


" Mami dengar dari Ken hari ini kalian mau pilih undangan?" tanya Mami Melinda memastikan.


" Iya mi,,," jawab Alexsa.


" Nur... ini tolong kamu hidangkan saya mau langsung makan" perintah mami Melinda pada asisten rumahtangganya.


" Siap Bu" jawabnya langsung pergi ke dapur.


POV Kenziee Mahanta on


" Ken... bangun" suara itu seperti sudah sangat akrab di telingaku.


" Ken... " katanya lagi mengulangi dan mengelus rambutku begitu hangat.

__ADS_1


Aku merasa tidak asing dengan aroma parfum ini


apa mungkin Alexsa ada di ruangan ini.


Ah... mungkin ini hanya mimpi karena aku sudah tidak sabar menikah dengan Alexsa.


" Ken..." kali ini lebih kuat dan tepat di telingaku.


Seperti mimpi yang nyata aku masih tidak ingin bangun.


" Sayang... bangun" ucapnya mencubit hidungku sungguh sakit sampai aku terbangun sekejap.


" Alexsa..." kataku sambil mengucek mataku yang masih mengantuk.


" Kamu susah banget bangun" ucap Alexsa dengan bibir maju membuatnya semakin menggemaskan.


" Kok kamu bisa disini?" tanyaku lanjut berbaring di pahanya yang menurutku adalah tempat paling nyaman.


" Habis kamu ketiduran,, kamu ga lupakan hari ini kita ada janji mau pilih undangan pernikahan kita" kata Alexsa sambil mengusap wajahku.


" Oh iya sayang,,, maaf aku hampir lupa" ucapku yang benar-benar lupa karena semalam harus begadang mengesankan beberapa berkas.


" Yah uda kamu mandi gih... bauk..." ucapnya sambil menutup hidung.


" Sebentar lagi sayang,,, aku nyaman begini" kataku sambil mengeratkan genggaman tanganku.


" Nanti tiba-tiba ada yang datang, ga enak sayang" kata Alexsa sambil mencoba melepas pelukanku.


" Iya... iya ... awas aja nanti kalo udah nikah" ancamku licik dan dengan berat hati melepaskan pelukanku.


" Aku tunggu di bawah sama mami" katanya sambil dengan spontan mencium pipiku.


Jujur aku sangat senang jika Alexsa melakukannya atas kemauannya sendiri.


" Ga pake lama" katanya dan keluar dari kamarku.

__ADS_1


__ADS_2