AKU BUKAN JANDA 2

AKU BUKAN JANDA 2
Secangkir Kopi


__ADS_3

Alexsa berjalan masuk dengan tangan satu membawakan secangkir kopi pahit kesukaan Ken. Melihat kedatangan Alexsa, membuat Ken tersenyum bahagia. Alexsa juga berusaha tersenyum meskipun hatinya masih ada banyak pertanyaan.


“ Cantik bangat sih, kenapa sangat lama balas pesanku” kata Ken memeluk pinggang Alexsa.


“ Ini kantor Ken, ga enak di lihat sama yang lain” protes Alexsa melepas pelukan Ken takut ada yang melihat.


“ Sebentar aja aku sangat rindu ” kata Ken mempererat pelukannya.


“ Ada-ada aja” jawab Alexsa mengusap rambut Ken yang disisir rapi.


Ken mencium aroma parfum Alexsa yang menjadi favoritnya.


“ Parfum kamu “ ucap Ken memejamkan mata manarik nafas dalam-dalam.


“ Hm kenapa? Ga enak ya aromanya? Apa aku ganti parfum?” kata Alexsa mencium sikunya.


“ Eh bukan sayang, aku suka aromanya” kata Ken membuka mata.


“ Oh yasudah deh, aku lanjut kerja dulu. Kamu semangat” ucap Alexsa menyemangati dan melepas pelukan Ken.


“ Kamu juga semangat” kata Ken melepas pelukannya pada Alexsa meskipun belum rela.


" Aku gak mau ada orang kantor yang tau hubungan kita Ken. Ga papa kan? " kata Alexsa dengan senyumnya simpul.


Ken menaikkan Alisnya dan mengangguk seperti tidak begitu setuju dengan persyaratan dari Alexsa.


" Ya sudah kalau itu mau kamu " lontar Ken pasrah.


Dia juga tidak bisa memaksakan kehendaknya pada Alexsa.


" Kalau begitu aku permisi" kata Alexsa bersiap untuk pergi dari ruangan Ken.


" Nanti kita makan siang di luar " ucap Ken mengedipkan mata pada Alexsa.


Alexsa mengangguk mengiyakan perintah Ken dan akhirnya keluar.


Mereka di sibukkan dengan banyak pekerjaan di kantor sampai waktunya makan siang. Ken keluar dari ruangan kebesarannya untuk pergi bersama Alexsa.


" Kamu bisa lanjut nanti" ucap Ken mendekati Alexsa yang sedari tadi sibuk di meja kerjanya untuk menyiapkan berkas dan jadwal Ken.


" Pak Ken, " jawab Alexsa menengadah menatap Ken yang sudah berdiri di depannya.


" Kita pergi sekarang sayang" ucap Ken menarik tangan Alexsa.


" Awas nanti ada yang lihat" segera Alexsa menarik tangannya dari genggaman Ken.


Ken tersenyum melihat tingkah lakunya Alexsa yang benar-benar ingin menutupi hubungan mereka.


Segera Alexsa merapikan meja kerjanya dan berangkat bersama Ken entah kemana.


Mereka sudah berada di mobil Ken, menuju suatu tempat yang Alexsa sama sekali tidak tahu.


" Kita mau kemana ini?" tanya Alexsa menatap Ken yang sedang sibuk menyetir mobil.


" Uda sayang ikut aja" jawab Ken menggenggam tangan Alexsa yang menjadi hobi barunya.

__ADS_1


" Kamu uda lapar?" tanya Ken sambil sesekali menoleh pada Alexsa.


" Belum, " jawab Alexsa singkat.


" Sebentar lagi kita sampai kok" kata Ken.


Akhirnya mereka berhenti di sebuah mall yang cukup besar di ibukota.


" Kita ngapain ke sini?" kata Alexsa setelah mobil yang mereka kendarai memasuki area mall.


" Aku mau bertemu teman lamaku" kata Ken melepas genggamannya pada tangan Alexsa dan menempelkan kartu.


Mereka memarkirkan mobil dan segera keluar memasuki gedung mall yang cukup ramai pengunjung.


Dengan sigap tangan Ken melingkar di pinggang Alexsa yang ramping. Tampaknya Alexsa juga tidak masalah dengan itu mengingat mereka tidak akan ada yang mengenali mereka di mall sebesar ini.


Mereka melangkah masuk.


" Sebentar aku mau ke toilet" kata Alexsa sedikit berbisik pada telinga Ken.


" Yah uda kita ke kamar mandi dulu" kata Ken memutar haluan menuju kamar mandi.


Ken berdiri di depan menunggu Alexsa ke kamar mandi.


Dari kejauhan Ken tampak melihat seseorang yang tidak asing.


" Laki-laki itu" kata Ken ingin.


" Itu Dikki" batinnya menggeram menahan amarahnya.


Dikki tampak berjalan bersama wanita yang tidak lain adalah istrinya.


Ken tampak gelisah melihat Dikki berjalan menuju ke arah mereka.


Alexsa juga belum kunjung datang dari kamar mandi.


" Sayang,,," kata Alexsa dengan senyumnya.


" Sudah selesai" kata Ken menarik tangan Alexsa berjalan agak tidak bertemu dengan laki-laki tidak punya tanggung jawab itu.


" Ada apa?" tanya Alexsa ikut mempercepat langkah.


" Temanku sudah menunggu sayang" alasan Ken agar Alexsa tidak curiga.


Akhirnya mereka menjauh.


" Selamat siang pak Ken saya ajudan Tuan Alan. Mari ikut saya tuan Alan sudah menunggu kedatangan bapak" kata seorang laki-laki berpakaian rapi dan gagah.


" Baik" kata Ken mengikuti langkah kaki laki-laki itu.


Tangan Ken sedari tadi menggenggam erat tangan Alexsa.


Mereka memasuki ruangan yang cukup mewah.


" Silahkan masuk pak" ucapnya sedikit membungkuk.

__ADS_1


Ken dan Alexsa langsung berjalan memasuki ruangan dan menuju laki-laki berpakaian serba putih.


Laki-laki itu berdiri menyadari kedatangan Ken dan Alexsa.


" Akhirnya datang juga pengusaha sukses di dunia ini" ucapnya tersenyum menyambut Kedatangan Ken.


" Hahaha apa kabar sobat?" ucap Ken memeluk teman lamanya.


" Baik- baik... kamu sendiri gimana kabarnya?" tanya laki-laki itu balik bertanya.


" Baik... Perkenalkan ini calon ibu dari anak-anakku" kata Ken tersenyum memperkenalkan Alexsa.


" Wah.... Selain jadi CEO sukses sekarang jadi laki-laki penakluk wanita juga ya" ucapnya menoleh pada Alexsa tepat di sebelah Ken.


Ken tertawa dengan ucapan teman baiknya itu.


" perkenalkan saya Alan" ucap laki-laki itu memperkenalkan diri.


" Alexsa" kata Alexsa mengulurkan tangan.


" Senang bertemu dengan kalian, silahkan duduk" ucap Alan mempersilahkan tamu spesial ini duduk.


Alexsa dan Ken duduk bersebelahan.


" Kapan kalian akan menikah?" tanya Alan meneguknya minuman alkohol yang sudah ada sebelum Alexsa dan Ken datang.


" Secepatnya " jawab Ken dengan tegas.


Alexsa sedikit kaget dengan jawaban Ken barusan.


" Sudah jangan di tunda lagi" kata Alan setuju.


Mereka mengobrol dan maka siang cukup lama.


Di tengah-tengah obrolan mereka terselip toko kue Alexsa.


" Jadi toko kue kamu masih baru dibuka?" tanya Alan meletakkan sendok.


" Iya kak, untuk saat ini mama yang menangani" jawab Alexsa singkat.


" Hm... Bagaimana kalau kamu buka toko lagi di beberapa mall saya" kata Alan memberi kesempatan pada Alexsa agar toko kue miliknya dapat lebih berkembang dan di kenal orang-orang.


Alexsa tersenyum lebar seakan memenangkan lotre.


" Ide bagus tu" kata Ken tersenyum melihat Alexsa yang benar-benar ingin memperbesar toko kuenya.


" Untuk tempat kalian tidak perlu memikirkan itu. Bawahan saya yang akan mengatur semua" kata Alan.


" Makasih banyak kak, ini adalah suatu kehormatan untuk saya" ucap Alexsa benar-benar bahagia tidak sabar memberitahu keluarga besarnya.


" Sama-sama,,, Yah sudah kalian harus cepat menikah. Aku akan memberi hadiah vila di Bali" ucap Alan lagi.


" Hahaha tenang secepatnya undangan akan datang ke rumah" jawab Ken menggenggam tangan Alexsa.


Mereka tersenyum bahagia.

__ADS_1


" Awas saja hanya omong kosong" Kata Alan.


" Tidak aku dan Alexsa akan segera menikah" ucap Ken seakan sudah yakin pada Alexsa.


__ADS_2