AKU BUKAN JANDA 2

AKU BUKAN JANDA 2
Amarah Maya


__ADS_3

Seperti biasa kantor akan sibuk dengan bekerja termasuk Alexsa dan Ken di meja kerjanya masing-masing.


Tidak lama Rama datang menghampiri Alexsa sedang mengecek beberapa data yang akan dia serahkan kepada Ken.


" Al,, Ken ada di ruangan?" tanya Rama dengan nafas tidak stabil.


" Ada kak di dalam" jawab Alexsa sedikit ke bingungan melihat ekspresi Rama.


" Oh ya uda aku masuk dulu" jawab Rama kemudian berjalan menuju pintu ruangan Ken.


Tanpa mengetuk terlebih dahulu Rama langsung masuk begitu saja.


" Kak Maya marahin karyawati di ruangannya" kata Rama langsung duduk di sofa.


" Emang ga ada sopan santun main masuk aja" ungkap Ken dengan wajah jengkel.


" Iya maaf,,, " kata Rama


" Ada masalah apa?" tanya Ken masih tetap melanjutkan pekerjaannya.


" Kak Maya marah besar karena Alexsa" jawab Rama.


Mendengar nama Alexsa dia langsung menghentikan pekerjaannya seketika.


“ Ada apa?” tanya Ken tidak sabar mendengar jawaban Rama.


Flashback on


Pagi ini Maya berangkat ke kantor dengan suasana hati yang kurang menyenangkan karena sang suami yang sudah berjanji kembali hari ini malah di undur beberapa hari lagi. Rindu yang sudah dia lama bendung belum juga bisa terobati.


Tanpa sengaja dia mendengar percakapan karyawan yang tidak lain adalah Lisa yang sudah dari dulu tidak menyukai kehadiran Alexsa di kantor ini.


“ Paling juga pak Ken di pelet sama si Alexsa” katanya tanpa tahu Maya sudah di dekat meja kerjanya.


Sebelumnya Rina juga sudah memberitahu kejadian di kamar mandi tapi saat itu Maya memilih untuk mengurusnya setelah acara lamaran Alexsa dan Ken usai.


“ Muka juga ga cantik-cantik amat” kata yang lain sambil memainkan handphonenya.


“ Yang paling cocok sama pak Ken itu hanya aku” ucap Lisa dengan begitu sangat percaya diri.


“ Oh begitu… jadi begini kerja kalian selama di kantor” kata Maya sudah tidak tahan lagi.


“ Bu Maya… maaf bu” ucap Lisa sambil membuka map yang ada di hadapannya.


“ Kalian ikut saya” kata Maya dengan nada membentak dan semua karyawan yang ada di ruangan ikut kaget termasuk Rama yang kebetulan ada di sana untuk urusan sesuatu.

__ADS_1


Lisa dengan wajah tegang dan temannya bangkit dari kursi dan ikut ke ruangan Maya.


Sesampainya di ruangan Maya yang cukup luas suasana menjadi menegangkan.


“ Tok… Tok…” suara ketukan pintu ternyata Rama.


“ Masuk…” ucap Maya menatap Lina dan temannya bergantian dengan tatapan tajam.


“ Selamat pagi bu Maya” kata Rina asisten Maya dan Rama juga ikut masuk.


“ Apa sih yang kamu banggain dari diri kamu?” tanya Maya pada Lina yang masih menunduk dari tadi.


“ Cantik, pintar, atau apa?” tambah Maya sudah sangat geram.


“ Di kantin juga mereka kan pelakunya?” tanya Maya pada Ria yang ikut berdiri di belakang Lisa.


“ Iya bu,,, lebih ramai” jawab Rina yang sudah ikut muak melihat tingkah mereka.


“ Kamu mau jadi adik ipar saya? “ kata Maya dengan suara menyepelakan.


“ Ram,,,gimana menurut kamu karyawan ini, apa dia cantik?” tanya Maya pada Rama yang dari tadi diam.


“ Cantikan ibu Maya jauh” jawab Rama memilih cari aman.


“ Saya ingatkan ya sama kamu percaya diri boleh tapi jangan berlebihan, segala sesuatu yang berlebihan ga baik.” Ucap Maya dengan nada penuh penekanan.


“ Heh,,, kamu juga masuk ke kantor saya bukan murnikan,,,, hahahaha orang dalam juga kok blagu” tambah Maya yang sebelumnya menanyakan profil Lisa.


“ Sekarang juga kalian keluar dari ruangan saya” ucap Maya mengusir kedua karyawati yang sudah membuat paginya penuh emosi.


Cepat-cepat Lisa dan temannya keluar dari ruangan itu meninggalkan Maya, Rina dan juga Rama.


“ Kak,,, uda biar aku yang urus” ucap Rama mencoba menenangkan Maya.


“ Aku paling ga suka keluargaku di katain, awas aja kalo mereka masih berani ngatain Alexsa” ucap Maya yang sudah menganggap Alexsa seperti adiknya sendiri.


“ Ini bu minum dulu biar lebih tenang” kata Rina sambil menyodorkan segelas air mineral.


“ Makasih Rin,,,” kata Maya sambil meneguk air pemberian Rina.


“ Tapi kakak keren bangat marahnya,,, berkelas gitu” puji Rama tersenyum membayangkan ekspresi Maya saat marah tadi.


“ Sialan… kamu ngapain ke sini?” tanya Maya meletakkan gelas kembali di atas meja.


“ Aku mau minta surat kontrak yang kemarin kak” kata Rama mencari alasan karena sebenarnya surat kontrak ada sama Ken.

__ADS_1


“ Saya uda serahin sama pak Ken pak “ ucap Rina menjawab.


“ Oh,,, begitu yah sudah saya pamit” kata Rama tersenyum dan keluar dari ruangan Maya.


Flashback off


” Kak Maya kayaknya uda sayang sama Alexsa, padahal dulu kak Maya yang ga pernah setuju sama hubungan kalian” kata Rama mengingat bagaimana dulu Maya menentang hubungan Ken dan Alexsa.


“ Iya,,, aku juga ga nyangka kak Maya akan jauh berubah dan menerima Alexsa” kata Ken.


“ Oh iya,,, kontraknya uda kamu tanda tangan? Aku akan berangkat kesana” ucap Rama kembali ke tujuan utama datang kemari.


“ Itu ambil sendiri,,, jangan sampai lupa sekalian cek bangunan yang di puncak” ucap Ken mengingatkan.


“ Oke,,, yah uda gue pamit biar ga kejebak macet” kata Rama bangkit dan mengambil satu map.


...**...


Waktu sudah menunjukkan waktu makan siang, Ken menutup layar laptopnya dan hendak menemui sang pujaan hati.


Perlahan dia membuka pintu dan mendapati Alexsa masih berkerja dengan serius.


" Uda nanti di lanjut lagi" kata Ken sambil menutup layar laptop kerja Alexsa dengan kedua telapak tangannya.


" Nanggung Ken uda mau siap juga" ucap Alexsa berusaha untuk menyingkirkan tangan Ken.


" Kamu lebih pilih kerjaan dari pada calon suami kamu yang kelaparan" kata Ken dengan wajah serius.


Alexsa menarik nafas panjang dan memilih untuk mengalahkan.


" Yah udah deh" ucap Alexsa dengan pasrah.


Mereka berjalan beriringan menuju lift yang ada di salah satu sudut gedung.


" Sebenarnya mami dan papi mau datang ke rumah kamu untuk membicarakan pernikahan kita" ucap Ken sambil mengikuti langkah Alexsa.


" Ga kecepatan Ken?" kata Alexsa sedikit ragu.


" Bukannya semakin baik" kata Ken menggenggam tangan Alexsa.


" Aku akan secepatnya urus semua persiapan pernikahan kita" sambungan Ken lagi.


" Kantor Ken malu kalo ada yang lihat" kata Alexsa melepas pelukan Ken.


" Ga papa... kan semua uda tau hubungan kita" kata Ken tidak ingin melepaskan pelukannya.

__ADS_1


" Aku sayang banget sama kamu" bisik Ken di telinga Alexsa.


__ADS_2