AKU BUKAN JANDA 2

AKU BUKAN JANDA 2
Maya


__ADS_3

Alexsa berusaha melupakan kejadian tidak mengenakkan tadi pagi dan berusaha fokus pada pekerjaannya. Tiba-tiba Maya datang mendekati meja kerja Alexsa dan melempar beberapa lembar kertas tepat di wajah Alexsa. Sontak Alexsa kaget dan berdiri.


“ Kamu bisa kerja tidak? Kenapa berkas yang kamu serahkan semua tidak ada yang benar” katanya membentak.


Dari belakang Ken dan Rama datang dengan Langkah cepat.


“ Maaf bu’ kata Alexsa menunduk tidak berani menatap mata Maya yang sudah di bakar amarah.


“ Kak dia ga salah apa-apa” bela Ken menarik tangan Alexsa ke belakangnya. Dia sangat tidak suka ada yang menyakiti kekasihnya.


“ Kamu masih belain dia” kata Maya dengan suara semakin meninggi.


“ Emang ga ada lagi sekertaris selain dia?” ucap Maya menatap Rama.


Rama hanya diam tidak berani menjawab apa-apa.


“ Ga ada yang bisa ganti dia,” kata Ken meninggalkan Maya dan Rama menuju ruangannya.


Maya pada akhirnya pergi meninggalkan kantor dengan penuh amarah.


Diruangan Ken membuka jas dan meletakkan di kursi kebesarannya.


“ Ken,,, aku minta maaf harusnya aku mengecek berkas itu” kata Alexsa merasa bersalah.


“ Tidak ini bukan salahmu,” sanggah Ken menggenggam tangan Ken dan menciumnya.


“ Tapi karena kesalahanku bu Maya marah” kata Alexsa menyesali kesalahannya.


“ Uda ini bukan tanggung jawab kamu. Semua akan di bereskan secepatnya’ kata Ken lagi.


“ Sekali lagi aku minta maaf Ken” kata Alexsa mengusap tangannya yang sudah keringat dingin.


“ Cup…’ Ken mencium bibir Alexsa.


“ Uda ga ada yang perlu kamu khawatirkan, kakakku memang selalu berlebihan” kata Ken sedikit menunduk menatap meta Alexsa penuh sayang.


Sontak Alexsa kaget wajah Alexsa memerah. Meskipun ini bukan kali pertama lagi dia dicium.


“ gemes bangat” ucap Ken mencubit pipi Alexsa.


“ Sakit” rengek Alexsa mengusap pipi bekas cubitan Ken yang tidak begitu menyakitkan.


“ Yah udah kita makan siang di luar tadi aku belum sempat sarapan” kata Ken.


Alexsa dan Ken berjalan menuju lift dan segera menuju restoran terdekat di kantor.

__ADS_1


“ Uda sayang ga usa kamu pikirin lagi” kata Ken merangkul Alexsa di dalam lift.


Alexsa hanya tersenyum kecil tidak menjawab apa-apa, meskipun hatinya masih merasa itu juga kesalahannya.


“ Gimana persiapan toko barunya?” tanya Ken mencoba mengalihkan pembicaraan


“ Hm… sudah selesai. Tapi aku masih butuh beberapa karyawan” kata Alexsa meneguk jus markisa miliknya.


“ Itu mudah nanti akan aku carikan” kata Ken menyakinkan.


...***...


Di tempat yang berbeda Maya kakak kandung Ken sedang mengendarai mobil BMW menuju Yayasan suster untuk mengajukan kembali. Suster yang biasa menjaga putrinya memilih keluar karena sudah tidak tahan dengan sikap Maya yang selalu emosi dan memarahinya.


Maya mengemudi dengan kesal karena kejadian di kantor tadi, Maya benar-benar ingin memecat Alexsa dari kantor milik papanya.


Sesampainya di Yayasan Maya segera memarkirkan mobil dan masuk dengan pakaian yang glamor.


“ Selamat datang bu Maya” ucap seorang Wanita dengan senyuman.


“ Saya sudah ada janji dengan bu Ratna” kata Maya dengan nada angkuh.


“ Baik bu, masi ikut saya. Sebentar saya akan memanggil bu Ratna”kata Wanita berpakaian serba putih itu dan meninggalakan Maya sendiri di salah satu ruang tamu yang cukup bagus dan mewah.


Tidak lama dua Wanita datang yang tidak lain adalah penanggung jawab Yayasan.


“ Selamat siang bu, saya mau kembali untuk mencari baby sister untuk anak saya” kata Maya to the poin.


“ Baik bu ada beberapa yang perlu ibu isi sebelumnya” ucap bu Ratna mengambil kertas dan tanpa sengaja menjatuhkan beberapa lembar kertas tepat di dekat kaki Maya.


Dengan malas Maya mengambil kertas itu dan tanpa sengaja matanya tertuju pada nama yang tertera di kertas Alexsa. Tapi Maya tidak begitu menghiraukannya dan segera mengembalikan kertas itu pada bu Ratna.


Maya mulai mengisi beberapa pertanyaan yang ada di kertas dan sesekali menanyakan maksud pertanyaan itu pada Bu Ratna. Setelah semua selesai Maya akhirnya menandatangani dan membayar beberapa uang administrasi.


Semua urusan selesai Maya segera kembali ke rumah maminya karena sang suami sedang bertugas di luar kota sebagai pilot di salah satu maskapai yang ternama.


...***...


Hari ini adalah peresmian toko kue Alexsa di beberapa titik, ini semua juga karena berkat campur tangan Ken agar sang kekasih bahagia.


Alexsa melangkah dan mengambil gunting yang ada di nampan yang sudah di lilit pita merah cantik. Perlahan Alexsa menggunting pita sebagai tanda resminya toko kue miliknya di buka.


“ Tap… Tap…” suara tepuk tangan menambah suasana bahagia di sana.


Mata Alexsa sampai berkaca-kaca menyapa seluruh tamu yang turut hadir menyaksikan bahagia Alexsa dan keluarga.

__ADS_1


“ Selamat ya Al, bangga banget sama kamu” ucap Nabila sambil memberi pelukan hangat selamat untuk sahabatnya.


“ Selamat Alexsa” kata Rama yang juga ikut.


“ Makasih kak” jawab Alexsa.


Tak lama Ken datang sambil menggendong Viona di pangkuannya.


“ Anak gue nih” katanya sambil tersenyum.


“ Wah mama sama anaknya uda lengket aja ya” kata Rama mencubit pipi Viona pelan.


“ Nama kamu siapa cantik?” tanya Rama mengajak Viona bermain.


“ Viona om” jawabnya masih tidak mau lepas dari Ken.


“ Aku ke sana sebentar ya” ucap Alexsa hendak menyapa tamu lainnya.


“ Iya ,,, Al, Viona biar sama kita aja” ucap Nabila.


...***...


Mata hari mulai menyapa Alexsa segera ke kamar mandi untuk mandi mengingat hari ini adalah hari senin dan pasti jalanan akan sangat padat. Usai mandi Alexsa mengenakan pakaian yang sudah dia siapkan semalam tak lupa sedikit riasan di wajahnya. Tidak lupa Alexsa menyapa putri kecilnya yang masih tertidur pulas di kamar sebelahnya.


“ Pagi ma” sapa Alexsa melihat sang mama yang sudah sibuk menyiapkan sarapan di bantu bibi.


“ Pagi kak, ini mama uda siapkan sarapan buat kamu” kata mama Diana menyodorkan roti yang sudah di bakar kesukaan Alexsa sedari dulu dan tidak lupa jus jeruk.


Saat menikmati sarapan sambil mengecek E-mail dari tab kantor tiba-tiba terdengar ada telepon.


“ Biar saya yang angkat non” kata bibi langsung berjalan mendekati telepon dan menerima panggilan.


“ halo” ucap bibi memulai percakapan.


“ Non kata pak Abdi di depan ada suster yang mau masuk” ucap bibi menjelaskan.


“ Oh surah masuk aja bik” kata Alexsa mengingat semalam baby sister yang akan menjaga Viona sudah menelpon sebelumnya.


“ baik non” jawab bibi mengerti.


“ Suruh masuk aja pak Abdi” kata bibi dan mematikan panggilan.


“ Siapa kak?” tanya mama Diana yang baru saja dari dapur membawa kopi untuk papa Herman.


“ Itu beby sister untuk jaga Viona ma” jawab Alexsa sambil meminum jusnya.

__ADS_1


Awalnya mama Diana sangat keberatan dengan beby sister yang akan menjaga Viona tapi Alexsa menjelaskan pelan-pelan dan akhirnya mama Diana menyetujuinya. Alexsa tidak mau sang mama menjadi terbebani mengingat usianya yang sudah tidak muda lagi dan mama Diana juga harus mengejek toko yang sekarang ada di beberapa titik.


__ADS_2