AKU BUKAN JANDA 2

AKU BUKAN JANDA 2
Sampai di Medan


__ADS_3

Di perjalanan Ken sudah tidak sabar untuk bertemu Alexsa sedangkan Rama hanya bisa geleng-geleng melihat kebucinan Ken.


" Bisa-bisanya pawang perempuan sebucin ini" sindir Rama sambil menyetir mobil.


Ken hanya diam tidak menjawab apa-apa menatap jalanan yang ramai pengendara.


" Kak Maya beda sekarang" kata Rama yakin ucapan pertamanya tidak akan di jawab.


" Beda? Beda gimana?" tanya Ken sambil sesekali menoleh ke arah Rama.


" Kak Maya jauh lebih baik dan ramah" jawab Rama merasa Maya begitu berbeda di matanya.


Ken hanya tersenyum kecil mendengar ucapan Rama barusan.


" Bukannya bagus ya kak Maya baik" kata Ken.


" Tapi rada aneh aja Ken,, bisanya Kak Maya apa-apa marah sekarang super baik" jawab Rama tidak mau kalah .


" Emang mau Kak Maya balik kayak dulu lagi? Yang super galak, sombong " Ken balik bertanya.


" Yah nggak la" cepat-cepat Rama menjawab.


" Yah uda" kata Ken.


" Oh iya ga ada yang tahu kan gue berangkat ke Medan? Apalagi Nabila?" tanya Ken tiba-tiba teringat.


" Hm... yah nggaklah ngapain juga gue laporan" jawab Rama.


" Bagus deh" jawab Ken bisa bernafas dengan lega.


" Berapa lama di sana?" tanya Rama sambil menggantikan laju mobil karena lampu merah.


" Belum tau gue" jawab Ken.


" Ingat minggu ini pak Broto akan melakukan peninjauan ke kantor. Ga lucu Lo ga ada karena asik pacaran" kata Rama mengingatkan sekaligus menyindir Ken.


" Iya iya gue secepatnya balik" jawab Ken.


Mobil kembali melaju dengan cepat rendah karena sangat ramai pengendara lain. Akhirnya mereka sampai tujuan yaitu bandara Soekarno-Hatta.


...***...


Alexsa berpikir keras ucapan Nantulang tadi sore yang sedikit membuka hati Alexsa. Mona sedang sibuk menyiapkan pakaian untuk pergi liburan ke Parapat. Salah satu tempat wisata di Sumatera Utara yang menjadi khasnya adalah danau Toba.


Nantulang sudah memesan penginapan untuk beberapa hari di sana dan juga mobil yang nantinya akan mengantar Alexsa, Mona dan Viona. Nantulang dan Tulang tidak bisa ikut karena ada beberapa pekerjaan yang tidak bisa di tinggalkan.


" Sabun Vio uda kamu masukin ke tas belum Mon?" tanya Alexsa mendekati Mona.


" Sudah kak,, aman semua" jawab Mona sambil menyusun barang-barang.

__ADS_1


Besok pagi mereka akan berangkat menuju Parapat sebelum kembali ke Jakarta.


Ken baru saja mendarat di bandara internasional Kuala namu Medan. Seorang supir yang sudah menunggu kedatangan Ken segera bangkit dan menemui Ken.


" Selamat datang kembali pak Ken, senang bisa bertemu bapak" sapa Supir yang biasa di panggil Gultom sambil mengulurkan tangannya pada Ken.


" Selamat malam pak Gultom" jawab Ken membalas uluran tangan pak Gultom.


Pak Gultom langsung mengambil alih membawa koper milik Ken.


Segera Ken dan pak Gultom menuju parkiran mobil dan menuju penginapan karena jam sudah menunjukkan angka 10. Tidak mungkin Ken menemui Alexsa sekarang.


Sesampainya di penginapan Ken segera bersih-bersih dan langsung istirahat.


Paginya jam 06.00 Alexsa seperti yang sudah di rencanakan Alexsa sudah bersiap-siap untuk pergi tidak lupa Nantulang masak untuk mereka bawa.


" Jangan lupa berdoa sebelum pergi ya boru" kata Nantulang memeluk Alexsa seperti putrinya sendiri.


" Iya Nantulang" jawab Alexsa membalas pelukannya.


Usai berpamitan mereka segera masuk ke dalam mobil dan langsung melaju dengan kecepatan tinggi karena belum terlalu banyak pengendara.


Viona juga masih tertidur pulas di pangkuan Mona padahal tadi sebelum berangkat sudah mandi.


" Ga ada yang tinggalkan Mon?" tanya Alexsa memastikan untuk kesekian kalinya.


" Gak ada kak" jawab Mona.


" Pak kita berhenti di supermarket dulu nanti, saya mau beli makanan" kata Alexsa pada supir nantulang yang menjadi supir mereka beberapa hari kedelapan.


" Siap nona" jawabnya mengerti.


Alexsa merasa banyak yang berbeda dari tempat kelahiran sang papa.


2 Jam kemudian mereka sudah sampai di Siantar seperti yang di perintahkan Alexsa mereka berhenti di salah satu supermarket untuk membeli makanan dan minuman. Setelah semua selesai mobil kembali melaju menuju Parapat yang jaraknya membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam.


" Ken kamu lagi apa? " kata Alexsa dalam hati.


Jujur dia sangat rindu tapi untuk sekarang Alexsa memilih untuk memendamnya.


...***...


" Drett.... Dret...." handphone Ken bergetar di atas meja sebelah ranjangnya.


Dengan tangan meraba-raba Ken mengambil dan menerima panggilan telepon dari sang kakak.


" Halo Ken,,, Gimana kamu uda ketemu sama Alexsa?" tanya kak Maya sudah tidak sabar.


Sekejap mata Ken langsung sadar dan menatap layar handphonenya sudah menunjukkan angka 10.

__ADS_1


" Aduh... aku ketiduran kak" ucap Ken buru-buru bangun.


" Gimana sih Ken?" ucap Maya kecewa.


" Yah udah Kak aku mau siap-siap dulu" tanpa mendengar jawaban dari sang kakak Ken langsung mematikan sambungan telepon dan langsung menuju kamar mandi.


Tidak lama Ken sudah selesai dan menghubungi pak Gultom.


...***...


Ken menatap layar teleponnya mengecek alamat yang di berikan papa Herman semalam untuk memastikan sudah benar.


" Gimana pak Ken?" tanya pak Gultom yang sedari tadi memperhatikan perilaku Ken gelisah.


" Sebentar saya cek dulu pak Gultom, bapak tunggu di sini sebentar" ucap Ken keluar dari mobil.


Kebetulan rumah itu tidak berpagar jadi Ken dapat langsung masuk.


Tidak di pungkiri Ken sangat gugup untuk bertemu Alexsa.


Belum sempat berkata atau menekan bel pintu di buka dari dalam ternyata nantulang yang sudah bersiap-siap untuk pergi.


" Siang Tante" sapa Ken sedikit panik karena belum mengenali wanita yang ada di hadapannya.


" Iya iya siapa kau?" tanya Nantulang.


" Saya Ken Tante dari Jakarta mau ketemu Alexsa." jawab Ken gugup melihat wajah Nantulang seakan ingin menerkamnya.


" Ngapain kau cari boruku?" katanya lagi dengan nada seperti membentak. Seperti orang Batak biasanya punya kebiasaan suara besar.


" Ada yang mau saya sampaikan Tante" jawab Ken.


" Siapamu dia?" tanya Nantulang semakin banyak bertanya.


" Saya pacarnya Tante" jawab Ken.


Ekspresi wajah Nantulang langsung berubah.


" Bah.... kenapa ga bilang dari tadi kau, sini masuk-masuk" ucap Nantulang dengan suara yang jauh lebih lembut.


Ken hanya tersenyum kecil dan mengikuti langkah nantulang masuk ke rumah.


" Pa... pa... sinilah ada ini tamu kita calon Hela kita pa" ucap Nantulang berteriak.


Hela adalah sebutan menantu laki-laki di orang Batak.


Tidak lama tulang datang dari kamar sudah berpakaian rapi juga.


" Dari mana?" tanya tulang masih belum paham maksud ucapan Nantulang tadi.

__ADS_1


" Ini yang di ceritakan eda itu Lo pa, pacar Alexsa." kata menjelaskan.


" Bah.... Jauh kalilah kau datang ke sini" kata tulang sambil duduk di sebelah nantulang.


__ADS_2