
Semua kue pesanan sudah sampai di tangan pemiliknya, dengan hati puas Alexsa Kembali ke toko.
“ Gimana pesanannya?” tanya Sarah yang tampak cemas memikirkan Alexsa mengantarkan pesanan yang harusnya bukan dia yang melakukannya.
“ Uda beres semua kak, Oh ini handphonenya habis batere? tolong di cas dulu” ucap Alexsa mengambil handphone di dalam tan kecil dan mengeluarkan uang hasil jualan tadi.
“ Mama uda datang kak?” tanya Alexsa mengembalikan mengambil handphone miliknya yang sudah terisi penuh .
“ Uda kak, ada di lantas. Viona tadi rewel kayaknya uda haus banget” jawab Rere sambil menghitung detail jumlah uang yang di berikan Alexsa baru saja.
“ Aku ke atas dulu ya kak, Re” kata Alexsa bergerak masuk menuju lantai dua yang khusus di buat untuk bersantai.
“ tap… tap….” Langkah Alexsa yang begitu kuat menaiki anak tangga sedikit berlari.
Sebelumnya Alexsa sudah mencoba memberikan susu melalui dot untuk menghindari beby Viona ke hausan apabila Alexsa sedang berada di rumah. Tapi Viona tidak terlalu suka minum dari dot. Mau tidak mau Alexsa harus memberikannya secara langsung.
Melihat sang mama yang sedang memangku Viona mencoba menenangkan nya di depan kaca menatap ke luar.
“ Viona rewel banget ya ma?” tanya Alexsa membuka pakaian yang dia gunakan mengantar roti tadi.
“ Iya kak mungkin uda haus banget dia. Mama tadi uda kasih air putih tapi tetap nangis.apalagi di bawah tadi gerah makin rewel dianya” kata mama Diana sambil berjalan ke arah Alexsa.
Melihat sang mama yang sudah datang Viona langsung kegirangan dan mengulurkan tangan minta di pangku sang mama yang sejak tadi di tunggu-tunggu.
“ Sebentar ya sayang, mama cuci tangan dulu” kata Alexsa berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri tak ingin membuat Viona sakit hanya karena hal sepele.
Viona yang semula tertawa melihat Alexsa yang sudah pulang, Kembali menangis histeris lagi berpikir mamanya akan pergi lagi meninggalkannya.
“ Bentar bentar sayang mama bersih-bersih dulu” kata mama Diana mencoba menenangkan.
Viona yang belum paham apa-apa semakin menangis melihat sang mama yang sudah masuk ke kamar mandi dan menutup pintu rapat. Dengan cepat dan sedikit panik Alexsa membasuh tangan dan wajahnya mengingat di luar sangat banyak virus. Pintu di buka dan Viona masih saja mengis sampai batuk.
“ Sini sini anak mama” ucap Alexsa mengambil Viona yang masih menangis kencang.
“ Sampe batuk kamu nak, mama hanya cuci muka” ucapnya mencium pipi Viona yang masih mensngis.
“ Kasih minum dulu kak, dia uda haus banget itu makanya sampai nangis kuat” ucap mama Diana menatap cucunya.
“ Iya… iya … ma ini aku kasih asi dulu” ucap Alexsa berjalan ke sova hitam.
__ADS_1
“ Cup… cup…” kata Alexsa sambil memberikan Viona minum asi.
Viona yang semula menangis sekejap diam.
“ Benar-benar haus banget ya bun” ucap Alexsa mengelus wajah Viona merasa bersalah sudah lama meninggalkan putrinya.
“ Mama mau pulang dulu ya kak, papa mau berangkat ke kampus jam 11” ucap mama Diana menoleh jam yang melingkar di pergelangan tangannya.
“ Oh iya iya ma, Viona di sini aja “ kata Alexsa menoleh ke arah sang mama.
“ Yah uda kak mama pulang ya, ini baju-baju Viona mama bawain tadi” kata mama Diana sambil menunjuk tas berwarna pink, tas yang biasa membewa keperluan Viona.
“ Iya… iya ma” jawab Alexsa
Mama Diana pun menuruni tangga untuk segera Kembali ke rumah menyiapkan keperluan sang suami yang akan berangkat ke kampus untuk mengajar.
Alexsa memangku Viona sampai akhirnya ketiduran karena kelelahan menangis
...***...
Sekitar jam 8 malam Alexsa sedang menemani Viona untuk tidur sedangkan sang mama dan papa sedang pergi memenuhi undangan acara makan malam teman dosen papa Herman dalam rangka ulangtahun pernikahan sedangkan Alvin dan Alicia sedang mengikuti les Bahasa. Alana yang beru saja menyelesaikan tugas-tugas sekolahnya sekarang sedang bermain handpone.
“ Dek ambilin hp kakak di atas meja” perintah Alexsa sambil menoleh kea rah handponenya yang masih bergetar.
Pelan-pelan Alana menuruni Kasur, tak ingin membangunkan ponakannya yang sudah tertidur lelap.
“ Pak Abdi kak” kata Alana sedikit berbisik.
“ Angkat aja dek” ucap sambil memperbaiki tidur Viona dan menyelimutinya pelan-pelan.
Alana ke luar dari kamar sang kakak dan mengangkat telepon dari pak Abdi supir pribadi mereka.
“ Halo ada apa pak?” tanya Alana dengan suara yang sudah biasa.
“ Nona Alexsa ada non? Ada yang mencarinya?” tanya pak Abdi langsung menanyakan keberadaan Alexsa.
“ Ada pak tapi lagi di kamar “ jawab Alana.
“ Ada apa dek?” tanya Alexsa yang ternyata sudah berada di belakang Alana. Spontan Alana kaget.
__ADS_1
“ Kakak… keget tau” ucap Alana dengan ekspresinya menyodorkan handpone pada Alexsa.
“ Ada apa dek?” tanya Alexsa yang penasaran
“ Kata pak Abdi ada yang cari kakak” Jawab Alana sambil berjalan memasuki kamar masih dengan ekspresi kesal karena di kagetkan Alexsa.
“ Ada apa pak?” tanya Alexsa membuka pembicaraan.
“ Ini non ada yang datang mau beli kue, saya uda jelasin toko uda tutup tapi masnya ngotot mau beli sekarang. Katanya uda janji sama mamanya bawa kue “ ucap pak Abdi cukup panjang.
“ Hm… jadi masnya masih disana pak?” tanya Alexsa sambil menoleh ke arah jam dinding.
“ Masih non, saya uda suruh pulang besok datang lagi, tapi ga pergi juga non” jelas pak Abdi lagi dengan suara sedikit mengjengkelkan.
“ Yaudah pak saya ambil kunci sebentar” kata Alexsa berjalan menuju tangga.
“ Baik non” ucap pak Abdi dan mematikan panggilan.
To : Adik ke 3
Dek kakak ke toko sebentar ya, jaga Viona sebentar kakak ga lama
Alexsa mengirim pesan pada sang adik tak ingin adiknya jadi khawatir karena Alexsa tak kunjung Kembali.
Alexsa berjalan menuju pagar sambil mengucir rambutnya ke atas membuatnya tidak seorang ibu anak satu. Laki-laki yang di maksud pak Abdi pun ikut terkesima melihat kecantikan Alexsa yang natural.
“ Ini non yang ngotot mau beli kuenya” ucap pak Abdi sambil menoleh pada laki-laki berpakaian rapi lengkap dengan jasnya.
“ Maaf mbak saya mengganggu malam-malam begini ” ucapnya sambil tersenyum malu-malu yang memancarkan lesung pipinya.
“ Ga masalah mas, “ Jawab Alexsa tersenyum.
“ Saya ke toko dulu ya pak” ucap Alexsa hendak berjalan ke luar.
Dengan sigap pak Abdi membukakan pagar dan mempersilahkan majikannya keluar.
“ Mari mbak” ucapnya sambil berjalan ke arah mobil putih
Alexsa hanya mengangguk sambil berjalan menuju mobil terparkir
__ADS_1
Laki-laki itu langsung membukakan pintu dan mempersilahkan Alexsa masuk.