
" Tuhan kasih laki-laki yang jauh lebih baik dari Dikki untuk kamu kak, Mama bisa lihat dia sungguh-sungguh dan serius. Apalagi kejadian tadi pagi waktu Viona manggil Ken papa,, anak-anak itu hatinya masih murni. Dia tahu mana yang tulus dan benar-benar sayang sama dia" ungkap Mama Diana menyakinkan Alexsa bahwa dia benar-benar beruntung.
" Iya ma,,," jawab Alexsa tersenyum meskipun matanya sudah mulai berkaca-kaca mendengar ucapan mama Diana.
Alexsa mulai bersiap-siap mulai memilih baju yang akan dia kenakan nantinya.
" Aku pake yang mana ya?" kata Alexsa menggigit bibirnya karena bingung harus memakai pakaian yang mana.
" Ini aja kali ya" katanya sambil menatap pantulan dirinya di cermin besar di kamar Alexsa.
" Ah... tapi akukan uda ibu-ibu ga pantas" katanya lagi sambil melempar pakaian itu ke kasur.
Alexsa mengambil pakaian yang satu lagi dan melakukan hal yang sama seperti tadi.
" Aduh...." keluh Alexsa putus asa memilih pakaian yang mana.
"Bruk..." pintu kamar Alexsa dibuka dari luar yang ternyata belum di kunci Alexsa tadi.
" Adek..." kata Alexsa sambil membalik badan ternyata Alana yang dia lihat dari pantulan di cermin.
" Kakak lagi apa? ini baju-baju kakak kenapa keluar? " tanya Alana mendekati sang kakak.
" Kakak mau makan malam sama keluarga kak Ken dek" jawab Alexsa membaringkan tubuhnya di sofa.
" Wah.... ketemu calon mertua nih" kata Alana tersenyum dan meraih pakaian Alexsa tadi.
" Kakak mau pakai baju yang mana?" tanya Alana mencoba untuk memberikan masukan.
" Kakak masih bingung dek, " jawab Alexsa dengan wajah frustasi.
Alana berjalan membuka lemari pakaian milik Alexsa yang cukup besar dan hampir berisi semua.
" Dari semua baju-baju disini kakak bingung pakai yang mana?" ucap Alana sambil melihat satu persatu baju Alexsa.
"Kakak pakai ini aja" ucap Alana mengeluarkan dress berwarna biru cantik.
Alexsa bangkit dari sofa untuk melihat pakaian yang di tunjuk Alana.
Alana mendekati Alexsa dan menarik tangan Alexsa menghadap cermin.
__ADS_1
" Kakak pake ini pasti cantik" ucap Alana tersenyum melihat pantulan sang kakak di cermin.
" Tapi kakak uda jadi ibu-ibu sekarang dek" ucap Alexsa pelan.
" Emang kenapa? Kakak tetap cantik kalo make ini" ucap Alexsa.
Pada akhirnya Alexsa mengikuti ucapan Alana segera dia mandi dan tidak lupa keramas juga.
Alana sengaja menunggu di kamar untuk membantu sang kakak berdandan.
" Gimana dek?" tanya Alexsa baru saja keluar dari kamar mandi sudah mengenakan dress pilihan Alana.
" COCOK BANGET KAK" teriak Alana bangkit berdiri mendekati Alexsa.
" Serius dek? kakak ga kelihatan gendut?" tanya Alexsa menatap dirinya di cermin.
" Kakak uda cantik banget,,, banget" kata Alana begitu yakin.
" Sekarang kakak duduk biar Alana yang Kerja," kata Alana menarik kursi dan Alexsa duduk menghadap cermin.
Alana mulai mengeringkan rambut panjang Alexsa menggunakan hair dryer.
" Yang ini aja dek" jawab Alexsa menunjuk salah satu botol berisi vitamin rambut kesukaannya.
Alana mulai menata rambut panjang Alexsa.
" Cantik banget sih kakakku ini" puji Alana sambil tersenyum.
" Makasih dek kamu uda bantuin kakak pilih baju sama rapiin rambut kakak" ucap Alexsa sambil merias wajahnya sendiri tipis-tipis.
" Sama-sama kakakku sayang" ucap Alana tersenyum melihat hasil tangannya yang begitu baik.
" Kakak pake lipstik yang ini aja" kata Alana mengambil satu lipstik berwarna merah muda.
Alexsa menerima pilihan Alana dan memakainya.
" Perfect Kak " puji Alana sangat puas.
" Tok.... Tok.." bersamaan pintu kamar Alexsa di ketuk.
__ADS_1
" Masuk..." ucap Alana sambil berjalan ke arah pintu.
" Eh... Kak Mona,,, masuk kak" ucap Alana sangat sopan.
Mona pun masuk ke kamar Alexsa.
" Kakak sangat cantik" puji Mona.
" Makasih Mon" jawab Alexsa tersenyum.
" Ada apa?" tanya Alexsa kemudian.
" Pak Ken uda datang mau jemput kita kak. Sekarang ada di ruang tamu sama bapak" jawab Mona.
" Ha... Ken uda datang? " Alexsa tidak percaya.
" Cepat kak,,, Ayo turun" ucap Alana sudah tidak sabar.
Dengan gugup Alexsa bangkit berdiri dan berjalan menuju ruang tamu.
" Tak... tak..." suara langkah kaki Alexsa terdengar menuruni anak tangga.
Alexsa tampak cantik di balik dress biru pilihan Alana dan ditambah riasan simpel membuat Alexsa begitu cantik dan anggun malam itu.
Mata Ken tidak berhenti menatap Alexsa yang sudah mendekat.
" Mama cantik sekali" puji Viona berlari kecil mendekati Alexsa.
"Kamu juga cantik sayang" jawab Alexsa tersenyum.
Ken masih saja menatap Alexsa lekat sampai membuat Alexsa malu dan wajahnya merona.
" Mau berangkat kapan?" ucap papa Herman menyadarkan Ken.
" sekarang om" jawab Ken tersenyum melihat papa Herman.
" Pa... ma... kita pergi dulu ya" ucap Alexsa memapah Viona berjalan
" Iya kak,, hati-hati ya" ucap mama Diana merangkul Alexsa.
__ADS_1
Mereka segera berangkat menuju rumah Ken.