AKU BUKAN JANDA 2

AKU BUKAN JANDA 2
Kembali Jadi Sekertaris 2


__ADS_3

Sebelum memulai pekerjaan yang di katakan Rama, Alexsa memberikan pesan pada keluarganya melalui pesan grup.


“ Pa, ma, adik-adik hari ini kakak uda Kembali kerja di kantor lagi.”


Meskipun pesan itu singkat tapi mampu membuat Alexsa meneteskan air mata tak percaya bahwa dia bisa Kembali bekerja di kantor.


Beberapa saat Alexsa mulai mengerjakan pekerjaan yang di perintahkan Rama. Alexsa menyalakan komputer yang ada di hadapannya dan mulai bekerja mengecek setiap detail jadwal bos yang sama sekali belum bertemu dengannya.


“ Selamat siang” kata laki-laki itu menyapa Alexsa.


Mendengar itu Alexsa mengangkat kepala untuk melihat siapa yang sedang berbicara dengannya.


“ Ken..” ucap Alexsa sambil tersenyum seakan dia akhirnya punya teman di kantor besar ini. Seolah Alexsa sudah lupa saat Ken membuang pandangan dengannya saat di restoran.


“ Kamu kerja di sini juga” kata Alexsa berseri-seri.


Ken tersenyum dan mengangguk mengiyakan pertanyaan Alexsa.


“ Wah akhirnya aku punya teman di sini, “ kata Alexsa lagi.


“ Kamu di bagian apa? Kenapa bisa kesini?” tanya Alexsa lagi.


“ Kamu ada perlu sama bos? Bosnya belum datang Ken.” Ucap Alexsa lagi menambahkan.


Dalam hati sudah menahan tawa.


“ Seharusnya bos datang tepat waktu ga sih, kasih contoh yang baik “ ucap Alexsa membuat Ken semakin tidak bisa menahan tawa.


Bersamaan Rama datang membawa tablet dan meletakkan di atas meja.


“ Alexsa kenalkan ini pak Kenziee Mahanta pemilik perusahaan ini” ucap Rama.


Alexsa yang semula tersenyum lebar, kini menelan air liur pahit. Bulukudunya juga ikut berdiri mendengar ucapan Rama barusan.


Ken menahan berusaha menahan tawa melihat ekspresi Alexsa.


“ Di dalam ini semua saya sudah saya buatkan tugas-tugas kamu” ucap Rama sambil memberikan tablet bermerek pada Alexsa.


“ jika ada yang tidak kamu mengerti bisa tanyakan pada saya” kata Rama bersiap-siap untuk pergi.


“ Permisi pak Ken” ucap Rama selayaknya dengan atasan.


“ Silahkan” kata Ken.


Rama memutar badan dan meninggalkan Alexsa dan Ken dalam kecanggungan.

__ADS_1


“ Pak saya minta maaf atas ucapan saya tadi” kata Alexsa.


“ Aduhh… mana baru hari pertama uda gini aja” batin Alexsa mengutuki ucapannya tadi.


“ Panggil Ken aja kayak tadi saya suka dengarnya” goda Ken tersenyum mengejek.


“ Tidak pak, bapak atasan saya” ucap Alexsa menggigit bibir bawahnya.


Ken tersenyum melihat Alexsa dan masuk ke ruangannya dengan hati penuh kemenangan.


Pov Kenziee Mahanta


Seperti biasa pagi-pagi aku bersiap berangkat ke kantor tapi pagi ini sebelum berangkat ke kantor aku sudah ada janji bertemu dengan seseorang yang aku bayar untuk mencari identitas Alexsa. Dia membawa jawaban atas semua pertanyaan selama ini.


“ Perempuan ini Bernama Alexsa Brina pak dia anak pertama dari pernikahan Herman dan Diana. Dari yang saya dapatkan dia lulusan dari Universitas Pancasila” katanya menjelaskan dan memberikan selembar kertas biodata Alexsa.


“ Dia belum menikah pak, dia mengalami kekerasan dengan pacarnya bernama Dikki yang tidak lain adalah ayah dari anak yang ada bersamanya” tambahnya lagi memberikan foto Alexsa dan anak yang sempat aku pangku saat di toko kue miliknya.


Sejenak aku sangat geram pada laki-laki yang sudah menyakiti Alexsa. Dalam hati aku bersumpah akan memberikannya perhitungan.


“ Kejadian itu di apartemen wanita itu dan dia juga pernah bekerja sebagai sekertaris dan memilih mengundurkan diri setelah hamil. Tidak hanya itu pak dia juga di usir oleh orangtuanya dari rumah” ucap laki-laki berotot kekar itu yang duduk di hadapanku.


Aku yang hanya mendengar kisah Alexsa merasa kasihan dan prihatin dengan yang dialaminya.


“ Tapi ayahnya bukan orang yang jahat, dia hanya ingin memberikan pelajaran pada putrinya. Ayahnya tetap memperhatikan putrinya dari kejahuan dan memberikan kebutuhannya” tambahnya menghilangkan penilain burukku pada keluarganya.


Darahku seperti mendidih mendengar ucapannya, aku bersumpah akan membuat laki-laki Bernama Dikki itu menanggung perbuatannya.


“ Apa mereka masih berhubungan?” tanyaku penasaran.


“ Dari beberapa orang yang saya tanya laki-laki itu kabur dan menjual mobil milik perempuan dan memilih pergi” jawabnya.


“ Laki-laki itu sudah tidak punya tanggung jawab dan juga tidak bermodal” ucapku menahan amarah.


“ Saya kira ini cukup kamu juga selidiki laki-laki ini” kataku mengambil foto Dikki di atas meja.


“ Saya akan memberi apa yang kamu mau” ucapku menambahkan.


“Drettt… Dret…” handpone milikku bergetar di atas meja.


“ Arnol” tertulis di layar telepon.


“ Sebentar saya mau angkat telepon” kataku langsung menerima telpon dari Arnol.


“ Ada apa bro?” tanyaku memulai percakapan.

__ADS_1


“ Gue mau kasih info masalah Alexsa, gue uda urus semua” katanya membuat arahku yang tadi berapi-api kini menjadi mereda.


“ Serius bro, “ kataku bersemangat.


“ Iya… lo tunggu aja di kantor dia akan datang” tambahnya membuatku tidak sabar sampai ke kantor sekarang.


“ Sekali lagi makasih ya bro” kataku berterimakasih dan sambungan telepon terputus.


“ Kamu dengarkan apa yang saya perintahkan tadi, “ tanyaku membuatnya mengangguk.


“ Saya akan berusaha pak” jawabnya merapikan kertas yang ada di atas meja.


Aku mengambil sesuatu dari saku jasku.


“ Saya akan beri lebih kalo kamu berhasil mengarjakan ini” ucapku sambil memberikannya dan berdiri.


“ Terimakasih pak, saya tidak akan mengecewakan bapak” katanya menyakinkan.


“ Kalau begitu saya masih ada urusan di luar, “ kataku dan hendak meninggalkannya.


“ Baik pak,” sahutnya singkat.


Tidak seperti biasa kali ini aku sangat tidak sabar sampai di kantor, aku melirik handponeku yang masih setia dengan wallpaper wajah Alexsa.


“ Aku akan balas semua perbuatannya “ Janjiku.


Mobil terus melaju menuju kantor, aku sudah sangat tidak sabar melihat wanitaku satu kantor denganku. Aku tidak akan susah payah jika ingin bertemu dengannya lagi.


Aku langsung memarkirkan di tempat biasa.


Berjalan dengan Langkah cepat menuju ruanganku menggunakan lift khusus.


“ Gue uda sampai kantor “ pesanku pada Rama.


Kakiku melangkah keluar dari lift dan berjalan ke ruanganku.


Mataku benar-benar tertuju pada Wanita yang sedang sibuk di meja sekertaris yang sudah lama kosong dan aku yakin dia adalah Alexsa.


“ Selamat siang” sapaku dengan suara tidak begitu kuat.


Perlahan dia mengangkat kepada menolah ke padaku.


“ Ken..” ucap Alexsa sambil tersenyum membuatku sangat bahagia


dia masih ingat dengan namaku. Jujur aku merasa bersalah dengan kejadian di restoran tapi aku hanya tidak ingin semakin menyiksa diriku saat itu. Tapi setelah mengetahui cerita hidup Alexsa yang sebenarnya aku akan menerima masa lalunya dan membahagiakan dia dan putrinya.

__ADS_1


“ Kamu kerja di sini juga” kata Alexsa lagi sambil berdiri.


__ADS_2