
Hari itu dunia Ken seakan runtuh setengah, setelah mengetahui Alexsa wanita yang sudah dia cintai diam-diam ternyata sudah menikah. Sepulang dari toko beberapa kali Ken membanting setir dengan tangannya. Menggambarkan bagaimana hati Ken hari itu sangat hancur.
Pov Kenziee Mahanta
Mendengar pengakuan Alexsa barusan seakan merusak seluruh harapan hidupku. Bahwa ternyata Alexsa sudah menikah dan memiliki anak, aku tidak tahu kata-kata apa yang dapat menggambarkan betapa hancur dan sakitnya hatiku. Perasaan yang selama ini ku tanam ternyata harus ku tebang karena kenyataan pahit. Saat itu aku sangat membenci dunia. Rasanya aku tak ingin bangun dari tidurku agar tidak Kembali merasakan sakit hati. Aku menatap kosong ke depan seolah jantungku berhenti berdetak.
Mengapa aku harus di pertemukan dan mencintai Wanita yang sudah milik orang lain. Aku sangat menyesal sudah berharap jauh dengannya. Mengapa berkali-kali aku harus gagal dalam hal cinta.
Pov Kenziee Mahanta off
Berbulan-bulan sejak kejadian itu Ken tidak lagi pergi ke toko kue Alexsa. Laki-laki tampan itu berusaha melupakan Alexsa dari pikirannya. Meskipun bukanlah hal yang mudah seperti saat mencintainya. Ken dengan susah payah melupakan Alexsa yang semakin hari semakin menyiksanya.
“ Sudahlah bro jangan terlalu memaksakan diri” kata Rama yang sudah tau masalah Ken.
Ken hanya diam sambil menatap layar monitornya tanpa sedikitpun menjawab omongan Rama yang hampir setiap hari dia katakan.
Jakarta Timur
Alexsa memutar mata mengingat Ken yang sudah lama tidak datang ke toko kue miliknya. Pagi ini dia sedang menyiapkan makan untuk orang rumah kebetulan sang mama tidak ada di rumah. Sedangkan Viona sedang bermain Bersama adiknya Alvin dan Alana.
“ Kakak lagi mikirin apa?” kata Alicia yang membuat Alexsa sontak kaget.
“ Kamu buat kakak kaget aja” ucap Alexsa Kembali menoleh ke ayam yang ada di wajan hampir matang.
“ Kakak lagi mikirin apa?” ucap Alana tersenyum sambil mencuci piring bekas masak sang kakak.
“ Kakak ga mikirin apa-apa dek, ” jawab Alexsa menutupi.
“ Kakak bohong, pasti ada apa-apa” kata Alicia dengan yakin.
“ Uda cepat cuci piringnya, kakak udah lapar” ucap Alexsa sambil mengambil ayam dengan saringan.
“ Oke kak” ucap Alana lanjut mencuci piring.
Viona yang sudah mulai belajar membuat Alexsa sangat bahagia melihat perkembangan sang buah hati dari hari ke hari semakin besar. Meskipun Alexsa harus menjadi mami dan papi sekaligus untuk Viona. Tapi Alexsa selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik untuk putrinya.
“ Makanannya uda siap kak?” tanya Alana sambil memangku Viona melihat ke dapur.
“ Uda lapar kamu dek?” tanya Alicia sambil membasuh tangannya.
__ADS_1
“ Uda nih kak, Viona juga udah lapar mami” ucap Alana mencium pipi Viona.
“ Yah uda kita makan sekarang” kata Alexsa sambil menyiapkan semua makanan di atas meja.
Bibi yang biasa bantu Viona sudah beberapa bulan pulang kampung karena mengurus orangtuanya yang sudah sakit-sakitan. Mama Diana yang suka dengan cara kerja bibi lebih memilih untuk menunggu kedatangan bibi.
Malam itu mereka menikmati makan malam tanpa kehadiran papa Herman dan mama Diana yang sedang di luar. Secara bergantian Alexsa memberi makan Viona dengan bubur yang sudah dia masak sebelumnya.
Usai makan malam Viona langsung tidur sudah menjadi kebiasaannya sejak lahir jam 8 langsung tidur. Alexsa membaringkan Viona dan mematikan lampu.
“ Viona uda tidur kak?” tanya Alicia yang sedang duduk menonton tv.
“ Uda dek, kakak mau santai dulu” ucap Alexsa membaringkan diri di sofa besar di ruang keluarga sedangkan adik laki-lakinya sedang ada di kamar.
Tidak lama papa Herman dan mama Diana Kembali ke rumah.
“ Mama sama Papa uda pada makan?” tanya Alexsa memutar kepala menoleh ke arah mama Diana yang duduk di sebelah Alicia. Melihat sang mama yang sangat lelah Alicia langsung sigap mengambilkan air minum untuk sang mama.
“ Uda kak, kalian uda pada makankan?” tanya mama Diana Kembali.
“ Uda… uda kok ma” jawab Alexsa sambil duduk.
“ Papa dimana ma?” tanya Alexsa yang belum melihat kedatangan papanya dari tadi.
“ Ini mama minum dulu” kata Alicia memberikan segelas air putih.
“ Makasih sayang” kata Mama Diana tersenyum mengambil air putih dari tangan Alicia dan meneguknya setengah.
“ Alvin, Alana kemana?” tanya mama Diana yang tidak melihat sosok kedua anaknya.
“ Di kamar ma nugas” jawab Alicia.
“ Cucu mama uda tidur?” tanya mama Diana lagi yang seakan mengabsen satu persatu yang di rumah.
“ Uda ma, Viona uda tidur baru aja” jawab Alexsa.
Seketika Alexsa merasa gagal menjadi anak pertama yang baik untuk kedua orangtuanya dan adik-adiknya. Apalagi tabungan papa Herman dan mama sudah banyak habis untuk Alexsa membuka toko dan baru saja membeli rumah yang sekarang mereka tempati. Mengingat kedua kembarnya akan segera lulus dari sekolah menengah atas membuat papa Heman harus bekerja ekstra.
“ Ma kakak mau ngomong sesuatu” ucap Alexsa sambil menatap mama Diana serius.
__ADS_1
“ Ada apa kak?” kata mama Diana sambil tersenyum tipis menatap putri sulungnya.
Sebentar Alexsa bingung harus memulai pembicaraan dari mana.
“ Nunggu papa aja ma” ucap Alexsa menggigit bibir bawahnya.
“ Kayaknya ini serius, Adek ke kamar aja” ucap Alicia sambil berdiri dan meninggalkan mama dan sang kakak.
“ Ada apa kak?” tanya mama Diana dengan suara lembut.
“ Mama kalo kakak mau kerja kantor lagi boleh ga?” tanya Alexsa dengan sedikit keraguan.
Mama Diana sebentar hanya diam tak menjawab apa-apa.
“ Mama selalu dukung kamu nak, tapi sekarang kamu uda jadi ibu” ucap mama Diana sambil berpindah duduk di sebelah Alexsa.
Papa Herman datang masih dengan pakaian yang dia kenakan tadi.
“ Lagi ngomongin apa ma kak?” tanya papa Herman ikut duduk di tempat mama Diana sebelumnya.
“ Pa kakak mau balik kerja” kata Alexsa dengan cepat.
Ekspresi papa Herman datar mendengar pernyataan putri bungsunya.
“ Bagaimana dengan Viona kak?” kata Papa Herman.
“ Dia masih butuh kamu nak, papa tau kamu mau bantu papa dan mama. Tapi papa masih sanggup biayai semua nak. Sekarang toko kue kamu juga ramai .” ucap mama Diana dengan suara keibuannya.
“ Papa juga senang kamu bisa bangkit dan mau bekerja lagi kak, tapi kamu ga boleh egois Viona belum genap 2 tahun. Nanti dia akan kecarian nak. Kamu sebagai mama sekaligus papa tidak boleh egios” kata papa Herman menjelaskan.
“ Mama akan kasih kamu izin Kembali kerja ke kantor setelah usia cucu mama genap 2 tahun” kata mama Diana sambil menepuk pelan tangan Alexsa.
“ Masih lama dong ma” protes Alexsa sedikit tidak setuju.
“ Gimana pa?” tanya mama Diana menanyakan pendapat papa Herman.
“ Iya kak, papa masih sangat-sangat sanggup biayain kalian kak. Kamu jangan pikir papa capek ga kak. Papa akan berusaha buat yang terbaik untuk kalian” ucap papa Herman yang berhasil membuat Alexsa terharu.
“ Makasih pa ma” ucap Alexsa memeluk mama Dian.
__ADS_1
“ Papa ga di peluk nih” ucap papa Herman.
“ Uda jadi kakek juga papa masih suka merajuk” sindir Alexsa mendekati sang papa dan memeluk papa Herman.