
Perjalanan pulang aku masih begitu penasaran dengan Wanita yang tampaknya dekat dengan si kadal ( Rama) ini.
“ Wanita yang tadi mengobrol sama Arnol siapa?” tanyaku sambil melihat jalan.
“ Namanya Nabila kita sempat dekat” jawab Rama singkat yang tengah menyetir di sebelahku.
“ Gue dengar teman mantan gebetan lo itu mantan sekertaris Arnol. Gue mau dia jadi sekertaris gue” kataku langsung to the poin.
Rama langsung menatapku tak percaya dan memukul setir pelan sambil tertawa.
“ Ke sempet apaan lo Ken” kata Rama tertawa seakan tak percaya.
“ Yasudah lo aja sekertaris gue selamanya” kataku membuatnya berubah jadi melotot.
“ Enak di elo doang. Besok gue atur semua” kata Rama dengan yakin.
“ Eh tapi kenapa tiba-tiba gini? Jangan-jangan Wanita yang lo naksir selama ini “ kata Rama heboh.
Aku hanya diam duduk tidak menghiraukannya.
“ Huu,… gue ga jadi sekertaris Ken lagi” teriak Rama membuat telingaku sakit.
“ Kalo lo masih mau hidup nyetir yang bagus” kataku mengingatkan.
Pov Kenziee Mahanta off
“ Dret… dretttt” getaran handpone Alexsa membangunkannya.
Pagi ini dia memang ingin bermalas-malasan karena semalam sangat melelahkan.
Tertera nama Nabila di layar.
Alexsa masih dalam ke adaan setengah sadar menggeser layar dan menerima telepon.
“ Ada apa Bil?” ucap Alexsa pelan tak ingin Viona terbagun yang masih tidur terlelap di sebelahnya.
“ Al baru bangun?” tanya Nabila dengan nada kaget.
“ Iya semalam capek bangat siapin kue, ada apa? Kenapa tiba-tiba nelpon ?” tanya Alexsa masih menutup mata.
“ Al gue ada kabar bagus buat kamu” kata Nabila kegirangan.
“ Masih mau jadi sekertaris ga?” tanya Nabila sontak membuat mata Alexsa langsung terbuka dan mengerjap.
“ Maksud kamu apa Bil?” tanya Alexsa belum mengerti.
“ Sekarang kamu siap-siap aku jemput “ kata Nabila membuat Alexsa semakin bingung.
“ Tapi jelasin dulu Bil” Pinta Alexsa sambil berdiri.
“ Uda nanti aku jelasin di jalan, sekarang kamu siap-siap yang rapi” ucap Nabila dan menutup telepon sepihak.
__ADS_1
Alexsa menolah pada Viona yang masih terlelap dan tak tega membangunkannya.
Meskipun Alexsa merasa aneh tapi dia tetap siap-siap menggunakan pakaian yang sudah lama tidak di gunakan.
“ Tok…tok..” suara pintu di ketuk.
“ Masuk “ kata Alexsa sambil memakai riasan di wajahnya tipis-tipis. Mama Diana sempat bingung melihat putrinya mulai bersiap-siap dan rapi.
“Kamu mau kemana kak?” kata mama Diana sambil berjalan mendekat.
“ Al mau pergi sama Nabila ma, katanya ada yang nawarin kerja. Al juga bingung maksud Nabila apa” jawab Alexsa menggunakan lipstick yang tidak begitu merona.
“ Karena apa kak? Kok mendadak?” kata mama Diana yang juga tak percaya.
“ kita liat aja ma” jawab Alexsa mengambil tas di dalam lemari dan memasukkan beberapa keperluannya.
“ Cucu oma belum bangun juga” kata mama Diana mengusap rambut Viona penuh kasih sayang.
“ Belum ma, mungkin karena semalam dia lama tidur “ jawab Alexsa.
“ Mama bangunin aja ya, bibi uda masak bubur Viona” ucap mama sambil membangunkan pelan Viona.
“ Tok… tok…” terdengar suara ketukan lagi.
“ Masuk..” kata Alexsa.
“ Maaf non di bawah ada teman non nunggu” ucap bibi masih di mulut pintu.
“ Hati-hati sayang” ucap mama Diana masih bingung.
...***...
Arnol sengaja memerintah Nabila untuk menjemput dan mengantar Alexsa ke kantor Ken mengingat janjinya semalam.
“ Halo kak Rama aku uda sampai nih, ” ucap Nabila sambil menatap Gedung besar di hadapannya.
“ Oke kita langsung masuk aja” kata Nabila lagi dan menutup telepon. Meletakkan handphone kembali di tempat semula.
“ Kita mau ketemu siapa Bil?” tanya Alexsa untuk ke sekian kalinya.
“ Kamu percayakan sama aku” kata Nabila menatap mata Alexsa dalam.
“ Iya percaya” kata Alexsa kemudian.
“ Sekarang kamu tenang aja, ikutin aku ya bestie” ucap Nabila membuka sabuk pengaman dan keluar dari mobil.
Alexsa hanya mengikuti perintah Nabila dan ikut memasuki perusahaan besar milik keluarga Ken.
“ Kita langsung ke lantai 15” ucap Nabila menarik tangan Alexsa. Karena Nabila sudah beberapa kali mengikuti rapat di perusahaan ini.
“ Uda tenang,,, nanti juga kamu bakal makasih ke aku” ucap Nabila di dalam lift yang sepi.
__ADS_1
Lift berhenti di lantai 15, Nabila dan Alexsa keluar yang ternyata sudah di tunggu oleh Rama.
“ Mari ikut saya” kata Rama mengarahkan jalan.
‘’ Tak… tak…” suara sepatu Nabila dan Alexsa berjalan memasuki Gedung.
Rama membawa Nabila dan Alexsa masuk ke dalam ruangannya sementara karena Ken belum juga datang.
“ Silahkan duduk” ucap Rama dengan sopan.
Alexsa duduk di sebelah Nabila sedangkan Rama tepat di hadapan mereka.
“ Terimakasih sudah datang ke kantor kami. Sebelumnya perkenalkan nama saya Rama menjabat sebagai HRD” ucap Rama membuka percakapan.
Alexsa hanya tersenyum kecil.
“ Maaf sebelumnya kami memberi panggilan mendadak kepada nona Alexsa “ tambah Rama menjelaskan.
“ perusahaan kami sedang mencari sekertaris, kebetulan pak Arnol menyarankan nona Alexsa” kata Rama dengan Bahasa yang begitu mudah untuk di pahami.
Alexsa tertegun bahkan sebelum sempat dia mencari, dia sudah di tawarkan pekerjaan yang sejak dulu dia sukai.
“ Tapi apa saya sudah memenuhi kriteria yang di perlukan?” tanya Alexsa tak ingin perusaan ini rugi karena merekrut orang yang salah.
“ Dari penjelasan pak Arnol nona sudah sangat tepat di posisi ini. Kami akan sangat senang apabila nona bersedia bergabung dengan perusahaan kami.” kata Rama menyakinkan.
Alexsa tersenyum dan di hatinya mengucap syukur. Alexsa sangat berterimakasih kepada mantan bosnya yang sudah menyarankan dirinya.
“ Apakah nona Alexsa bersedia?” tanya Rama memperjelas.
“ Saya merasa ini adalah sebuah kehormatan untuk saya pak, Dengan senang hati saya menerima pekerjaan ini” ucap Alexsa tersenyum.
“ Baik selamat bergabung di perusaan kami” sambut Rama sambil memberi salam selamat kepada Alexsa atas pekerjaan barunya.
“ Terimakasih bapak” kata Alexsa ikut berdiri begitu juga dengan Nabila.
“ Hari ini nona langsung bisa bekerja” tambah Rama lagi.
***
Setelah urusan Alexsa selesai Nabila pun Kembali menuju kantor pak Arnol. Nabila tidak enak terlalu lama meninggalkan kantor.
“ Kebetulan hari ini bos ada rapat di luar tolong kamu dampingi nona” ucap Arnol sambil berjalan menuju ruangan Ken yang masih kosong. Karena sampai sekerang Ken belum sampai juga.
“ Maaf pak panggil nama saya saja” ucap Alexsa.
“ Oke tidak masalah. Ini akan menjadi meja kerja kamu Alexsa. Untuk beberapa jadwal akan saya kirim melalui e-mail” tambah Rama lagi.
“ Selamat bekerja” kata Rama dan hendak Kembali ke ruangannya.
“ Terimakasih pak Rama” ucap Alexsa sambil membungkuk kecil.
__ADS_1